Microsoft Akuisisi Pengembang Aplikasi Mobile Xamarin

                             Microsoft sedang getol mengakuisisi perusahaan aplikasi mobile. Setelah Wunderlist, Acompli, dan Talko, kini yang paling baru Microsoft mengakuisisi perusahaan pembuat aplikasi mobile Xamarin."Dengan akuisisi ini, tools developer kami akan terintegrasi lebih mendalam, dam memberikan pengalaman pengembangan aplikasi mobile yang mudah," kata Scott Guthrie, Executive Vice President of Microsoft’s Cloud and Enterprise Group.

Kombinasi Xamarin, Visual Studio, Visual Studio Team Services, dan Azure diyakini oleh Guthrie bisa memberikan solusi pengembangan aplikasi yang dibutuhkan semua pengembang utnuk membuat, menguji, dan mendistribusikan aplikasi mobile untuk semua perangkat.

“Kami tak sabar menunggu aplikasi apa yang bisa Anda buat dengannya,” ujar Guthrie seperti dikutip KompasTekno dari Venture Beat, Jumat (26/2/2016).

Akuisisi ini sangat penting bagi Microsoft di tengah usahanya membawa aplikasi-aplikasi mobile Microsoft ke platform lain, seperti Android dan iOS.

Microsoft memang telah mendukung pemrograman Apache Cordoba untuk mengubah bahasa pemrogramannya ke paltform Android dan iOS, namun dengan bergabungnya Xamarin, maka langkah untuk membuat aplikasi berbasis iOS dan Android bisa dipercepat lagi.

Xamarin sendiri telah menjadi rekan Microsoft sejak lama. Tools-tools buatan Xamarin bahkan telah mendukung Microsoft Visual Studio, Azure, Office 365, dan Enterprise Mobility Suite.

Xamarin yang berdiri sejak 2011 hingga kini diklaim memiliki lebih dari 15.000 pelanggan. CEO Xamarin Nat Friedman pernah mengatakan perusahaannya memiliki revenue puluhan juta dollar AS per tahun.

Pada 2014, Xamarin mendapatkan pendanaan 54 juta dollar AS dari investor Charles River Ventures, Floodgate, Ignition Partners, Insight Venture Partners, dan Lead Edge Capital.

Tidak dijelaskan lebih detil tentang nilai akuisisi Microsoft terhadap Xamarin ini.

Sumber: KOMPAS Tekno

Tombol Baru “Like” Facebook Sudah Bisa Dipakai di Indonesia

                             Setelah diperkenalkan secara global pada awal minggu ini, tombol Facebook Reactions mulai bisa dipakai oleh pengguna Facebook di Indonesia.Pantauan KompasTekno, tombol baru "like" tersebut mulai di-update oleh Facebook pada Jumat (26/2/2016) pagi. 

Versi final tombol Reactions berkurang satu dari versi yang diuji cobakan pada akhir tahun lalu. Jika versi beta-nya memiliki tujuh emoticons, maka versi finalnya hanya terdiri enam emoticon.

Facebook memutuskan untuk menghapus tombol “Yay” di versi final, tidak jelas apa alasannya. Selain dari itu, tombol-tombolnya tetap sama, yaitu Like, Love, Haha, Wow, Sad atau Angry.

Dengan demikian pengguna bisa lebih ekspresif menunjukkan reaksinya terhadap status update di akun temannya.

Untuk memakainya, bila menggunakan aplikasi Facebook mobile, maka pengguna cukup menahan tombol Like hingga muncul berbagai pilihan reaksi.

Bila membuka Facebook dari peramban desktop, cukup letakkan kursos di atas tombol Like beberapa saat hingga muncul berbagai pilihan reaksi. Selanjutnya pilih saja, reaksi tersebut akan melekat di tempat yang diharapkan.

“Setiap hari orang datang ke Facebook untuk mengetahui keadaan seseorang, berbagi cerita, baik yang bermuatan canda, kesedihan, kebahagiaan atau suatu sikap kritis,” tulis Product Manager Facebook Sammi Krug seperti dilansir KompasTekno dari blog resminya, Kamis (25/2/2016).

Sumber: KOMPAS Tekno

17 Anak Muda Indonesia Masuk Daftar “Forbes”

                             Majalah Forbes melansir daftar "30 Under 30 Asia". Daftar tersebut berisikan nama-nama anak muda berusia bawah 30 tahun di wilayah Asia yang dianggap sebagai pemimpin menjanjikan, entrepreneur andal, dan game changer.Total, Forbes membagi daftar tersebut menjadi 10 kategori. Tiap-tiap kategori terdapat 30 nama. Itu artinya, ada 300 nama yang mengisi daftar tersebut.

Kategori-kategori itu di antaranya adalah Consumer Tech, Healthcare & Science, dan Entreprise Tech. Sebagian besar dari nama tersebut, uniknya, berasal dari industri teknologi.

Menariknya, terdapat beberapa nama asal Indonesia dalam daftar yang dilansir oleh Forbes itu.

Empat anak muda Indonesia terpilih yang berkecimpung di dunia teknologi, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Forbes, Kamis (25/2/2016), adalah Kevin Aluwi, pendiri sekaligus Chief Financial Officer dari Go-Jek; Benny Fajarai, Co-founder Qlapa; Arief Widhiyasa, Co-founder Agate Studio, dan Ferry Unardi, Cofounder & CEO Traveloka.

Tiga nama pertama masuk ke kategori “Consumer Tech” dan Ferry Unardi dari Traveloka masuk dalam kategori “Retail & Ecommerce”. Nama-nama tersebut juga disejajarkan dengan pendiri produsen smartphone terkenal asal China, yakni Carl Pei dari OnePlus.

Selain itu, ada juga beberapa nama tokoh muda Indonesia yang masuk ke kategori kesehatan, seperti Leonika Sari Njoto Boedioetomo, CEO Reblood dan Mesty Ariotedjo, Cofounder WeCare.id.

