Tahun Kabisat, Kelinci Google “Melompat” ke Dalam Doodle

                             Hari ini, Senin (29/2/2016), umat manusia kembali dihadapkan pada tahun kabisat. Bagi yang lahir 29 Februari, akhirnya bisa kembali merayakan ulang tahun setelah 2012 silam. Ya, 29 Februari memang lumrahnya cuma "nyempil" tiap empat tahun sekali. Tahun lalu dan tahun depan, Februari hanya punya 28 hari. Google mengilustrasikannya lewat sebuah doodle yang terpampang di mesin pencari. 

Ceritanya, ada dua kelinci sedang tertidur. Masing-masing memiliki nomor “28” (Februari) dan “1” (Maret). Lalu tiba-tiba ada kelinci lain bernonor “29” (Februari) melompat dari luar doodle dan menyempil di antara kedua kawannya sebagai simbolisasi tambahan hari di tahun kabisat.

Entah kenapa kelinci dijadikan sebagai perwakilan. Jika mengacu pada penanggalan China, tahun ini seharusnya jadi tahunnya monyet.

Pada situs Google Doodle, tak dijelaskan secara spesifik terkait dalihnya. Yang jelas, doodle tersebut dibuat oleh doodler kawakan Olivia Huynh.

Huynh memang kerap membuat doodle untuk Google pada hari-hari istimewa. Di antaranya doodle untuk “Halloween”, “Valentine”, “Hari Ibu”, dan “Imlek”.

Lompatan sang kelinci sendiri merupakan perlambang dari istilah tahun kabisat dalam bahasa Inggris, yakni leap year.

Sumber: KOMPAS Tekno

Buat Apa Sih Internet 5G?

                            BARCELONA,  “5G itu bukan cuma soal kecepatan saja,” tegas EVP sekaligus CTO Qualcomm, Matt Grob, ketika berbicara dalam sesi keynote 5G di ajang Mobile World Congress (MWC) 2016, Barcelona, Spanyol, minggu lalu. Menurut dia, teknologi seluler generasi ke-5 tersebut nantinya memang akan menghadirkan kecepatan transfer data yang jauh lebih kencang dari jaringan 4G yang ada saat ini, mencapai puluhan gigabit per detik. 

Tapi lebih dari itu, 5G juga akan membuka aneka kemungkinan lain terkait pemanfaatan jaringan seluler di industri telekomunikasi.

“Tiga pilar Qualcomm terkait pemanfaatan jaringan 5G ini adalah enhanced mobile broadband, mission critical services, dan massive internet of things,” imbuh Grob di hadapan media yang hadir, termasuk jurnalis KompasTekno, Oik Yusuf.

Dari sisi konsumen, lanjutnya, kecepatan broadband 5G akan menghadirkan era virtual reality and augmented reality, di mana pengguna bisa langsung merasakan pengalaman memasuki dunia virtual langsung dari handset tanpa perlu terhubung ke jaringan internet kabel.

Soal IoT, jaringan 5G akan membantu perwujudan konsep smart city dan smart home dengan coverage yang lebih merata dan kecepatan transfer data tinggi. Mobil-mobil otomatis bakal terhubung dengan pusat data dan aneka sensor yang tersebar di segala penjuru kota.

Lalu, keamanan tinggi dipadu dengan latency yang rendah dari jaringan 5G disebut Grob akan memungkinkan aneka skenario lain terkait mission critical services atau layanan yang membutuhkan reliability tinggi seperti mobil otomatis tadi.

“Ini tak hanya berlaku untuk industri saja, namun bisa juga di bidang medis seperti konsultasi antara dokter dan pasien, hingga balapan drone dan real time control. Kita akan punya itu semua,” katanya.

Robot 5G

Senada dengan Grob, CTO SK Telecom Alex Choi berpendapat bahwa era 5G nanti akan didominasi oleh para pemain di bidang data, IoT, dan Media Player.

“Dulu saat era 3G yang berjaya adalah operator dan vendor. Saat kebangkitan smartphone beralih ke OTT, nanti situasinya akan beda lagi saat era 5G,” ujar Choi dalam kesempatan yang sama.

Seperti Qualcomm, SK Telecom fokus mengembangkan 5G untuk keperluan mission critical, machine communications, dan hal-hal terkait virtual reality dan kendali robot dari jarak jauh.

Virtual reality, menurut Choi, adalah salah satu use case paling menarik dari jaringan 5G dibandingkan teknologi 4G sebelumnya. Dengan virtual reality di 5G, orang-orang dari berbagai tempat berbeda bakal bisa saling bekerjasama seolah benar-benar hadir di lokasi yang sama.

“Soal robot, latency jaringan 5G yang rendah memungkinkan robot menggantikan manusia di kasus-kasus berbahaya seperti pemadam kebakaran,” tambah Choi.

Saat ini standar teknologi 5G masih belum ditetapkan. Para pelaku industri telekomunikasi masih berkesperimen dengan teknologi masing-masing.

(BACA JUGA: Qualcomm: Kami Akan Pimpin Transisi 5G)

SK Telecom, misalnya, menggunakan frekuensi 6 GHz untuk mencapai kecepatan transfer hingga 9,5 gigabit per detik.  Sementara, Qualcomm mengembangkan mobile broadband dengan teknologi millimeter wave, massive MIMO, dan carrier agregation untuk mewujudkan bandwidth yang lebih besar.

Butuh waktu beberapa tahun lagi sebelum jaringan 5G bisa mulai digelar. Pihak Qualcomm menargetkan akan mulai menggelar uji lapangan pada 2018, sementara layanan resmi diperkirakan baru mulai tersedia pada 2020.

Sumber: KOMPAS Tekno

Akhir 2016, Pengguna BlackBerry Tidak Bisa WhatsApp-an Lagi

                             Penyedia layanan pesan instan WhatsApp mengumumkan akan menarik dukungannya dari 5 sistem operasi mobile, termasuk BlackBerry dan BlackBerry 10 pada akhir 2016 ini.Hal tersebut diungkap oleh WhatsApp dalam postingan di blog resminya yang diunggah pada Jumat (26/2/2016) lalu. Adapun sistem operasi yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Nokia S40,
Nokia Symbian S60,
Windows Phone 7.1,

Android 2.1 dan Android 2.2, dan
BlackBerry (termasuk BlackBerry 10)

Menurut WhatsApp, hal itu dilakukan karena pihaknya ingin fokus ke platform mobile yang masih banyak dipakai saja.

“Sistem operasi tersebut telah menjadi bagian penting sejarah kami, namun mereka tidak memiliki kemampuan yang bisa membuat kami berkembang di masa mendatang,” demikian tulis WhatsApp.

WhatsApp pun menyarankan jika masih ada pengguna peranti mobile dengan sistem operasi di atas, maka sebaiknya beralih ke peranti Android, iPhone atau Windows Phone terbaru sebelum akhir 2016.

Pengguna OS BlackBerry sendiri pada akhir 2015 lalu memang semakin mengecil. Survey comScore MobiLens menyebut pengguna BlackBerry per Desember 2015 lalu tinggal 0,9 persen saja.

