Inilah Sederet Produk Samsung Berbasis Windows 8: Samsung Ativ

BERLING – Samsung memperkenalkan perangkat mobile terbaru yang menjalankan sistem operasi Windows 8 untuk tablet, dan Windows Phone 8 untuk smartphone, di pameran Internationale Funkausstellung (IFA) Berlin, Jerman, Rabu (29/8/2012).

Perangkat mobile Samsung yang menjalankan sistem operasi Windows, berada di bawah merek dagang Ativ. Continue reading Inilah Sederet Produk Samsung Berbasis Windows 8: Samsung Ativ

Samsung Siapkan Antisipasi Pencekalan Produknya oleh Apple

Seusai memenangi tuntutannya dalam sengketa paten melawan Samsung minggu lalu, hari Senin (27/8/2012) Apple mengajukan permintaan untuk mencekal penjualan produk-produk milik rivalnya itu.

Produk Samsung yang terancam dicekal secara permanen adalah delapan tipe ponsel yang bertanggung jawab atas sebagian besar pemasukan Samsung dari pasar smartphone Amerika Serikat.

Menghadapi ancaman tersebut, pihak Samsung tidak tinggal diam. Vendor asal Korea Selatan itu Selasa (28/8/2012) kemarin mengeluarkan pernyataan yang isinya menegaskan niat Samsung untuk melawan usaha pencekalan Apple dengan “segala cara”. Continue reading Samsung Siapkan Antisipasi Pencekalan Produknya oleh Apple

Setelah Samsung, Apple Akan Gugat Google

Jakarta – Beberapa pihak menilai, sasaran utama Apple dalam perang gugatan dengan beberapa vendor adalah Google selaku pembuat sistem operasi Android. Kini dengan kemenangan atas Samsung, pemain terbesar OS Android, akankah Apple menggugat Google?

Mendiang Steve Jobs sendiri menuding Android produk curian dan Apple ingin melancarkan ‘perang termonuklir’ melawannya. Namun sejauh ini, Apple tidak menggugat Google secara langsung melainkan para vendor Android seperti Samsung, HTC atau Motorola. Continue reading Setelah Samsung, Apple Akan Gugat Google

Sony Akan Hentikan Produksi CD/DVD/BluRay Drive

Tokyo – Sony dilaporkan akan berhenti memproduksi perangkat optical disc drive (ODD) yang biasa digunakan sebagai pembaca cakram penyimpanan di PC pada Maret tahun depan. Keputusan ini dilakukan sebagai bagian restrukturisasi perusahaan asal Jepang tersebut.

Media Asahi di Jepang memberitakan bahwa Sony Optiarc Inc yang berbasis di Tokyo akan menghentikan produksi optical disk drive. Belum diketahui bagaimana nasib 390 karyawan yang bekerja di divisi ini.

Sony Optiarc Inc didirikan tahun 2006 sebagai joint venture dengan NEC corp, kemudian menjadi bagian penuh Sony. Namun performa bisnisnya kurang menggembirakan seiring penjualan PC yang menurun dan ketatnya kompetisi. Continue reading Sony Akan Hentikan Produksi CD/DVD/BluRay Drive

Hewlett-Packard Merugi 84 Triliun Lebih

San Francisco – Perusahaan elektronik Hewlett-Packard (HP), mencatat kerugian kuartal hingga US$8,9 miliar atau Rp84,6 triliun setelah penjualan komputer personal menurun dan akuisisi Electronic Data System Corporation sebesar US$13,9 miliar (Rp132 triliun).

Dilansir Reuters, nilai saham perusahaan yang bermarkas di Palo Alto, California itu, turun hingga empat persen di lantai bursa AS.

Selain itu HP juga dikabarkan sedang melakukan proses restrukturasi multitahunan yang berfokus pada perluasan layanan perusahaan selain rencana memangkas jumlah karyawan sebesar delapan persen dari 300 ribu karyawannya di seluruh dunia. Continue reading Hewlett-Packard Merugi 84 Triliun Lebih

Sony Akan Segera Rumahkan 1.000 Pekerjanya

London – Salah satu raksasa elektronik Jepang, Sony mengungkapkan akan merumahkan 1.000 orang atau 15 persen dari tenaga kerjanya akibat unit telepon selularnya yang tengah krisis pada Maret 2013 mendatang.

Tak hanya itu, divisi mobile Sony juga akan memindahkan kantor pusatnya dari Swedia ke Tokyo di bulan Oktober 2012 nanti. Pemindahan kantor itu dimaksudkan untuk memangkas biaya produksi.

Dilansir oleh BGR mengutip keterangan pers dari Sony Mobile Communications, keputusan untuk merumahkan 1.000 tenaga kerja ini muncul enam bulan sejak Sony membeli penuh kepemilikan perusahaan telekomunikasi Swedia Ericsson, yang sebelumnya berbentuk joint venture pada 2001 silam. Continue reading Sony Akan Segera Rumahkan 1.000 Pekerjanya

Amazon Akan Luncurkan Kindle Fire 2

London – Amazon melansir undangan untuk konferensi pers di Santa Monica, California, pada 6 Sepetember 2012 nanti. Mungkinkah acara ini sekaligus sebagai waktu peluncuran tablet Kindle Fire 2?