Berikut nama-nama tokoh muda asal Indonesia yang masuk ke daftar “30 Under 30 Asia” buatan Forbes tersebut.

Entertainmet & Sports

Joey Alexander Sila, 12 – Musisi

Arts

Peggy Hartanto, 27 – Desainer

Helga Angelina Tjahjadi, 25 – Cofounder Burgreens

Retail & Ecommerce

Carline Darjanto, 28 – Entrepreneur

Merrie Elizabeth, 28 – CEO & Creative Director BloBar Salon

Yasa Paramita Singgih, 20 – Founder & President, Men’s Republic

Ferry Unardi, 28 – Cofounder & CEO Traveloka

Finance & Venture Capital

Moses Lo, 27 – Founder & CEO Xendit

Abraham Viktor, 23 – Cofounder & CEO Taralite

Entreprise Tech

Abraham Ranardo, 25 – Cofounder Mailbird

Consumer Tech

Kevin Aluwi, 29 – Cofounder & Chief Financial Officer Gojek

Benny Fajarai, 25 – Cofounder Qlapa

Arief Widhiyasa, 28 – Cofounder Agate Studio

Social Entrepreneurs

Heni Sri Sundani Jaladara, 28 – Founder, Smart Farmer Kids In Action & AgroEdu Jampang Community

Muhammad Alfatih Timur, 24 – Cofounder & CEO KitaBisa

Healthcare & Science

Mesty Ariotedjo, 26 – Cofounder, WeCare.id

Leonika Sari Njoto Boedioetomo, 22 – Founder & CEO Reblood

Sumber: KOMPAS Tekno

Facebook, YouTube, dan Twitter Bisa Diblokir di Indonesia

                            JAKARTA,  Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memastikan akan bersikap tegas terhadap seluruh perusahaan over the top (OTT), seperti Google, Facebook, dan Twitter di Indonesia. Ketiga perusahaan teknologi asal AS tersebut diminta menjadi Badan Usaha Tetap (BUT) di Indonesia. 

Jika menolak, situs video YouTube milik Google, Instagram dan WhatsApp milik Facebook, dan layanan microblogging Twitter bisa saja diblokir oleh pemerintah.

“Kalau mereka nggak membuat BUT, nah kita mesti ada pinalti. Itu nanti akan proses konsultasi publik dulu (untuk aturannya). Kalau soal blokir ya bisa saja diblokir,” kata Rudiantara saat ditemui KompasTekno di kantornya, Gedung Kemenkominfo, Kamis (25/2/2016).

“Jangan berpikiran blokir ini masalah kontennya. Kalaupun nanti diblok, bukan soal itu. Ini masalah keberadaan mereka, presensi mereka sebagai BUT,” imbuhnya.

Kewajiban BUT berarti OTT mesti memiliki izin legalitas untuk beroperasi di Indonesia. Dengan menjadi BUT, ketiga perusahaan juga harus tunduk kepada Undang-undang yang berlaku di Indonesia, seperti harus memiliki kantor dan ada karyawannya di Indonesia.

Selain itu, sebuah BUT juga wajib tunduk terhadap Undang-undang Perpajakan. Artinya, setiap transaksi yang dilakukan oleh perusahaan asing di Indonesia akan dikenai pajak.

Rudiantara mengatakan mekanismenya tak harus dengan membuat kantor sendiri, tapi bisa saja dengan cara joint venture dengan perusahaan lokal atau melalui kerja sama dengan operator telekomunikasi.

Dengan adanya BUT segala pemasukan yang diperoleh dari operasional mereka di Indonesia itu akan jadi objek pajak. Pemerintah juga bisa lebih leluasa mengatur atau melindungi pengguna layanan di Indonesia.

Saat ini aturan terkait OTT tersebut masih digodok. Pemerintah berencana untuk mengeluarkan aturan tersebut bulan depan.

“Perkiraannya kita akan keluarkan aturan akhir Maret. Tapi akan ada masa transisi. Kan kita gak bisa juga begitu keluar langsung minta besok jadi,”

Saat ini beberapa OTT, seperti Google atau Twitter baru memiliki representative office saja di Indonesia. Selain itu ada juga OTT yang sudah beroperasi di Tanah Air namun transaksi masih dicatat di Singapura.

Sumber: KOMPAS Tekno

Ini Harga Samsung Galaxy S7 di Indonesia, Termurah Rp 8 Jutaan

                            JAKARTA,  Banderol harga dua smartphone terbaru Samsung, Galaxy S7 dan S7 Edge untuk pasar Indonesia akhirnya terungkap.Samsung Indonesia membanderol Galaxy S7 dengan harga Rp 9 juta dan Galaxy S7 Edge Rp 10,5 juta. Harga ini dipantau KompasTekno dari beberapa situs belanja. 

Banderol ini lebih rendah dari harga perdana Galaxy S6 yang saat itu dijual Rp 9,5 juta dan S6 Edge Rp 12,5 juta.

Sejumlah situs belanja online telah membuka masa pemesanan Galaxy S7 mulai Jumat (26/2/2016) pukul 00.00 WIB.

Dalam masa pre-order, Galaxy S7 dan S7 Edge ditawarkan dengan potongan harga dan bonus VR Gear. Harganya bervariasi, yang termurah Rp 8.149.000 untuk Galaxy S7 dan Rp 9.599.000 untuk S7 Edge.

Terdapat paket Galaxy S7 Edge dengan bonus gratis perangkat Gear VR seharga Rp 1,5 juta. Paket ini ditawarkan dengan harga mulai Rp 10.049.000 di sebuah situs belanja.

Penawaran potongan harga atau paket Gear VR diberikan beberapa bank dengan mensyaratkan penggunaan kartu kredit. Pemesanan dibuka hingga 13 Maret dan perangkatnya bisa diambil langsung mulai 25 Maret 2016.