Bahkan menurut survey Strategy Analytics, BlackBerry telah kalah pamor dari OS Tizen, sistem operasi berbasis Linux yang dikembangkan oleh Samsung itu kini menjadi OS terpopuler ke-4 di dunia setelah Android, iOS, dan Windows Phone.

Sumber: KOMPAS Tekno

Kiddle, Mesin Pencari Internet yang Ramah Anak

                             Kini, hadir situs mesin pencari internet yang khusus dibuat untuk anak-anak. Situs baru tersebut dinamakan Kiddle.co.Situs tersebut mengklaim dirinya ditenagai dan didukung oleh Google. Beberapa teknologi di balik situs ini menggunakan produk yang dikembangkan raksasa internet tersebut.

Karena didesain khusus untuk anak-anak, maka situs Kiddle memiliki desain yang berbeda dari situs pencarian lain, seperti Google, Yahoo atau Bing.

Desain yang “imut”

Kiddle tampil dengan desain yang “imut” agar lebih menarik perhatian anak-anak. Tak seperti desain polos berwarna putih ala Google, Kiddle memiliki gambar latar bertemakan luar angkasa dengan warna yang cerah. Terdapat juga hiasan gambar planet dan karakter robot di bawah kotak pencarian.

Cara penggunaan situs Kiddle sama dengan search engine Google. Si anak tinggal memasukkan kata kunci di kolom pencarian. Ada empat kategori pencarian yang bisa dilakukan, yakni situs web, gambar, berita, dan video.

Ditujukan untuk anak-anak, tentunya hasil pencarian Kiddle harus memiliki konten yang aman untuk dikonsumsi. Oleh karena itu, Kiddle dilengkapi dengan teknologi buatan Google, Safe Search.

Selain itu, Kiddle juga dilengkapi sebuah tim editor untuk mengurasi konten pencarian khusus bagi anak.

Sebagaimana KompasTekno rangkum dari TechTimes, Minggu (28/2/2016), nantinya hasil pencarian pertama hingga ketiga akan termasuk situs yang aman dan khusus ditulis secara spesifik untuk anak-anak. Hasil pencarian itu merupakan hasil kurasi dan sudah diperiksa langsung oleh tim editor Kiddle.

Kemudian, hasil pencarian keempat hingga tujuh akan memiliki gaya penulisan yang sedikit lebih dewasa, tetapi dianggap dapat mudah dimengerti oleh anak-anak. Hasil pencarian ini juga dikurasi langsung oleh tim Kiddle.

Saring konten dewasa

Sementara itu, hasil pencarian delapan hingga seterusnya memiliki gaya penulisan untuk orang dewasa, tetapi tetap sudah disaring oleh teknologi Google Safe Search. Hasil pencarian ini tentunya lebih sulit dimengerti oleh anak-anak.

Konten-konten dewasa, seperti gosip tentang satu artis hingga akun resmi dari jejaring sosial tidak akan ditampilkan. Melainkan, anak-anak hanya akan mendapatkan biografi yang tentunya aman untuk dikonsumsi mengenai artis tersebut.

“Karena hasil pencarian Kiddle dipilih dan diperiksa langsung oleh editor kami atau disaring dengan Google safe search, anak Anda akan mendapatkan hasil yang berorientasi kepada anak tanpa ada konten eksplisit,” tulis pihak Kiddle dalam situs resminya.

Orang tua juga bisa ikut berkontribusi dalam pemblokiran sebuah kata yang tidak aman untuk anak dengan memasukkan kata tersebut melalui formulir digital. Permohonan pemblokiran sebuah situs tertentu juga dimungkinkan.

Mesin pencari ini diklaim tidak mengumpulkan informasi personal dari si anak. Logs dari situs ini pun bakal dihapus setiap 24 jam.

Sumber: KOMPAS Tekno

Maret, Biaya Berlangganan IndiHome Naik

                            JAKARTA,  Telkom menaikkan harga sewa perangkat set-top box (STB) dan biaya berlangganan layanan internet IndiHome. Tarif baru itu berlaku mulai tagihan Februari 2016 atau pembayaran di Maret 2016.Informasi soal kenaikkan harga tersebut dituliskan langsung oleh Telkom di akun Facebook resminya, Telkom Care pada Sabtu (27/2/2016) malam.

Telkom beralasan penambahan dua komponen biaya itu disebabkan karena masa promosi dari produk IndiHome telah berakhir.

“Pelanggan yth, sehubungan masa promo IndiHome telah berakhir per 31 Desember 2015 mulai tagihan Februari 2016 ada penyesuaian (harga),” tulis Telkom, seperti dikutip KompasTekno dari akun Facebook Telkom Care.

Telkom Rincian kenaikan harga berlangganan IndiHome

Secara terperinci, biaya sewa STB nantinya bakal bertambah Rp 20.000 per bulannya.

Artinya, apabila sebelumnya pelanggan biasa membayar Rp 30.000 per bulan untuk sewa STB, maka kini mereka harus membayar lebih, Rp 50.000 per bulannya. Sementara itu, biaya berlangganan IndiHome juga bakal bertambah sebesar Rp 50.000 per bulan.

Sebagai contoh, jika Anda biasanya membayar paket IndiHome Rp 405.000 per bulan, kini jumlah tagihan bertambah menjadi Rp 455.000.

Sebelumnya, Telkom juga sudah menerapkan kebijakan baru untuk layanan IndiHome, dengan mengubah paket berlangganan dari unlimited menjadi dibatasi, atau dikenal dengan istilah fair usage policy (FUP).

Telkom merasa perlu membuat aturan FUP karena menurut mereka selama ini terdapat heavy user pada pelanggan Indihome, yang memanfaatkan internetnya untuk mengunduh film atau game secara terus-menerus.

Selain itu, Telkom juga mengklaim, ada yang menjual kembali layanan internet Indihome di rumah sehingga pemakaian pengguna menjadi tidak wajar.

Sumber: KOMPAS Tekno

Qualcomm: Kami Akan Pimpin Transisi ke 5G

                            BARCELONA,  Di saat sebagian besar penduduk dunia masih belum bisa menikmati internet cepat 4G LTE atau bahkan 3G, para pelaku industri telekomunikasi di ajang Mobile World Congress (MWC) 2016 sudah ramai membahas soal teknologi wireless generasi ke-5 alias 5G, termasuk Qualcomm.

“5G adalah evolusi berikutnya dari teknologi seluler yang memungkinkan kecepatan lebih tinggi dan latency lebih rendah. Industri internet hingga smart city bakal memperoleh manfaat dari teknologi 5G,” ujar CEO Qualcomm Steve Mollenkopf dalam hari pertama gelaran MWC 2016, minggu lalu.

Qualcomm adalah salah satu pelaku industri telekomunikasi yang aktif mengembangkan teknologi seluler untuk digunakan di jaringan 5G. Perusahaan ini menargetkan bakal menggelar uji lapangan untuk 5G pada 2018. Layanan komersil diharapkan sudah bisa dimulai dua tahun setelahnya, pada 2020.

“Kami akan memimpin transisi ke 5G seperti yang kami lakukan dengan 4G dan 3G. Sulit untuk menjadi pemain 5G yang kuat kalau Anda tak membangun dari kesuksesan 4G. Kami akan memasuki era 5G dengan dukungan para partner yang sudah bemitra di 4G,” imbuh Mollenkopf.