Seperti dikutip dari Pocket-lint, undangan tersebut telah diberikan kepada pihak pers. Rumor yang beredar pun menyebutkan bahwa yang akan diluncurkan nanti mungkin adalah adalah perangkat eReader edisi kedua. Continue reading Amazon Akan Luncurkan Kindle Fire 2

Samsung Menang Melawan Apple di Korea Selatan

Jakarta – Meski kalah di Pengadilan California soal hak paten melawan Apple, Samsung tak terlalu berkecil hati. Setidaknya perusahaan seluler terbesar di Korea Selatan ini memenangkan putusan pengadilan di negaranya sendiri. Jumat, 24 Agustus lalu, Pengadilan Negeri Seoul menyatakan Samsung tidak menjiplak desain dan fitur perusahaan iPhone milik Amerika itu. Malah Apple dianggap melanggar hak paten teknologi nirkabel (wireless) milik Samsung.

Pengadilan membantah klaim Apple yang menyatakan Samsung secara ilegal menyalin desain layar persegi panjang dengan sudut membulat. Desain ini dianggap telah diproduksi sebelum munculnya iPhone dan iPad.

“Tidak mungkin menegaskan dua desain ini serupa hanya didasarkan pada kesamaan fitur tersebut,” kata pengadilan dalam putusan yang dikeluarkan dalam bahasa Korea yang diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh The Associated Press. Continue reading Samsung Menang Melawan Apple di Korea Selatan

Samsung – OSRAM Berdamai Soal Paten Teknologi LED

Seoul – Perselisihan antara Samsung dengan perusahaan elektronik asal Jerman, Osram, perihal teknologi light-emitting diode (LED) akhirnya selesai. Seperti apa?

Dilansir StraitsTimes, raksasa Korea Selatan, Samsung Electronics, mengatakan bahwa mereka sudah mencapai tahap sepakat dengan perusahaan lampu asal Jerman, Osram, untuk menyelesaikan perselisihan paten teknologi di antara mereka. Continue reading Samsung – OSRAM Berdamai Soal Paten Teknologi LED

Google Bakal Tiru Cara Apple Bikin iPhone

                             Google berencana memperketat proses pembuatan ponsel Nexus, mirip dengan cara yang dipakai oleh Apple saat membuat iPhone.Selama ini ponsel Nexus merupakan buah kerja sama antara tim Android milik Google dengan vendor ponsel. Namun dalam kerja sama ini vendor masih memiliki peran untuk menentukan sejumlah hal.

Bila produksi Nexus terbaru nanti mengikuti cara Apple, maka posisi vendor dalam kerja sama akan berubah. Google menjadi lebih ketat mengatur desain ponsel dan vendor bakal bekerja seolah penerima pesanan saja.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari Ars Technica, Selasa (2/2/2016), bagian-bagian yang mungkin bakal dirancang oleh Google antara lain desain ponsel, System on Chip (SoC) yang dipakai, hingga komponen lain mulai dari yang besar hingga yang kecil.

Di dalam Google sendiri sudah ada contoh produk yang dibuat berdasarkan skema kerja sama baru tersebut, yaitu Pixel C. Dengan catatan produk ini merupakan hasil garapan tim Chrome.

Meskipun ada rencana seperti ini, pemilik sistem operasi Android itu sebenarnya sedang gamang. Mereka khawatir keputusan menerapkan rencana tersebut justru memicu kemarahan para vendor.

Di sisi lain, para bos di dalam Google mulai khawatir melihat Apple terus memonopoli pasar ponsel high end. Sementara mereka juga tidak gagal memengaruhi para produsen gadget untuk menciptakan pengalaman baru.

Ponsel Nexus sendiri hingga saat ini hanya sanggup memikat antusiasme sekelompok kecil pengguna Android.

Tapi tak berarti raksasa mesin pencari tersebut akan menunda keputusan hanya karena takut memicu kemarahan vendor. Kenyataannya toh, para produsen gadget tak punya banyak pilihan di luar Android.

Selain itu, desas-desus yang beredar mengatakan bahwa vendor memang sudah tak suka dengan proyek Nexus. Alasannya adalah margin keuntungan yang kecil karena Google meminta jatah 15 persen dari harga penjualan produk.

Kondisi ini mengakibatkan vendor lemah dan yang berniat mendongkrak citra saja yang mengikuti program Nexus. Samsung, yang merupakan vendor terbesar bagi mereka pun sudah sejak 2011 tak terlibat dengan program Nexus.

Ada kemungkinan Nexus berikutnya diproduksi oleh HTC. Google memang sudah menaruh minat untuk meminta perusahaan Taiwan ini membuat perangkat genggam baru.