Pemesanan Galaxy S7 dan S7 Edge dapat dilakukan dengan mengunjungi situs galaxylaunchpack.com atau langsung ke situs-situs yang ditunjuk Samsung, seperti Dinomarket, Blibli, Bhinneka, Erafone, Elevenia, dan JDid.

Yang perlu diperhatikan, duo Galaxy S7 yang ditawarkan pada masa pre-order adalah varian dengan prosesor Exynos 8890 dan memori internal 32 GB.

Seperti diketahui, Galaxy S7 yang diluncurkan di Barcelona, Spanyol ini memiliki model dengan prosesor dan besaran memori internal yang berbeda. Terdapat dua jenis prosesor, Snapdragon 820 dan Exynos 8890. Varian memori internalnya, 32 GB dan 64 GB.

Selebihnya, Galaxy S7 dan S7 Edge memiliki spesifikasi yang hampir mirip hanya berbeda soal ukuran dan bentuk layar. Galaxy S7 memiliki bentang layar 5,1 inci, sedangkan S7 Edge layar 5,5 inci yang melengkung.

Duet Samsung Galaxy S7 sama-sama dibekali RAM 4 GB dan kamera utama 12 megapiksel dengan bukaan f/1.7 yang lebih mumpuni mengambil gambar saat minim cahaya.

Yang menarik dari duo Galaxy S7 adalah kembalinya slot MicroSD untuk tambahan kapasitas penyimpanan data dan fitur anti-air. Kedua fitur ini sempat dihilangkan Samsung di Galaxy S6.

Sumber: KOMPAS Tekno

Kesal, ISIS Ancam Pendiri Facebook dan Twitter

                             Peretas (hacker) pendukung ISIS (Negara Islam Irak Suriah) mengincar dua eksekutif perusahaan teknologi dunia, CEO Facebook Mark Zuckerberg dan CEO Twitter Jack Dorsey.Dikutip KompasTekno dari The Wall Street Journal, ancaman tersebut dipublikasikan dalam sebuah video yang diunggah pada Selasa (23/2/2016) lalu oleh kelompok hacker ISIS yang menamakan dirinya "Sons Caliphate Army."

Dalam video tersebut, peretas ISIS itu mengungkapkan rasa kesalnya atas tindakan Facebook dan Twitter yang menghapus akun-akun pendukung ISIS atau yang berbau radikalisme.

Video tersebut diklaim sebagai video yang asli dari ISIS oleh Storyful, agensi berita yang selama ini memverifikasi konten yang diposting online.

Sons Caliphate Army mengaku memiliki lebih dari 10.000 akun Facebook, 150 grup Facebook, dan 5.000 akun Twitter yang telah dan akan dipakai untuk menyebarkan ajaran-ajaran radikalnya.

Walau tidak secara langsung mengatakan sedang mengincar Zuckerberg atau Dorsey, namun secara tersirat mereka menampilkan foto kedua petinggi jejaring sosial besar dunia itu beserta empat lubang peluru.

Di akhir video, terdapat tulisan dengan nada mengancam: “To Mark and Jack, founders of Twitter and Facebook and to their Crusader government. You announce daily that you suspended many of your accounts, and to you we say: Is that all you can do? You are not in our league.”

Peretas ISIS juga sesumbar bahwa untuk setiap satu akun yang diblokir, mereka akan membuat 10 akun baru lagi.

Perwakilan Facebook dan Twitter enggan mengomentari video tersebut. Begitu pula dengan biro penyelidik federal AS FBI.

Sumber: KOMPAS Tekno

Sony Pastikan “Kematian” Xperia Z

                             Setelah sempat simpang siur, Sony Mobile akhirnya resmi mengumumkan telah "mematikan" seri smartphone flagship, Xperia Z. Lini produk tersebut akan digantikan dengan Xperia X, smartphone yang baru diperkenalkan pada ajang Mobile World Congress 2016. Itu artinya, pengguna tidak akan melihat wujud dari Xperia Z6. 

“Lini Xperia Z telah mencapai puncaknya — seri Xperia X merupakan babak dan evolusi baru dari strategi produk kami,” tulis Sony, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Xperia Blog, Kamis (25/2/2016).

“Sementara seri Xperia Z adalah semua tentang membawa yang terbaik dari teknologi canggih Sony ke smartphone, seri Xperia X didasarkan pada membawa pengalaman pintar dan adaptif pengguna Sony di kamera, kinerja baterai, dan desain hardware/software,” lanjut Sony.

Sebelumnya, akun Facebook milik Sony Mobile Jerman mengembuskan kabar yang menyatakan bahwa Xperia X akan menggantikan Z series.

Sempat terjadi kebingungan karena akun resmi milik Sony Xperia News menyatakan bahwa Xperia Z tidak akan dihentikan dan terus berlanjut.

Pernyataan resmi dari Sony Mobile tersebut akhirnya benar-benar menjawab masa depan dari Xperia Z.

Sony memang merasa perlu membuka lembaran baru di pasar mobile, dan salah satunya adalah pengusungan nama baru pula untuk perangkat Android-nya.

Sumber: KOMPAS Tekno

OLX Bakal Gelar Pasar “Offline” di Jakarta

                            JAKARTA,  OLX akan menggelar pasar offline khusus kebutuhan ibu dan bayi di Jakarta. Rencananya pasar tersebut akan dibuka pada Sabtu, (27/2/2016) mendatang di Gandaria City.Pasar OLX tersebut ibarat pasar pada umumnya. Bedanya adalah barang yang ditawarkan merupakan barang bekas sehingga bisa lebih murah.

“Pasar OLX Ibu dan Bayi dihadirkan sebagai ajang COD untuk penjual dan pembeli di kategori produk Ibu dan Bayi mulai dari stroller hingga pompa ASI,” ujar Chief Marketing Officer OLX, Edward Kilian Suwignyo dalam keterangan resminya pada KompasTekno, Kamis (25/2/2016).