Standar teknologi belum sama

Berbeda dari teknologi seluler sebelumnya, hingga kini masih belum ada kesepakatan soal standar seperti apa yang bakal dipakai untuk menggelar jaringan 5G di masa depan, termasuk soal frekuensi mana yang bisa digunakan.

Secara teori, jaringan 5G nantinya bakal memungkinkan kecepatan transfer sangat tinggi, mencapai 10-50 gigabit per detik atau jauh lebih tinggi dibandingkan kecepatan 4G LTE saat ini yang “hanya” mencapai kisaran ratusan megabit per detik.

Untuk mewujudkan hal tersebut, para pelaku industri menawarkan solusi masing-masing. Ericsson, misalnya, menciptakan radio 5G dengan teknologi Multi-UserMultiple Input Multiple Output (MU-MIMO) untuk mencapai kecepatan hingga 25 Gbps.

Adapun Qualcomm bereksperimen membuat sebuah “unified technology” yang mengintegrasikan beberapa teknologi berbeda ke dalam satu base station. Teknologi dimaksud mencakup penggunaan 5G di frekuensi di bawah 6 GHz dan di atas 6 GHz, serta milimeter wave dengan frekuensi tinggi 28 GHz atau lebih.

Oik Yusuf/ Senior Director Product Management Qualcomm Sanjeev Athalye menjelaskan cara kerja teknologi millimeter wave Qualcomm

“Untuk millimetre wave, kami menggunakan banyak base station yang bisa melakukan handover ke satu dan yang lainnya agar handset selalu berada dalam line of sight yang diperlukan oleh teknologi ini,” sebut Senior Director Product Management Qualcomm Sanjeev Athalye.

Transisi bertahap

Pun di tengah upayanya menyongsong era 5G, Qualcomm juga menyadari bahwa sebagian besar konsumen seluler di seluruh dunia masih belum bisa menikmati internet cepat generasi sebelumnya (4G). Sebab itu pabrikan ini mangatakan bahwa transisi ke 5G akan berlangsung secara bertahap.

Kemampuan 4G LTE yang ada saat ini terus dikembangkan, antara lain lewat modem X12 pada chip Snapdragon 820 yang memungkinkan transfer data LTE cat.12 dengan kecepatan hingga 600 megabit per detik dengan 3x carrier agregation.

Qualcomm juga merilis aneka SoC mobile kelas menengah dan bawah untuk merangkul konsumen di pasaran negara-negara berkembang agar beralih ke 4G, sebelum akhirnya bertransisi ke 5G dalam beberapa tahun ke depan.

“Penetrasi LTE di seluruh dunia itu baru mencapai 15 persen, masih ada banyak peluang untuk memigrasikan pengguna ke internet mobile,” ujar EVP dan Presiden Qualcomm, Cristiano Amon.

Sumber: KOMPAS Tekno

Huawei Umumkan Kerja Sama dengan Leica

                             Untuk membuat ponsel dengan kemampuan kamera yang mumpuni, vendor China Huawei menggandeng pabrikan kamera asal Jerman Leica.Kerja sama tersebut diumumkan oleh keduanya di ajang CP+, pameran fotografi terbesar di Jepang, pada Kamis (25/2/2016) lalu.

Dalam keterangan tertulisnya, Huawei mengatakan kedua perusahaan akan menggabungkan sumber daya dan teknologi yang dimiliki untuk membuat standar baru dalam hal fotografi mobile (smartphone).

Belum diketahui seperti apa praktik dari kerja sama antar keduanya. Namun selama ini Leica dikenal sebagai pemasok lensa berkualitas tinggi.

Leica sendiri, sebagaimana dikutip KompasTekno dari The Verge, Sabtu (27/2/2016) memiliki kepentingan di ranah mobile photography. Sementara Huawei adalah brand ponsel besar di dunia yang bisa memanfaatkan optik buatan Leica.

Selama ini, Leica telah memiliki Panasonic sebagai rekanan besarnya. Setiap kamera Panasonic yang mengusung optik Leica memiliki ciri “bulatan merah” di kameranya.

Akankah ke depannya kita akan melihat ponsel Huawei yang mengusung “bulatan merah” yang sama? Detil lebih lanjut akan diungkap keduanya seiring dengan jalannya kerja sama.

Sumber: KOMPAS Tekno

Kesan Pertama Menjajal Xiaomi Mi5 di Barcelona

                            BARCELONA.  Pada Rabu (24//2016), Xiaomi resmi meluncurkan ponsel andalan barunya, Mi5, lewat sebuah acara di Barcelona, Spanyol. Smartphone ini meneuskan tongkat estafet dari flagship terdahulu, Mi4, yang dirilis sekitar setahun yang lalu.Vice President Global Xiaomi mengatakan jeda waktu antara Mi4 dengan Mi5 termasuk lama karena pihaknya ingin memastikan rancangan Mi5 benar-benar sesuaai benar sesuai dengan visi perusahaan. 

“Butuh waktu dua tahun untuk menyelesaikan tantangan yang ada,” kata Barra ketika berbicara di panggung.

Jurnalis KompasTekno Oik Yusuf yang ikut hadir di acara peluncuran di Barcelona berkesempatan menjajal Xiaomi M5 barang sejenak, bersama dengan puluhan jurnalis lain dari seluruh dunia.

Seperti apa kesan yang didapatkan kala pertama kali menggenggamnya? Ikuti ulasan singkatnya berikut ini.

Logam, kaca, dan keramik

Mi5 menganut konsep racangan yang sedikit berbeda dibandingkan ponsel-ponsel Xiaomi sebelumnya, termasuk seri flagship. Sang pabrikan memakai frame berbahan logam yang menghiasi bagian pinggir.

Sisi muka perangkat ini berlapis kaca anti-gores, sementara punggungnya berbentuk melengkung di sisi kanan dan kiri agar terasa nyaman digenggam. Bagian belakang ini bisa terbuat dari bahan kaca atau keramik, tergantung varian.

Varian termurah menggunakan materi berbahan kaca, sementara varian termahal yang disebut dengan nama Xiaomi Mi5 Pro memakai keramik bertekstur kesat yang diklaim memiliki ketangguhan tinggi.

Oik Yusuf/ Tombol Home di perangkat Xiaomi Mi5.Untuk pertama kalinya dalam sejarah Xiaomi, pabrikan asal China ini menyematkan tombol fisik “home” di bagian muka yang diapit oleh dua soft button “back” dan “menu”.

Tombol home berbentuk elips mirip kapsul pipih itu sekaligus berfungsi sebagai pemindai sidik jari yang mudah digunakan layaknya flagship lain seperti iPhone 6S dari Apple maupun Samsung Galaxy S7.

Cukup dengan menyentuhkan jari dengan ringan ke permukaan pemindai, pola yang diperlukan pun bisa langsung terbaca. Tentu, tetap disediakan opsi lain untuk mengamankan perangkat seperti pattern lock dan kode PIN.

Selain warna standar hitam, Xiaomi Mi5 juga bakal tersedia dalam pilihan warna putih dan gold.

Snapdragon 820

Dimotori prosesor Snapdragon 820 dan pilihan RAM LPDDR 4 berkapasitas 3 GB atau 4 GB, Xiaomi Mi5 diklaim mampu memberikan kinerja sangat tinggi.