Sumber: KOMPAS Tekno

Qualcomm Incar Pasar Drone “Ringan”

                            BARCELONA,  Qualcomm selaku salah satu pabrikan chip mobile terbesar tak mau ketinggalan tren drone yang semakin menanjak. 

Tahun lalu, perusahaan AS ini memperkenalkan platform Snapdragon Flight berbasis chip Snapdragon 801 untuk digunakan oleh para rekanan vendor drone dalam membuat desain drone.

Snapdragon Flight berikut beberapa drone yang menggunakannya pun ikut diboyong ke ajang MWC 2016 di Barcelona, Spanyol, minggu lalu, di mana mereka bisa ditemukan di bagian IoT di booth milik Qualcomm.

“Dengan memakai teknologi smartphone, kami membuat sebuah board yang sanggup menangani banyak hal sekaligus sehingga ikut menekan biaya produksi,” ujar Senior Vice President Global Marketing Qualcomm Tim McDonough ketika menjelaskan soal drone kepada KompasTekno.

Senior Director Corporate Marketing Qualcomm David Miller menambahkan bahwa pihaknya memang sengaja fokus menciptakan untuk drone yang ringkas dan dibanderol dengan harga relatif terjangkau, tapi tetap dibekali sederet kemampuan canggih seperti fitur anti-collision dan navigasi otomatis.

Nantinya, Qualcomm berharap Snapdragon Flight bakal banyak ditemukan di segmen drone ringan seperti Ying bikinan pabrikan China yang baru memasuki pasaran awal tahun ini. “Termasuk juga drone kecil untuk selfie,” kata Miller mencontohkan.

Fokus ke segmen drone ringan itu tentu ada alasannya. Miller mengatakan pasaran drone jenis ini akan mengalami perkembangan pesat di masa yang akan datang.

Salah satu sebabnya, lanjut Miller, adalah regulasi untuk drone ringan relatif tidak seketat drone kategori lain yang lebih besar, berat, dan biasa digunakan untuk keperluan komersil.

Miller mencontohkan hukum registrasi drone di Negeri Paman Sam yang menyaratkan bahwa drone dengan berat antara 250 gram hingga 25 kg mesti didaftarkan sebelum bisa mengangkasa.

Segmen drone di bawah batasan berat itulah yang diincar Qualcomm. “Kami melihat bahwa pasaran drone berukuran kecil ini bakal tumbuh besar,” pungkas Miller.

Sumber: KOMPAS Tekno

Jokowi ke Silicon Valley, Jangan Lagi Omong Potensi

                            SAN FRANCISCO,  Melihat Indonesia tak melulu soal potensi. Sekarang, seiring dengan tindakan nyata pemerintah menumbuhkan ekonomi digital, sudah saatnya Bangsa kita berkarya di kancah global.Pendapat tersebut disampaikan Chief Executive Kibar Kreasi Yansen Kamto, yang turut menemani rombongan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan ke Silicon Valley, Amerika Serikat (AS).

Yansen yang selama ini aktif dalam dunia inkubasi startup itu mengamini visi Jokowi. Indonesia mau dan bisa meningkatkan daya saingnya di kancah global.

“Saya muak dengan istilah potensi yang terus-terusan dicekokin di Indonesia, kini saatnya kita berkarya di global dan merah putih akan berkibar,” tegasnya saat bincang bersama KompasTekno, Rabu (17/2/2016) waktu setempat.

Namun mewujudkan cita-cita tersebut juga tak bisa sembarangan. Jangan sampai yang tumbuh startup dengan mindset hanya mencari investasi.

Mindset sebuah startup mestinya menemukan sebuah solusi terhadap permasalahan yang ada.

Selain itu masih ada masalah dalam hal sumber daya manusia dan ketersediaan inkubator yang berperan membimbing perkembangan sebuah usaha rintisan digital.

Dengan kondisi seperti ini, menurut Yansen Indonesia lebih dulu membangun ekosistem yang dibutuhkan untuk mengarah ke ekonomi digital.

“Indonesia harus fokus di pembinaan talenta mudanya dulu, makanya harus ada lebih banyak inkubator yang beneran punya hati untuk bangsa ini,” ujarnya.

“Kita juga harus mengembangkan jaringan mentor yang kompeten. Mentor itu bukan orang pinter dan hebat, tapi yang mau membuka jalan dan membantu mengarahkan. Mentor harusnya bukan memberikan jawaban, apalagi solusi,” pungkasnya.

Di Silicon Valley, Jokowi memiliki agenda utama mengunjungi Plug and Play yang merupakan komunitas startup sekaligus inkubator terbesar di AS.

Presiden mengajak mereka bekerja sama dalam upaya Indonesia menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Pemerintah sendiri memiliki sejumlah kebijakan dan rencana, baik jangka panjang maupun jangka pendek. Antara lain berupa kemudahan memperoleh kredit usaha rakyat, likuiditas pasar untuk startup, hingga program 1.000 technopreneur dengan tenggat waktu 2020.

Sumber: KOMPAS Tekno