“Kami senang bahwa banyak Ibu yang terbantu untuk bisa memanfaatkan barang kebutuhan bayi yang sudah tidak lagi terpakai dan menjualnya untuk memenuhi kebutuhan lain,” imbuhnya.

Meskipun pasar tersebut menawarkan barang bekas, OLX mengklaim rata-rata barang tersebut masih dalam kondisi bagus. Alasan orang-orang menjualnya biasanya karena sudah tidak terpakai lagi, bukan rusak.

Penjual yang ingin ikutan bisa langsung mendaftar di situs pasarolx.id. Sedangkan calon pembeli bisa mencari barang yang dibutuhkan melalui situs OLX dan memasukkan tanda pagar #PasarOLX di kolom pencarian.

Sebelumnya OLX juga sudah pernah menggelar pasar serupa di Cihampelas Walk, Bandung. Acara tersebut mereka nilai sukses, karena itu acara serupa akan digelar di Jakarta.

OLX juga menggandeng sejumlah selebriti untuk ikut menjual perlengkapan ibu dan bayi yang sudah tak dipakai. Selebriti tersebut antara lain Melanie Subono, Pongky Barata, Tantri Kotak, Sarah Sechan, Nico Oliver, Tompi dan lainnya.

Sumber: KOMPAS Tekno

Mulai Hari Ini, Ada “Petir” di Hasil Pencarian Google

                             Ada yang berbeda dengan tampilan hasil pencarian Google hari ini. Beberapa hasil pencarian Google dilengkapi dengan logo bergambar petir bertuliskan "AMP".AMP akronim dari Accelerated Mobile Pages, merupakan proyek Google yang bertujuan mempercepat akses ke laman sebuah situs mobile. Situs yang mengaplikasikan AMP bisa diakses dengan lebih cepat dan hemat data ketimbang situs standar.

Per hari ini, Kamis (25/2/2016), Google secara resmi meluncurkan AMP untuk pengguna gadget mobile di Indonesia.

Untuk mengakses AMP, caranya sangat mudah, pengguna tinggal mengetik kata atau subjek yang ingin dicari di kotak pencarian. Kemudian, seperti biasa, Google akan menampilkan beberapa hasil pencarian yang ditandai dengan tanda petir.

Google Hasil pencarian menunjukkan beberapa situs dengan AMPLantas, apa bedanya dengan hasil pencarian tanpa “AMP”? Coba saja klik salah satu hasil pencarian dengan kata AMP.

Ya, ternyata situs yang sudah menggunakan AMP bisa dibuka jauh lebih cepat dari hasil pencarian lain.  

“Sekarang saat Anda mencari sebuah berita atau topik di Google melalui perangkat mobile, laman web relevan yang dibuat menggunakan AMP akan muncul. Berita yang Anda pilih akan dimuat dengan sangat cepat, dan Anda akan merasakan mudahnya membaca seluruh artikel tanpa harus menunggu waktu loading yang lama,” ujar Rudy Galfi, Product Manager, AMP, seperti KompaTekno rangkum dari keterangan resmi, Kamis (25/2/2106).

Apakah sebenarnya AMP itu? Ia merupakan proyek open source (www.ampproject.org) yang diumumkan secara global untuk pertama kalinya pada Oktober 2015 lalu.

Dalam kurun waktu empat bulan, ratusan penerbit, perusahaan teknologi, dan iklan telah bekerja bersama-sama untuk mengembangkan mobile web yang lebih baik bagi semua orang.

Hasil awal dari AMP menunjukkan bahwa laman web yang diperkuat dengan AMP akan dimuat 4 kali lebih cepat dan 10 kali lebih hemat data.

Hasil penelusuran Google berbasis AMP ini sudah bisa dinikmati di Indonesia. Salah satu penerbit konten yang telah mengaplikasikan teknologi AMP ini adalah Kompas.com.

Coba saja googling di ponsel dengan kata kunci “Kalijodo”, akan tampil beberapa tautan ke situs berita Kompas.com yang bertanda petir.

Sumber: KOMPAS Tekno

Apa yang Diakses Orang Indonesia di Ponsel 5,5 Jam Sehari?

                            JAKARTA,  Lembaga riset GFK mengumumkan hasil penelitian mereka mengenai perilaku pengguna internet di Indonesia. Salah satu temuan mereka adalah besarnya akses internet dari smartphone dan perubahan pilihan konten sesuai dengan usia."Faktanya digital telah mengubah banyak hal. Salah satu yang terbesar, bukan cuma soal perangkat yang dipakai mengakses konten tapi jenis konten seperti apa yang diakses," ujar Regional Director, Digital GFK Asia, Karthik Venkatakrishnan di acara Social Media Week 2016, Rabu (24/2/2016).

GFK melakukan penelitian tersebut di lima wilayah Indonesia, yaitu Jakarta, Bodetabek, Bandung, Surabaya, dan Semarang pada periode Oktober-November 2015. Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas orang mengakses internet rata-rata berusia di atas 13 tahun dan menggunakan smartphone.

Jumlahnya orang yang memakai smartphone mencapai 93 persen dari populasi pengguna internet. Jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan tablet atau komputer desktop.

“Pengguna tablet hanya mencapai angka 5 persen. Sementara pengguna desktop juga masih di angka 11 persen,” pungkas Karthik.

Salah satu pemicunya adalah tingkat penjualan smartphone yang mencapai 33 juta unit. Angka tersebut sudah melampaui jumlah penjualan ponsel feature yang hanya 20 juta unit.

Riset juga menemukan bahwa orang menghabiskan banyak waktu di depan smartphone. Kegiatannya memang tak selalu online, bisa saja sedang mengirim pesan, mencatat sesuatu, membuka kalendar, tapi semua itu dilakukan di smartphone.

“Orang menghabiskan waktu sampai 5,5 jam per hari di hadapan smartphone,” terangnya.