Menurut Barra, SoC yang tertanam di ponsel ini memiliki kinerja hingga dua kali lipat lebih tinggi dibanding model tedahulu, Snapdragon 810, baik dari segi performa CPU maupun GPU, sementara konsumsi dayanya justru 50 persen lebih rendah.

Oik Yusuf/ Xiaomi Mi5Demikian juga dengan komponen lain seperti flash memory tipe UFS 2.0 yang digunakan sebagai media peyimpanan internal dan lebih kencang dari jenis eMMC 5.0 yang lebih umum.

“Skor AnTuTu Xiaomi Mi5 saja mampu menembus angka 140.000. Ini pertama kalinya saya melihat ponsel yang bisa memperoleh pencapaian itu,” kata Barra sambil menunjukkan angka skor yang menurut dia diperoleh dari Mi5.

Memungkasi sektor kinerja, Xiaomi Mi5 juga dibekali dengan fitur LTE cat. 12 yang merupakan bawaan dari model X12 di chipset Snapdragon 820. Ponsel ini sanggup mencapai  kecepatan transfer hingga 600 Mbps, meski harus didukung dengan sejumlah syarat seperti 3x carrier

agregation.

Bara menyebutkan bahwa Xiaomi Mi5 bakal menjadi smartphone pertama dengan prosesor 820 yang hadir di pasaran, ketika sudah diluncurkan pada tanggal 1 Maret nanti di China.

Kamera mumpuni

Hal lain yang mendapat penekanan dari Barra soal Mi5 adalah kamera 16 megapiksel dengan sensor Sony yang turut dibekali dengan fitur canggih lain seperti phase detect AF dan 4-axis image stabilizer.

Oik Yusuf/ Kamera di perangkat Xiaomi Mi5.Kamera utama terletak di bagian pojok kiri atas bagian punggung. Unit kamera ini dilengkapi sensor besutan Sony dan turut dilengkapi fitur-fitur canggih seperti phase detect AF dan 4-axis image stabilizer.

Oik Yusuf/ Hugo Barra saat memberikan presentasi kamera Xiaomi Mi5.”4-Axis image stabilizer pada Xiaomi Mi5 ini bisa meredam goyangan dengan sangat efektif, lebih baik dari ponsel lain. Selain itu, biasanya fitur image stabilizer cuma terdapat pada ponsel berukuran besar karena rangkaiannya rumit. Kami menanamkannya pada Mi5 yang memiliki bentang layar 5,15 inci,” sebut Barra.

Mi5 juga memanfaatkan image processor Spectra pada chip Snapdragon yang oleh Barra diklaim mampu menghasilkan warna-warna yang cemerlang dalam kondisi cahaya apa pun, termasuk malam hari.

Oik Yusuf/ Xiaomi Mi5Untuk membuktikan ucapannya, Barra sempat menunjukkan slideshow sejumlah foto yang diambil dengan Xiaomi Mi5.

“Saking bagusnya detil yang ditangkap Xiaomi Mi5, ada yang salah menuduh bahwa saya memakai kamera DSLR untuk menjepret foto, bukannya smartphone,” ujar Barra seraya memperlihatkan file EXIF foto dimaksud di layar panggung, untuk membuktikan bahwa memang benar Xiaomi Mi5 yang dipakai memotret.

(Baca Juga: Bos Xiaomi Pamer Foto Hasil Jepretan Mi5)

Oik Yusuf/ Xiaomi Mi5Xiaomi Mi5 rencananya akan mulai dijual secara online di China pada 1 Maret mendatang dengan banderol Rp 3,5 juta hingga Rp 4,8 juta.

Hugo Barra juga mengisyaratkan ponsel flagship terbaru Xiaomi ini juga bakal dijual di Indonesia.

Sumber: KOMPAS Tekno

Inikah Wujud iPhone 5SE?

                             Sebuah bocoran dari produsen casing ponsel mengindikasikan bahwa iPhone 5SE memiliki dimensi serupa dengan iPhone 5S lawas.Bocoran ini diperkuat dengan adanya gambar desain iPhone 5SE yang digunakan untuk membuat casing ponsel.

Selain soal kemiripan dengan iPhone 5S, sebagaimana dilansir KompasTekno dari 9to5mac, Jumat (26/2/2016), sumber dalam juga mengatakan bahwa perangkat baru tersebut mengalami sejumlah perubahan.

Tombol power yang biasanya berada di bagian atas kini direlokasi ke bagian samping bodi ponsel. Bagian sudut dan panel kaca depan iPhone 5SE pun dibuat melengkung mirip iPhone 6 dan 6S.

Sedangkan di bagian tombol Home, disematkan sebuah Touch ID yang bakal dipakai untuk membuka dan mengunci ponsel melalui sidik jari pengguna.

Selebihnya, tampilan luar iPhone 5SE benar-benar bagai pinang dibelah dua dengan iPhone 5S.

Desas-desus yang muncul selama ini memang berspekulasi bahwa iPhone 5SE berukuran 4 inci dan dibekali dengan spesifikasi mutakhir.

Dapur pacunya dikatakan memakai chip A9 dan M9 seperti dipakai dalam iPhone 6S. Ada kemampuan Live Photos, pembaruan hardware kamera, serta chip NFC.

Apple diprediksi bakal meluncurkan iPhone 5SE pada 15 Maret mendatang dalam sebuah acara, dan mulai menjualnya pada 18 Maret.

Sumber: KOMPAS Tekno

Kominfo Gandeng Huawei Bikin Pelatihan Aplikasi

                             Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serius mengembangkan ekosistem startup lokal. Salah satu upayanya dengan mengadakan "Pelatihan dan Pengembangan Inovasi Mobile Apps" bagi 100 pebisnis online. Inisiasi itu diselenggarakan dengan menggandeng Huawei Indonesia. Berdasarkan situs resmi Kominfo, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Jumat (26/2/2016), ada tiga hal yang bakal diperoleh peserta pelatihan.

Pertama, peserta akan diarahkan menyusun pemrograman mobile apps. Lalu, peserta juga dijejali pengetahuan komperhensif tentang HAKI.

Dengan dua wawasan itu, peserta seharusnya sudah mampu mengembangkan bisnisnya. Untuk ini, peserta juga bakal mendapat dukungan inkubasi.

Pelatihan akan dibagi menjadi dua batch. Yang pertama dilaksanakan dari 28 Maret hingga 8 April 2016. Sementara batch kedua akan dimulai dari 25 April hingga 10 Mei 2016.

Jika berminat, Anda bisa mendaftar lewat tautan ini, mulai 6 Maret mendatang. Selanjutnya, akan ada proses seleksi administrasi dan wawancara mulai dari 10 hingga 21 Maret 2016.

Sebelum mendaftar, Anda perlu menilik syarat yang ditentukan untuk jadi peserta. Di antaranya berusia 18 hingga 40 tahun dan memiliki ide bisnis pengembangan aplikasi online (diutamakan bernuansa edukatif).

Untuk informasi lebih lanjut, silakan berkunjung ke situs resmi Kominfo. Selamat mencoba!

