Jakarta – Jumlah pemesan iPhone 6 pasca diluncurkan awal bulan ini bisa dibilang sangat banyak. Tercatat ada sekitar 4 juta pemesan dalam 24 jam sejak masa pre order dibuka. Bahkan kini pemesan ponsel berlogo apel kroak itu harus menunggu sekitar 4 minggu sampai iPhone 6 dan 6 Plus tersedia kembali.

Di lain pihak, Foxconn sebagai perakit iPhone 6 dan 6 Plus ternyata kesulitan untuk memenuhi pesanan itu. Padahal mereka sudah mengalokasikan sekitar 200 ribu pekerjanya untuk memproduksi ponsel tersebut. Proses perakitannya sendiri menghabiskan sekitar 10 jalur produksi, dan dilakukan di pabrik Foxconn terbesar yang terletak di Zhengzhou, China.

Tiap harinya, Foxconn hanya mampu memproduksi sekitar 540 ribu unit iPhone 6 dan 6 Plus. Dari jumlah tersebut, angka produksi iPhone 6 Plus ternyata jauh tertinggal dari angka produksi iPhone 6.

Seperti yang dilansir Wall Street Journal, Kamis (18/9/2014), seorang sumber anonim mengatakan bahwa saat ini Foxconn bisa memproduksi sekitar 400 ribu iPhone 6 dan 140 ribu iPhone 6 Plus tiap harinya.

Rendahnya jumlah produksi iPhone 6 Plus itu disebabkan oleh terbatasnya persediaan layar 5,5 inch. Masih menurut sumber yang sama, layar 5,5 inch yang digunakan di iPhone 6 Plus mempunyai tingkat kesulitan produksi yang sangat tinggi.

Sekitar 50% dari layar 5,5 inch yang diproduksi tak mampu memenuhi kualitas yang sudah ditetapkan, sehingga tak dapat digunakan. Sementara untuk layar 4,7 inch, angka kegagalan itu menurun ke 15%.

Sumber: detikINET