Makin tua makin religius

Selain soal perangkat pengakses, riset GFK juga menemukan variasi topik yang diakses pembaca berita di internet. Salah satu hal yang menarik adalah perbedaan topik berdasarkan usia.

Pada pengguna kelompok usia 13-22 tahun, topik yang paling sering diakses adalah berita hiburan, hobi, lalu fashion dan kecantikan.

Seiring naiknya usia, topik yang diakses pun berubah menjadi lebih berat. Antara lain bergeser ke arah politik, ekonomi, dan religi.

Kelompok usia 23-32 tahun lebih cenderung lebih suka mengakses topik bisnis dan ekonomi, traveling, serta hobi. Selanjutnya, kelompok usia 33-42 tahun, cenderung lebih banyak mengonsumsi topik sosial dan religi.

Dalam kelompok usia 43-52, terlihat topik yang paling banyak dikonsumsi adalah religi. Setelah itu baru topik lain, yaitu sains dan teknologi, politik, edukasi, serta sosial.

“Di sini terlihat bahwa semakin tua usia seseorang, maka akan beralih ke topik yang lebih berat dan serius. Misalnya religi,” ujar Karthik.

“Di dunia online, kuncinya adalah menciptakan konten yang menarik bagi pembaca. Selanjutnya orang akan menyebarkannya untuk Anda bahkan tanpa harus mengeluarkan biaya,” imbuhnya memberi saran.

Sumber: KOMPAS Tekno

Bos Facebook: OTT Justru Menguntungkan Operator Telekomunikasi

                            BARCELONA,  Sebagai salah satu penyelenggara layanan online terbesar (over the top - OTT) Facebook, WhatsApp, dan Instagram bebas berjalan di atas infrastrukur telekomunikasi di seluruh dunia (termasuk Indonesia) secara cuma-cuma. Jumlah pengguna dan angka pemakaian yang besar dari layanan-layanan itu banyak menyedot bandwith jaringan.

Di sisi lain, ada pandangan bahwa operator telekomunikasi selaku pemilik infrastruktur yang “ditumpangi” tidak memperoleh keuntungan dari OTT.

Namun benarkah begitu? Pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg punya pendapat sebaliknya.

Seperti dilaporkan jurnalis KompasTekno Oik Yusuf, menurut Zuckerberg, OTT dan operator justru bisa menjalankan “simbiosis mutualisme” yang saling menguntungkan.

“Para pengembang aplikasi memicu timbulnya permintaan atas data dari konsumen yang ingin mengkonsumsi aneka konten dari internet seperti video, misalnya,” ujar Zuckerberg ketika berbicara di sesi keynote Mobile World Congress 2016 di Barcelona, Spanyol, Senin (22/2/2016).

Hal ini, menurut dia, bakal menguntungkan juga buat operator karena mendorong tingkat konsumsi data yang pada akhirnya mmberi kontribusi pada pendapatan perusahaan telekomunikasi.

“Semakin besar konsumsi data semakin untung pula operator karena di era sekarang ini mereka berjualan paket data, bukan lagi voice seperti dulu,” lanjut Zuckerberg yang pada malam itu mengenakan setelan kaus abu-abu, celana jeans, dan sepatu kets andalannya seperti biasa.

Dia menggunakan istilah “pengembang aplikasi” (app developer), namun pada dasarnya mengacu pada para penyedia layanan over the top, termasuk Facebook sendiri.

“Ingatlah bahwa konsumen tidak membayar untuk memakai Facebook, mereka justru membayar untuk paket data dari operator,” tambah Zuckerberg.

Tak mau diatur

Konflik kepentingan antara OTT dan operator melahirkan regulasi baru dari pemerintah. Di Eropa misalnya, belakangan terbit aturan yang meminta OTT agar diatur berdasarkan lisensi, mirip model lisensi pada operator telekomunikasi.

Di Indonesia, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara tahun lalu pernah mengutarakan niatnya untuk mengikuti langkah Eropa dan menerapkan regulasi serupa di Indonesia.

Namun Zuckerberg menyatakan bahwa ia tidak setuju dengan wacana ini. Dia beralasan Facebook menganut model bisnis yang sama sekali berbeda dari operator telekomunikasi dan karena itu tidak bisa diperlakukan secara sama.

“Kami tidak membangun infrastruktur fisik, hanya mengembangkan aplikasi. Kami butuh kebebasan regulasi agar dapat menjalankan model bisnis yang sesuai,” tutupnya.

Sumber: KOMPAS Tekno

Snapdragon 820 Bakal Populerkan “Virtual Reality”

                            BARCELONA,  Prosesor mobile Snapdragon 820 dari Qualcomm sudah mulai bermunculan di beberapa smartphone anyar, seperti Samsung Galaxy S7, Xiaomi Mi5, dan LG G5. Perangkat-perangkat ini menjadikan virtual reality (VR) sebagai salah satu sajian utama, dipadu dengan sepasang kacamata VR dan kamera 360 derajat.

Pihak Qualcomm sendiri selaku pabrikan chip Snapdragon memang menitikberatkan kemampuan VR pada SoC kelas atas tersebut. Ia dipandang bakal menciptakan peluang baru terkait industr VR yang tengah menggeliat.

“Kami pikir Snapdragon 820 ini punya kemampuan untuk membawa virtual reality ke ranah mainstream sehingga nantinya bisa dinikmati banyak orang,” kata Senior Vice President Global Marketing Qualcomm Tim McDonough saat ditemui KompasTekno di arena pameran Mobile World Congress 2016 di Barcelona, Spanyol, Rabu (24/2/2016).

McDonough beralasan Snapdragon 820 dibekali kemampuan komputasi yang cukup untuk menghasilkan pengalaman VR yang mumpuni. Kinerja tinggi diperlukan untuk menampilkan alam VR dalam resolusi dan frame rate yang tinggi, juga dengan latency kecil sehingga tampil mulus dan meyakinkan.