Sumber: KOMPAS Tekno

YouTube Rilis Fitur “Penyensor” Video

                             YouTube meluncurkan sebuah fitur baru untuk menyensor video yang akan diunggah ke platform mereka. Kali ini alat sensor tersebut berupa tombol blur yang bisa dipakai memburamkan apapun.Pada 2012, YouTube telah mengeluarkan tombol pemburam wajah untuk menjaga tokoh dalam video tetap anonim. Namun urusan sensor menyensor memang ternyata tak cukup hanya wajah.

Para kreator berharap mereka bisa memburamkan berbagai hal dalam video. Lalu meluncurlah fitur tersebut.

“Fitur ini tersedia di YouTube versi desktop, dan bisa dipakai memburamkan objek apapun, termasuk yang bergerak,” tulis YouTube Privacy Lead Amanda Conway seperti dikutip KompasTekno dari blog resmi YouTube Creator, Jumat (26/2/2016).

Caranya, pilih video yang ingin diedit. Kemudian masuk ke tab “Blurring Effects” di bagian “Enchancement” dan gambar sebuah kotak di sekeliling objek apapun yang ingin diburamkan.

Jika objek yang dipilih bergerak, alat pemburam itu akan otomatis menyesuaikan dan memburamkan objek tersebut sepanjang durasi video.

Selain itu ada juga pilihan Lock untuk mengunci kotak buram di area tertentu. Ini dapat digunakan pada objek yang tak bergerak.

“Alat ini bisa digunakan untuk berbagai tujuan, tapi kami membuatnya dengan pertimbangan anonimitas visual. Ini adalah cara sederhana untuk memburamkan orang, informasi kontak, atau data keuangan tanpa harus menghapus dan mengunggah ulang video,” lanjut Conway.

Sumber: KOMPAS Tekno

Sebentar Lagi, Memori Internal Ponsel Setara Laptop

                             Kapasitas memori internal ponsel pintar tak lama lagi akan setara laptop, seiring dengan produsen memori Samsung yang memulai produksi chip memori dengan kapasitas 256 gigabyte.Dikutip KompasTekno dari Trusted Reviews, Jumat (26/2/2016), Samsung memulai produksi massal chip baru tersebut berdasar standar universal flash storage (UFS) 2.0.

Menurut Samsung, penyimpanan berbasis flash tersebut memiliki kecepatan dua kali lipat lebih kencang dibanding generasi memori UFS sebelumnya.

Dengan demikian, ponsel-ponsel di masa mendatang bukan hanya bisa mengejar soal besaran kapasitas memori perangkat laptop, melainkan juga dari sisi kecepatannya (baca/tulis) juga.

Memori flash berbasis UFS 2.0 itu digadang-gadang memiliki kecepatan baca (read) dua kali SSD berbasis SATA, yaitu 850 MB/s, walau kecepatan tulisnya (write) lebih lambat sekitar 250 MB/s.

Samsung mengatakan memori tersebut bisa dipakai utnuk memutar video Ultra HD dengan lancar. Jika dikombinasikan dengan teknologi USB 3.0, maka kecepatan tranfer data antar perangkat juga akan terdongkrak.

Selain itu, bentuk fisik chip memori baru tersebut juga akan lebih kecil dari kartu microSD, sehingga bakal mudah diintegrasikan di berbagai desain smartphone.

Sumber: KOMPAS Tekno

Ini Alasan Samsung Turunkan “Megapiksel” Galaxy S7

                            BARCELONA,  Samsung memperkenalkan duet flagship Galaxy S7 dan S7 Edge dengan sensor kamera yang diturunkan. Dari yang sebelumnya 16 megapiksel pada Galaxy S6 dan S6 Edge, kini menjadi 12 megapiksel.Keputusan itu bukan tanpa alasan. Ternyata desain kamera yang lebih tipis adalah salah satu penyebabnya. Hal itu dikemukakan Direktur Marketing Samsung Electronic Indonesia Vebbyna Kaunang.

“Tim kami sudah berupaya membuat smartphone terbaik secara desain dan teknologi. Untuk S7, desain lensa kamera yang lebih tipis ternyata punya konsekuensi lain, yaitu penurunan sensor kamera,” kata dia pada KompasTekno, di Barcelona, Spanyol.

Diketahui, desain kamera Galaxy S7 dan S7 Edge memang jauh lebih tipis dari pendahulunya. Dengan ketebalan 0,46 mm -sebelumnya 1,7 mm-, cangkang kamera keduanya bahkan hampir rata dengan bodi smartphone.

Fatimah Kartini Bohang Tampak atas Samsung Galaxy S7 Edge

Meski megapiksel-nya menurun, Samsung mengklaim kamera Galaxy S7 dan S7 Edge tetap unggul dibandingkan pendahulunya. Bahkan, tangkapan gambar yang diambil dikatakan paling baik di industri smartphone saat ini.

Hal itu dimungkinkan bukaan yang meningkat dari f/1.9 menjadi f/1.7. Artinya, tangkapan gambar pada kondisi minim cahaya (low-light) seharusnya lebih mantap.

Untuk membuktikannya, KompasTekno mencoba membidik foto di malam hari dengan kamera Galaxy S7. Ternyata hasilnya memang tak mengecewakan.

Fatimah Kartini Bohang Hasil bidikan gambar di malam hari menggunakan kamera Samsung Galaxy S7

Selain itu, kamera Galaxy S7 dan S7 Edge juga sudah dibenamkan teknologi “dual pixel”. Teknologi tersebut diklaim baru pertama kali disematkan pada sebuah smartphone. Sebelumnya, dual pixel dikatakan hanya ramai pada industri kamera “serius” seperti SLR.
Kegunaan utamanya mencakup dua hal. Pertama, mempercepat pendeteksian fokus otomatis gambar(autofocus), sehingga hasil jepretan tetap cantik meski dalam keadaan tergesa-gesa.
Kedua, memungkinkan kamera membidik gambar ke lebih dari satu fokus sekaligus. Jika diibaratkan mata, dual pixel memungkinkan mata kiri dan kanan manusia melihat dua hal berbeda dengan fokus yang sama.

Fatimah Kartini Bohang Tangkapan kamera Samsung Galaxy S7

Hasil jepretan kamera Galaxy S7 memang tampak seperti tangkapan mata. Warnanya lebih keluar dan tak didapati noise yang biasanya muncul ketika membidik gambar low-light.

“Dengan teknologi yang ditingkatkan, sensor 12 megapiksel di Galaxy S7 sebenarnya setara dengan kemampuan 24 megapiksel,” Vebbyna menuturkan.

Sumber: KOMPAS Tekno

Google dkk Wajib Bentuk Usaha Tetap di Indonesia, Ini Alasannya

                            JAKARTA,  Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menegaskan bahwa perusahaan over the top (OTT) yang tidak membuat Badan Usaha Tetap (BUT) akan diblokir. Alasannya bukan soal konten namun terkait aspek bisnis dan perlindungan konsumen.OTT sendiri merujuk pada konten atau layanan pihak ketiga yang bisa diakses pengguna melalui internet tanpa ada keterlibatan atau kontrol dari penyelenggara internet. Contoh perusahaan OTT yang beroperasi di Indonesia adalah Facebook, Google, dan Twitter.