“Semua inilah yang diperlukan agar ilusi VR tampak real dan tak berbeda dari dunia nyata. Jangan lupakan juga pemrosesan suara 3 dimensi yang membutuhkan kinerja sangat tinggi. Semua itu dimiliki oleh Snapdragon 820,” sebut McDonough.

Bisa dibawa-bawa

Menurut McDonough, nantinya bakal tercipta ekosistem VR yang terdiri dari dua jenis skenario penggunaan, yakni VR dengan komputer desktop atau laptop dan VR mobile. Perbedaan utamanya terletak di aspek portabilitas dan skenario penggunaan.

Teknologi VR dengan komputer seperti yang dimotori oleh Oculus Rift bakal banyak dipakai di skenario seperti gaming. Sementara, VR di mobile seperti yang didengung-dengungkan Qualcomm lewat Snapdragon 820 menawarkan kelebihan berupa mobilitas yang tinggi.

“Anda bisa dengan mudah membawa kacamata VR dan smartphone di dalam tas,” ujar McDonough.

Meski memandang kemampuan Snapdragon 820 sudah cukup mumpuni untuk menjalankan virtual reality, McDonough mengatakan pihaknya bakal terus meningkatkan kemampuan VR Qualcomm, seperti halnya kapabilitas video perlahan meningkat dari HD, full-HD, lalu sekarang 4K.

VR di mobile menurut dia, bakal menjadi tren di masa depan seiring dengan mulai tersedianya jaringan berkecepatan tinggi 4G+ dan 5G yang memberikan cukup bandwith untuk streaming konten VR berkualitas tinggi.

“Virtual reality adalah salah satu hal yang paling menarik para rekanan OEM kami. Semua orang tertarik dengannya,” pungkas McDonough.

Sumber: KOMPAS Tekno

Bos Xiaomi Bandingkan “Dahi” Mi5 dengan iPhone 6S dan Galaxy S7

                            BARCELONA,  Dalam acara peluncuran Xiaomi Mi5 yang berlangsung di Barcelona, Spanyol, Rabu (24/2/2016), Vice President Global Xiaomi Hugo Barra mengungkapkan bahwa perangkat flagship tersebut memakan waktu pengembangan sepanjang 2 tahun.Menurut Barra, periode yang terbilang cukup lama tersebut diperlukan pihaknya untuk memastikan Mi5 benar-benar sesuai dengan harapan Xiaomi. Ada sejumlah tantangan besar yang mesti ditaklukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Salah satu tantangan tersulit yang membuat para insinyur Xiaomi putar otak terkait dengan persoalan desain, di mana Xiaomi menginginkan agar tombol pemindai sidik jari bisa ditempatkan di lokasi yang “ideal” menurut pabrikan asal China itu.

Untuk menjelAskan hal ini, Barra menampilkan gambar dua smartphone teranyar dari dua merek smartphone terkenal, yakni iPhone 6S dan Samsung Galaxy S7.

“Kalau kita lihat, bentuk pemindai sidik jari yang buat pada iPhone memakan banyak ruang sehingga membuat layar jadi sempit. Dahi (bingkai di bagian atas layar) ponsel juga melebar percuma,” kata Barra.

Sebaliknya, Galaxy S7 memiliki bentuk pemindai sidik jari yang lebih ringkas. Tapi akibatnya perangkat ini hanya memiliki “dahi” yang tipis sehingga unit kamera terpaksa diletakkan di bagian tengah punggung, bukan di pojok seperti iPhone 6S.

Menurut Barra, penempatan kamera di tengah layar seperti pada Galaxy S7 mengganggu pemakaian dan estetika perangkat. “Jadinya kamera itu sticks out, menonjol sekali,” ujarnya.

Xiaomi Mi5 memadukan pemindai sidik jari ringkas milik Galaxy S7 dengan penempatan kamera di pojok seperti pada iPhone 6S. Penempatan speaker telepon pun bisa tepat di tengah bingkai di bagian atas layar.

“Detil-detil kecil seperti inilah yang kami pikir penting agar sebuah perangkat bisa terlihat ‘benar’. Meneyelesaikan rancangannya sulit dan butuh waktu lama,” imbuh Barra.

Selain itu, Xiaomi Mi5 turut menggunakan desain “3D Curved Glass” yang sedikit melengkung di bagian punggung. Varian tertinggi dari perangkat ini yang bernama Mi5 Pro memiliki bagian belakang yang terbuat dari keramik tangguh.

Di dalamnya, Mi5 diperkuat prosesro Snapdragon 820, RAM LDPPR4 hingga 4 GB, media penyimpanan hingga 128 GB, baterai 3.000 mAh, serta kamera 16 megapixel dengan OIS dan 4 megapixel di bagian muka.

Mi5 akan mulai dipasarkan di China pada 1 Maret mendatang. Harganya dipatok di kisaran Rp 3,5 juta hingga Rp 4,8 juta.

Sumber: KOMPAS Tekno

Facebook, Google, dan Twitter Akan Dipaksa Bayar Pajak di Indonesia

                             Perusahaan teknologi asal AS, seperti Facebook, Twitter, dan Google sudah menempatkan kantor perwakilannya di Indonesia. Meski demikian, ketiganya ternyata belum memiliki kantor tetap dan membayar pajak karena belum menjadi Badan Usaha Tetap.Untuk itu, pemerintah akan memaksa ketiga perusahaan tersebut mengurus pembentukan Badan Usaha Tetap (BUT). Ini diungkap Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara di kantor staf kepresidenan, Rabu (24/2016).

Seperti dilansir KompasTekno dari Kontan, pemaksaan tersebut direncanakan akan tertuang dalam sebuah peraturan dan mulai diterapkan pada Maret mendatang.

Peraturan ini tidak hanya akan memaksa Facebook, Google, dan Twitter tetapi juga semua perusahaan asing yang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan di Indonesia.

Menkominfo mengatakan, desakan untuk menjadi BUT tersebut bertujuan untuk melindungi konsumen di Indonesia dan alasan pajak.

“Sekarang kita punya Facebook, Twitter, datanya dipakai apa? Kalau ada penyalahgunaan, mau komplain ke mana?” kata Rudiantara.

Soal pajak, Rudiantara menghitung, pajak di dunia digital berpotensi besar.

Perhitungan ini didasarkan pada perhitungan pemasangan iklan yang dilakukan, baik oleh individu maupun perusahaan Indonesia, di dunia digital pada tahun 2015 yang mencapai 850 juta dollar AS.

“Itu 70 persen dikuasai oleh dua perusahaan digital dunia itu. Mereka bayar pajaknya di luar, tidak fair, dong,” katanya.

Rudiantara menambahkan, walau kebijakan ini mungkin memberatkan, pemerintah berharap, perusahaan digital bisa mematuhi aturan di Indonesia. “Karena negara lain juga melakukan aturan ini,” katanya.

Syarat untuk menjadi BUT, perusahaan asing harus memiliki kantor dan karyawan di Indonesia.

Selain itu, mereka harus tunduk kepada undang-undang termasuk undang-undang perpajakan. Artinya, setiap transaksi yang dilakukan di Indonesia akan dikenai PPh (pajak penghasilan) badan dan PPN (pajak pertambahan nilai) untuk setiap transaksi yang dilakukan di Indonesia.

Sumber: KOMPAS Tekno

Resmi, Foxconn Caplok Sharp Senilai Rp 83 Triliun

                             Perusahaan elektronik Jepang Sharp Corp. pada Kamis (25/2/2016) dikabarkan telah menyetujui tawaran yang diajukan oleh Foxconn untuk mengakuisisi perusahaannya. 

Nilai akuisisi Foxconn terhadap Sharp Corp. sebagaimana dilansir KompasTekno dari The Wall Street Journal mencapai 700 miliar Yen (sekitar Rp 83 triliun). Nilai tersebut lebih tinggi dari rumor yang beredar sebelumnya, yaitu Rp 74 triliun.

Foxconn berhasil mengalahkan perusahaan Jepang Innovation Network Corp. yang didukung oleh pemerintah. Akuisisi ini menjadi pengambilalihan perusahaan Jepang oleh asing dengan nilai terbesar selama ini.

Foxconn, atau di China dikenal dengan Hon Hai Precision Industry Co., disebut-sebut telah mengincar Sharp sejak empat tahun lalu, seiring dengan semakin lesunya permintaan panel LCD Sharp oleh Apple Inc.

Sharp juga dalam beberapa tahun terakhir mengalami krisi. Utang Sharp di bank mengharuskan perusahaan elektronik itu berkali-kali di-bailout oleh pemerintah Jepang.

Per Maret 2016 nanti, Sharp harus membayar total utang 510 miliar yen atau setara Rp 60 triliun, sebagaimana dilaporkan WSJ.

Walau sempat ditentang oleh pemerintah Jepang, namun Foxconn berupaya meyakinkan pemerintah Jepang untuk berbalik mendukung perusahaan Taiwan tersebut. Salah satu upayanya, Foxconn menjamin tak bakal mengganti jajaran petinggi Sharp.

Dengan begitu, pemerintah tak perlu khawatir Foxconn bakal serta-merta mencaplok Sharp menjadi perusahaan asing

Sumber: KOMPAS Tekno

Soal iPhone Teroris, Fans Apple Siap Demo

                             Apple tidak sendirian "melawan" FBI soal permintaan pembuatan backdoor di perangkat iPhone yang diduga milik teroris pelaku penembakan di San Bernardino. Perusahaan yang berpusat di Cupertino itu kini dibela oleh para penggemar beratnya.Bentuk dukungan dari para penggemar nantinya berupa demonstrasi secara serempak di puluhan kota besar Amerika Serikat. Nantinya, penggemar akan menyuarakan suaranya langsung di depan Apple Store.

Apa alasan di balik keputusan untuk “turun ke jalan” tersebut? Menurut seorang bernama Evan Greer, demonstrasi ini dilakukan demi privacy dan keamanan pengguna iPhone.

“Orang-orang berkumpul di depan Apple Store karena permintaan FBI kepada Apple bisa membuat kami semua (pengguna iPhone) kurang aman, tidak lagi aman,” kata Greer, sebagaimana KompasTekno rangkum dari The Register, Rabu (24/2/2016).

“Enkripsi dan teknologi keamanan itu yang mengamankan rumah sakit, bandara, dan fasilitas pengelolaan air kami. Jika kami mengizinkan pemerintah untuk mulai memaksa perusahaan swasta membuat ‘lubang’ di pertahanan kritis ini, tidak lagi menjadi pertanyaan apabila backdoors akan dimanfaatkan oleh mereka yang ingin membuat kerugian,” lanjutnya.

Demonstrasi itu sendiri bakal dijalankan di 40 kota sekaligus, termasuk New York, San Francisco, Chicago, Los Angeles, Boston, dan Palo Alto.

Aksi ini juga akan mampir di markas besar Apple di Cupertino dan kantor besar FBI di Washington DC.

Para demonstran pun sudah menyiapkan berbagai “senjata” untuk aksi ini. Salah satunya adalah dengan membawa banner berbentuk iPhone dengan ukuran jumbo bertuliskan, “Don’t break my phone”.

Sebelumnya, Hakim Federal telah secara resmi meminta Apple untuk membuat backdoor di iPhone yang diduga milik pelaku serangan teror. Namun, Apple menolak permintaan tersebut. Apple tetap teguh pada prinsip privasi pengguna.

Sumber: KOMPAS Tekno

Kilas Balik Geger “The Dress”, Jangan Sampai Tertipu Warna!