Desakan untuk membuat BUT sebenarnya bukan hanya di Indonesia saja. Menurut Rudiantara hal seperti itu lumrah diminta oleh negara-negara yang tempat beroperasinya OTT.

“Harus BUT di sini (Indonesia). Saya juga sudah presentasikan soal itu ke mereka saat ke Silicon Valley,” terang Rudiantara.

Dia menambahkan, alasan utama mendesak OTT membuat BUT adalah perlindungan konsumen. Terutama dari sisi data pribadi yang mereka kumpulkan dan gunakan.

Bayangkan, sebuah OTT seperti Facebook saja bisa mengumpulkan berbagai data mulai dari kegemaran, alamat, hingga tempat-tempat yang dikunjungi penggunanya. Hal tersebut bisa saja dipakai untuk berbagai tujuan sehingga mesti dikenai aturan tertentu agar pemilik data terlindungi.

“Perlindungan datanya gimana? Kalau ada BUT, kita bisa atur dan proteksi buat masyarakat Indonesia,” terang pria yang akrab disapa Chief RA itu.

Selain perlindungan konsumen, desakan membuat BUT ini juga terkait aspek bisnis.

Sebuah BUT wajib tunduk terhadap Undang-undang Perpajakan. Artinya setiap transaksi yang dilakukan perusahaan asing di Indonesia akan dikenai pajak.

Dengan kata lain, BUT membuat segala pemasukan OTT yang diperoleh dari operasional mereka di Indonesia bisa dijadikan objek pajak.

“Kita ciptakan iklim yang friendly terhadap bisnis, tapi ada hal-hal yang tak bisa dikompromikan,” pungkasnya.

Chief RA mengatakan saat ini sedang menggodok aturan mengenai OTT dan rencananya akan dikeluarkan pada akhir Maret. Pasca dikeluarkan, akan ada masa transisi sehingga perusahaan bisa menyesuaikan diri untuk memenuhinya.

Saat ini ada OTT yang sudah memiliki representative office atau kantor perwakilan di Indonesia, yaitu Google dan Twitter. Namun fungsi kantor tersebut beda dengan BUT.

Selain itu ada juga OTT yang bertransakti di Indonesia, tapi justru mencatat transaksinya di luar negeri.

Menkominfo menyatakan memberi kemudahan bagi OTT untuk membuat BUT. Mereka tidak diwajibkan mendirikan kantor sendiri, tapi bisa saja dengan cara joint venture dengan perusahaan lokal atau bekerja sama dengan operator.

Sumber: KOMPAS Tekno

Rela Antre Panjang demi Primadona Baru di Pesta Teknologi Barcelona

                            BARCELONA,  Antrean panjang mengular dari sudut kiri booth Samsung, di arena Mobile World Congress (MWC) 2016, Fira Gran Via, Barcelona, beberapa hari lalu. 

Kala itu masih pukul 10 pagi, ketika jurnalis KompasTekno tiba di arena dengan luas lebih dari tiga kali lipat JIExpo Kemayoran tersebut.
Sebagian pengantre tentu datang lebih awal. Mereka tak hendak menyambangi sisi dalam booth Samsung, di mana flagship teranyar Galaxy S7 dan S7 Edge dipamerkan. Mereka sedang menunggu giliran merasakan pengalaman realitas virtual atau lebih acap disebut virtual reality (VR).

Fatimah Kartini Bohang Pengalaman menonton 4D dengan Samsung Gear VR, Senin (22/2/2016) di booth Samsung, dalam arena MWC 2016, Fira Gran Via, Barcelona, Spanyol.Melihat panjangnya antrean, jurnalis KompasTekno melongok ke booth-booth lain. Masih banyak inovasi teknologi dari vendor-vendor kawakan yang bisa ditengok pada pameran mobile tahunan terbesar di dunia tersebut.
Sejam hilir mudik, KompasTekno kembali ke booth Samsung untuk menemukan antrean yang semakin panjang. Kali ini dengan wajah-wajah pengantre baru.

Fatimah Kartini Bohang Antrian panjang di booth Samsung, Senin (22/2/2016), di arena MWC 2016, Fira Gran Via, Barcelona, Spanyol.

Antrean serupa juga tampak pada booth SK Telecom. Jaraknya hanya sepelemparan batu dari booth Samsung. Rupanya operator telekomunikasi asal Korea Selatan itu juga sedang menarik perhatian khalayak dengan penawaran menjajal VR gratis.

Menuju era VR
VR adalah masa depan industri teknologi. Setidaknya hal itu yang disepakati para “raksasa” semisal Samsung, Facebook, Apple, Sony, dan LG.
Masing-masing vendor rela menggelontorkan investasi rata-rata puluhan juta dollar AS untuk mewujudkan kemampuan visual bak nyata tersebut.

Fatimah Kartini Bohang Pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg mendadak muncul di acara peluncuran “Samsung Galaxy Unpacked” di Barcelona, Minggu (21/2/2016)”Bayangkan Anda bisa merasa benar-benar ada di suatu tempat dan kejadian hanya dengan menggunakan sebuah alat,” kata CEO Facebook Mark Zuckerberg pada acara peluncuran bertajuk “Samsung Galaxy Unpacked” di Barcelona, Spanyol, beberapa saat lalu.
Terminologi “masa depan” pun dibuat spesifik. Kurang lebih lima tahun dari sekarang, atau pada 2020 mendatang, VR diproyeksikan sebagai kebutuhan masyarakat modern seperti halnya smartphone hari ini.
Pada 2020 memang dijadikan tahun penuh harapan untuk industri teknologi. Digadang-gadang sebagai era awal “Internet of Things”, 2020 bukan cuma milik VR.
Pakar teknologi memprediksi 2020 juga harapan untuk machine learning, driveless car, dan segala macam rupa yang selama ini cuma eksis di film-film sci-fi.
Penguatan ekosistem (vendor, jaringan internet, masyarakat)
Hingar-bingar VR sudah terasa sehari sebelum kunjungan KompasTekno ke ajang MWC 2016. Tepatnya pada acara peluncuran Galaxy S7 dan S7 Edge, Minggu (21/2/2016) di Centre de Convencions Internacional, Barcelona.

Fatimah Kartini Bohang Peluncuran Samsung galaxy S7 dan S7 Edge menggunakan VR, Minggu (21/2/2016) di Barcelona, SpanyolKonsep perilisan lini Galaxy kala itu berbeda dari pendahulunya. Bangku undangan dan wartawan yang biasanya berbaris lurus menghadap panggung, kini dibuat berbaris membulat mengelilingi panggung.
Skema itu menggambarkan format video 360 yang didukung perangkat VR. Prinsip filosofisnya, konten visual digital tak cukup dipandang satu arah ke depan. Ia juga harus bisa dilihat ke samping, atas, belakang, dan bawah.
Tak melulu soal desain panggung, Samsung juga mematrikan “Gear VR” di atas ribuan bangku yang tersedia. Hadirin diminta memakai kacamata pintar tersebut agar bisa menikmati peluncuran produk dengan pengalaman realitas virtual.