– Masih ingatkah Anda dengan perdebatan dan spekulasi warna gaun yang menggegerkan dunia maya satu tahun lalu dalam tagar #TheDress? Ya, fenomena itu menjadi viral setelah media online Buzzfeed meminta pendapat pembaca untuk menebak warna gaun yang diunggah pemilik akun “swiked” di Tumblr.Saat itu, dunia internasional geger karena pendapat terbelah dua soal warna gaun tersebjt, yaitu hitam-biru dan putih-emas. Setelah jajak pendapat, hasil akhir menunjukkan bahwa 72 persen responden melihat gaun itu berwarna putih dan emas. Responden selebihnya menyebut hitam dan biru.

Ternyata, pendapat mayoritas responden itu salah. Jawaban yang benar adalah biru dan hitam. Setelah ditelusuri banyak pengguna internet, gaun tersebut dijual di situs web Roman Originals. Lalu, apa yang membuat banyak mata salah mengenali warna gaun ini?

Tim analisis situs web Wired menjabarkan fakta ilmiah tentang kegegeran tersebut. Warna, seperti penjelasan dalam situs itu, berhubungan erat dengan mata dan otak manusia untuk mencernanya. Mereka juga memakai pendekatan biologi, yaitu proses manusia melihat benda untuk mendapatkan penjelasan ilmiah.

Tangkapan warna di retina

Dalam mekanisme penglihatan, mata manusia membutuhkan cahaya untuk menangkap warna yang diteruskan ke otak agar bisa mencernanya. Lalu, otak akan menerjemahkan warna berdasarkan panjang gelombang cahaya.

Namun, kemampuan individu untuk menangkap warna benda tak selalu sama. Terlebih lagi, gaun itu bukan dilihat secara fisik melainkan melalui media tayang?smartphone, personal computer (PC), atau televisi?yang berbeda-beda. Melalui medium perantara digital, warna tangkapan retina juga ditentukan oleh kemampuan media tayang mereproduksi warna.

Media digital pada umumnya menggunakan spektrum warna dasar digital merah, hijau, dan biru (RGB). Chart spektrum warna menunjukkan bahwa kurva biru memiliki gelombang warna lebih pendek dibanding hijau dan merah, sehingga kemampuan retina menangkap warna merah dan hijau lebih mudah dibanding melihat biru. Nah, inilah yang menjadi alasan mengapa banyak orang tak selalu bisa menangkap gelombang kurva warna biru.

Arsip kawankumagz.com Spektrum warna dasar digital

Untuk menampilkan warna sesuai aslinya, media tayang digital turut mengembangkan teknologi resolusi dan kekayaan warna  dalam perantinya. Televisi digital, misalnya, sejak awal diluncurkan sudah mengalami beberapa kali pengembangan.

Dulu, televisi digital hanya membenamkan tiga warna dasar RGB untuk mereproduksi warna. Lalu, sejalan dengan perkembangan teknologi, warna dasar digital di televisi juga berkembang hingga mampu mereproduksi jutaan warna.

Televisi Viera dari Panasonic, misalnya, bahkan punya teknologi hexa chroma drive memakai enam warna dasar—merah, hijau, biru, cyan, magenta, dan kuning—untuk meracik tampilan warna semendekati aslinya. Tampilan yang dihasilkan pun semakin alami.

Perbedaan media tayang bisa saja membuat warna baju presenter dalam tayangan berita pagi tadi terlihat berbeda dengan aslinya. Bahkan, bila Anda meminta pendapat pada orang lain, kasus #TheDress dapat terulang lagi. Karena itu, jangan salah memilih media tayang digital kalau tak mau tertipu warna.

Sumber: KOMPAS Tekno

Tombol Like Facebook Berubah, Bisa Tertawa Hingga Bersedih

                             Desas-desus soal niat Facebook mengubah tombol Like sebenarnya sudah lama, tapi baru sekarang semua itu terwujud. Ya, tombol Like itu kini bisa diubah menjadi berbagai reaksi emosi.Melalui fitur baru bernama Reactions, tombol Like bisa diganti menjadi Love, Haha, Wow, Sad atau Angry. Dengan demikian pengguna bisa lebih ekspresif menunjukkan reaksinya terhadap status update di akun temannya.

“Setiap hari orang datang ke Facebook untuk mengetahui keadaan seseorang, berbagi cerita, baik yang bermuatan canda, kesedihan, kebahagiaan atau suatu sikap kritis,” tulis Product Manager Facebook Sammi Krug seperti dilansir KompasTekno dari blog resminya, Kamis (25/2/2016).

“Kami telah mendengarkan masukan dari berbagai pihak dan paham bahwa mestinya ada cara yang lebih mudah serta cepat untuk mengekspresikan reaksi perasaan Anda saat melihat lini masa. Karena itu kami luncurkan Reactions,” imbuhnya.

 

Cara untuk memakainya pun mudah. Bila berada di aplikasi Facebook mobile, maka pengguna cukup menahan tombol Like hingga muncul berbagai pilihan reaksi.

Bila membuka Facebook dari peramban desktop, maka cukup letakkan kursos di atas tombol Like hingga muncul berbagai pilihan reaksi. Selanutnya pilih saja, maka reaksi tersebut akan melekat di tempat yang diharapkan.

Krug menceritakan bahwa fitur ini sebenarnya telah lama digodok. Tapi Facebook baru berani merilisnya setelah melakukan riset selama lebih dari satu tahun.

Mulai dari survei hingga diskusi kelompok, semua dilakukan demi menentukan jenis-jenis reaksi emosi yang layak disematkan di sisi tombol Like.

Kini Reactions telah dirilis ke seluruh dunia. Namun dengan catatan, tak semua negara bisa langsung merasakannya sekejap setelah pengumuman tersebut.

Pantauan KompasTekno, pada Kamis (25/2/2016), pukul 1.00 Waktu Indonesia Barat, pengguna di Indonesia belum bisa memakainya. Pengguna cukup menunggu saja dan bersabar karena raksasa jejaring sosial tersebut pelan-pelan sedang mewujudkannya.

Sumber: KOMPAS Tekno