Fatimah Kartini Bohang Merasakan pengalaman realitas virtual dengan menggunakan Samsung Gear VRDari sudut lain Barcelona, selain Samsung, ajang MWC 2016 juga dijadikan momentum LG dan HTC merilis perangkat VR termutakhir. LG meluncurkan “360 VR” dan HTC merilis generasi kedua “Vive”.
Untuk memperkuat ekosistem VR, Samsung dan LG juga menelurkan kamera khusus yang memungkinkan pembidikan dan perekaman konten 360. Keluaran Samsung dinamai “Gear 360”, sementara buatan LG bertajuk “360 Cam”.

Fatimah Kartini Bohang Samsung Gear 360Adu inovasi VR antar vendor menunjukkan pertumbuhan ekosistem teknologi yang lebih mapan. Tak cuma dari vendor, keseriusan VR pun ditopang infrastruktur jaringan internet yang sesuai standar.
Di MWC 2016, SK Telecom mengindikasikan kesiapan jaringannya dengan memamerkan booth khusus menjajal VR. Di Indonesia, para operator pun tak kalah. Masing-masing sudah menggelar jaringan internet generasi keempat 4G LTE yang memungkinkan terwujudnya beragam inovasi teknologi terapan.

Fatimah Kartini Bohang Operator asal Korea Selatan SK Telecom turut perkuat ekosistem VRTantangan selanjutnya datang dari sisi konsumen. Pasalnya, belum banyak orang yang merasa membutuhkan, atau bahkan tahu tentang adanya teknologi VR.
Hal itu diakui Marketing Director Mobile Division Samsung Indonesia Vebbyna Kaunang. Menurut dia, VR masih benar-benar baru bagi masyarakat, sehingga perlu edukasi bertahap yang lebih intens.
“Kami akan buka makin banyak experience shop, jadi nanti di Samsung Experience Store itu bisa dicoba,” kata dia.
Jika ekosistem ini terus ditumbuhkan, target 2020 bisa dibilang realistis. Pada zaman itu, masih adakah sekat antara realitas virtual dengan dunia nyata?

Sumber: KOMPAS Tekno

Bertemu Startup Indonesia Satu-satunya di MWC Barcelona

                            BARCELONA,  Ajang Mobile World Congress (MWC) 2016 yang berlangsung di kota Barcelona, Spanyol, tanggal 22-25 Februari adalah ajang eksebisi internasional yang menjadi kiblat industri mobile. Segala yang berkaitan dengan teknologi dan inovasi teranyar di duina mobile ditampilkan di sini. Para pelaku industri pun tumpah ruah memadati arena pameran yang menempati area seluas hampir 1.900 meter persegi di gedung eksebisi Fira Gran Via. Mulai dari penyedia infrastruktur telekomunikasi, operator, pabrikan gadget, hingga pengembang aplikasi hadir dan saling unjuk gigi.

Hampir semuanya berasal dari negeri-negeri lain di luar Indonesia, kecuali satu, yakni stand aplikasi filter spam untuk mobile, Clean Messaging, milik duo pengembang Anton Nasser dan R. Ari Sudrajat. Keduanya asli Indonesia. Startup mereka merupakan satu-satunya peserta MWC 2016 dari Tanah Air.

“Kami sudah coba cari orang lain dari Indonesia lewat fitur pencarian ekshibitor di situs MWC, untuk cari teman, tapi tidak ketemu,” ujar Ari kepada KompasTekno saat disambangi di booth Clean Messaging, Rabu (24/2/2016),

KompasTekno juga tak menemukan peserta lain yang berasal dari Indonesia di situs dimaksud. Memang, ada sejumlah orang Indonesia lain yang bisa dijumpai di arena pameran, tetapi mereka bekerja untuk brand asing yang sudah mendunia.

Mungkin tak akan ada peserta dari Indonesia sama sekali di MWC 2016 kalau bukan karena Clean Messaging. Peserta dari negara lain, seperti Malaysia dan Singapura berjumlah lebih banyak. Tepat di samping booth milik Ari dan Anton, ada paviliun berupa area luas yang sengaja disewa untuk menjadi ajang eksebisi sejumlah perusahaan dari China.

“Pemerintah negara lain banyak yang menyewa paviliun seperti itu untuk menampilkan pelaku industri mobile dari negara mereka,” kata Ari. Dia mengeluhkan tidak adanya inisiatif serupa dari pemerintah Indonesia untuk mendorong startup agar tampil di ajang trade show akbar macam MWC 2016

Padahal, menurut dia, acara demikian bisa mendorong perkembangan usaha, baik yang masih kecil maupun sudah besar dengan mempertemukan mereka dengan para pelaku industri lain dari seantero belahan dunia.

Cari kesempatan

Meski harus merogoh kocek sendiri, Ari dan Anton memberanikan diri menyewa booth berukuran kurang dari 9 meter persegi. Meski kecil, harga sewanya disebutkan mencapai ratusan juta rupiah. Semua demi mendorong aplikasi Clean Messaging yang baru berumur kurang dari 4 bulan sejak pertama meluncur pada November 2015.

Ari dan Anton sebelumnya sudah memiliki usaha content provider yang bisa memberi mereka pemasukan sehingga bisa memodali Clean Messaging di bawah perusahaan yang baru dirintis.

Lalu, apa tujuan Clean Messaging bertandang ke Barcelona? Para pembuatnya ternyata ingin menyasar pasar internasional.

“Kami ingin cari rekanan dari operator telekomunikasi atau vendor gadget. Clean Messaging ini kan aplikasi anti-spam, jadi bisa diintegrasikan dan membantu dua jenis bisnis itu, misalnya dengan disertakan sebagai filter spam default di ponsel” terang Ari. Selain itu, dia juga mencari investor yang tertarik untuk mengembangkan usahanya.

Ari dan Anton pun giat memperkenalkan diri pada para operator dan vendor yang banyak bertebaran di arena pameran, selain menyambut pengunjung yang datang ke booth miliknya.

Menurut Ari, seperti pameran lain yang serupa, kebanyakan pengunjung MWC 2016 merupakan pelaku industri yang bermaksud mencari kesempatan -entah berupa produk atau jasa- untuk mengembangkan kepentingan masing-masing. Karena itu tak jarang booth Clean Messaging didatangi oleh para perwakilan perusahaan yang tertarik dengan produk yang ditawarkan.

“Tindak lanjutnya bisa langsung dilakukan, atau bisa komunikasi setelah acara,” katanya.

Anti-spam

Clean Messaging yang dijagokan oleh Ari dan Anton merupakan aplikasi filter spam SMS agar pengguna bisa terhindar dari pesan-pesan yang tidak diinginkan seperti SMS promosi, penipuan atau bahkan phising.

Mekanisme kerjanya mirip-mirip “crowdsourcing” di mana aplikasi yang terpasang di ponsel akan terus mengirim pembaruan data ke server terkait nomor yang dipakai untuk mengirim SMS spam atau isinya.

Ari mengatakan pembaruan tersebut diperlukan untuk memblokir spam secara efektif karena pengirimnya kerap berganti nomor setiap melakukan blast SMS maupun mengganti kata-kata di dalamnya seperti “jual” menjadi “ju4l”, misalnya. “Inilah sebabnya operator telekomunikasi kesulitan melakukan pemblokiran SMS spam,” ujar dia.

Pengiriman data dari aplikasi client ke server dilakukan secara otomatis. Apabila ditemukan spam dengan sumber atau gaya penulisan baru yang tidak ada di basis data, aplikasi akan mengirim langsung informasi pembaruan ke server. Nomor penerima SMS tidak disertakan untuk menjaga privasi. Isi pesan juga hanya bisa dibuka dan dianalisis oleh program AI (artificial intelligence) yang tertanam di server.

Cara pemblokiran spam seperti ini diklaim meningkatkan tingkat sukses pemblokiran spam sehingga bisa melewati aplikasi anti-spam mlik Google sekalipun. Tentu, pengguna bisa memilih agar meloloskan SMS dari pihak tertentu yang memang dikehendaki.

Clean Messaging juga disebut cukup pintar untuk membiarkan SMS yang memang mengandung informasi penting serta memblokir SMS spam, meski keduanya berasal dari pihak yang sama, misalnya info transaksi dan promo dari bank.

Medium SMS sengaja dipilih karena dinilai sebagai sarana yang paling efektif dipakai untuk menyebarkan spam ke ponsel. “Kalau lewat aplikasi instant messenger seperti WhatsApp atau Line, menyebarkan spam akan sulit krena ponsel target penerima belum tentu terpasang aplikasi yang bersangkutan,” ujar Ari menjelaskan alasannya.

Ia juga berniat menanamkan fitur identifikasi penelepon ala WhosCall di Clean Messaging agar bukan cuma SMS Spam saja yang bisa diblokir, namun juga telepon dari pihak yang tak diinginkan

Clean Messaging sendiri kini baru tersedia untuk platform Android melalui Google Play Store karena Apple (iOS) tak mengizinkan SMS pengguna diutak-atik. Ari mencatat aplikasinya telah dipakai oleh 20.000 pengguna yang sebagian besar berasal dari Indonesia.

Monetisasi sejauh ini dilakukan lewat penayangan iklan dan menyediakan versi berbayar yang bebas iklan. Meski mengaku belum memiliki rekanan, Ari dan Anton berharap bisa merangkul para operator telekomunikasi di dunia internasional.

“Target kami bemitra dengan 80 operator, atau kurang lebih 10 persen dari jumlah operator seluler di seluruh dunia. Kalau tercapai, itu sudah bagus,” pungkas Ari.

Sumber: KOMPAS Tekno

Alphabet dan Facebook Siap Dukung Apple di Pengadilan

                             Beberapa raksasa teknologi ternama dunia dikabarkan bakal bersatu membantu Apple di pengadilan. Dukungan tersebut dilancarkan sebagai bentuk perlindungan terhadap privacy pengguna.Menurut sumber yang tidak disebut namanya, sebagaimana KompasTekno rangkum dari The Wall Street Journal, Jumat (26/2/2016), perusahaan seperti Alphabet (induk Google), Facebook, dan Microsoft berencana untuk memasukkan sebuah mosi bersama untuk mendukung Apple dalam pengadilan.

Selain tiga nama perusahaan besar tersebut, sebenarnya masih ada satu nama raksasa teknologi yang dikatakan siap membantu Apple. Hanya saja, nama terakhir ini masih menjadi misteri.

Perusahaan mikroblogging Twitter juga dikatakan siap untuk membantu Apple dalam sebuah mosi. Akan tetapi, tidak diketahui apakah mosi tersebut bakal digabungkan dengan tiga perusahaan pertama tadi atau tidak.

Apple sendiri saat ini sedang “melawan” pemerintah AS soal permintaan pembuatan backdoor di perangkat iPhone yang diduga milik teroris pelaku penembakan di San Bernardino. Privacy pengguna merupakan alasan di balik keputusan Apple tersebut.

Backdoor yang diminta FBI memungkinkan passcode untuk dimasukkan secara elektronik sehingga iPhone lebih mudah dijebol dengan teknik “brute force”, yakni menebak angka kunci dengan memasukkan jutaan kombinasi per detik dengan bantuan komputer.

Apple khawatir aplikasi semacam itu nantinya bisa digunakan untuk membuka iPhone lain di luar kepunyaan sang teroris, tak peduli siapa pemiliknya ataupun berapa banyaknya.

Memang, pihak pemerintah AS dalam hal ini hanya ingin memakai backdoor yang bersangkutan sebanyak sekali. Namun, tak ada jaminan bahwa sang program berbahaya tak bakal jatuh ke lain pihak atau digunakan oleh pihak berwajib untuk keperluan lain.

Apabila pemerintah AS berhasil mendapatkan keinginannya, kasus ini nantinya akan berimplikasi luas pada masa yang akan datang. Pemerintah AS bakal memiliki kuasa untuk memata-matai ponsel siapa pun untuk mengambil data dan bisa memerintahkan Apple untuk menyadap informasi pengguna.

Sumber: KOMPAS Tekno

Hugo Barra Beri Isyarat Xiaomi Mi5 Akan Masuk Indonesia

                             Xiaomi resmi meluncurkan ponsel Mi5 terbaru di ajang Mobile World Congress (MWC) 2016, Barcelona. Namun ponsel ini tak akan dirilis global, hanya di negara tertentu saja.Dalam sebuah sesi wawancara, usai peluncuran tersebut, Vice President Xiaomi Hugo Barra mengatakan ponsel mutakhir tersebut akan dijual di negara-negara yang jadi pasar utama Xiaomi.

Sementara ini, Amerika dan Eropa tidak termasuk dalam daftar keutamaan tersebut sehingga belum bisa dipastikan akan dijual di sana atau tidak.

“Fokus Mi5 adalah market tempat kami beroperasi sekarang. Mi5 tidak akan diluncurkan di luar core market kami,” terang Barra.

Dalam percakapan tersebut memang dia tak merinci negara mana saja yang dimaksud.

Namun seperti dilansir KompasTekno dari GSM Arena, Jumat (26/2/2016), saat ini Xiaomi sudah beroperasi antara lain di Indonesia, China, India, Singapura, Hongkong, Filipina, Malaysia, dan kemungkinan di Brasil.

Merujuk pernyataan Hugo, Xiaomi Mi5 kemungkinan besar akan turut dipasarkan di Indonesia.

Ponsel flagship ini akan diproduksi dalam tiga versi, yaitu dua versi standar dan satu versi mewah yang disebut sebagai Mi5 Pro.

Semuanya dibuat dengan rangka berbahan logam serta bagian tepi melengkung, mirip dengan bodi Samsung Galaxy S7 Edge. Sedangkan bagian punggung perangkat tersebut dibuat berbeda, Mi5 Pro menggunakan bahan keramik dan Mi5 standar menggunakan bahan kaca.

Xiaomi mengisi dapur pacu Mi5 dengan chipset Qualcomm Snapdragon 820 dikombinasikan dengan RAM 4 GB (Mi5 Pro) atau RAM 3 GB (Mi5 standar). Sedangkan memori internalnya terdiri dari 128 GB (Mi5 Pro) dan 32/64 GB (Mi5 Standar).

Kamera utamanya menggunakan sensor setajam 16 megapiksel, fitur optical image stabilizer untuk mencegah blur, diafragma selebar f2.0 dan kemampuan merekam video 4K. Sedangkan kamera selfie menggunakan sensor setajam 4 megapiksel.

Sumber: KOMPAS Tekno