Guru PAI Dikirim Ikuti Short Course di Australia

Jakarta, NU Online
Setelah sukses dengan program Short Course Metodologi Pembelajaran di Oxford University, Inggris akhir tahun 2014 yang lalu, maka di tahun 2015 ini Direktorat Pendidikan Agama Islam (Dit. PAI) kembali akan mengirimkan para Guru PAI (GPAI) dan Pengawas PAI ke luar negeri yakni ke negeri Kangguru, Australia. Tujuan umum dari kegiatan ini adalah mengembangkan kompetensi dan wawasan untuk GPAI dan Continue reading Guru PAI Dikirim Ikuti Short Course di Australia

GP Ansor Pringsewu Santuni Yatim di Pesantren Madarijul Ulum

Jakarta,
Pengurus harian GP Ansor Pringsewu sukses menggelar roadshow Hari Santri di pesantren Al-Hidayah Keputran kecamatan Sukoharjo. Kini mereka kembali menggelar roadshow ke-2 di pesantren Madarijul Ulum, Pujodadi kecamatan Pardasuka, Jum’at (23/10) sore. Di putaran kedua ini, mereka fokus pada program santunan.
Continue reading GP Ansor Pringsewu Santuni Yatim di Pesantren Madarijul Ulum

Panitia Minta Maaf Atas Tarian di Atas Sajadah

Jakarta,
Panitia Hari Amal Bhakti (HAB) ke-70 Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta menyampaikan permohonan maaf kepada umat Islam terkait peristiwa tarian Bali di atas sajadah dalam rangkaian peringatan HAB di Kantor Kanwil DKI Jakarta, Ahad (03/01) lalu. Continue reading Panitia Minta Maaf Atas Tarian di Atas Sajadah

Humor Santri: Jurus Shalawat Pengusir



Ada suasana yang lucu ketika Kongres Fatayat XV yang digelar di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya kemarin. Yaitu ketika penjual kaos dan pembeli menawar harga. Sebut saja nama penjual itu Udin. Seorang ibu-ibu yang hendak beli menawar harga kaos seharga Rp 70.000 itu menjadi Rp 60.000. Karena harga pas, Udin tidak menurunkan harganya. Tapi naluri belanja perempuan itu terus berontak.

“Ayo lah, Mas, masa kaos segini kok mahal, enam puluh ribu saja ya?” katanya.

“Maaf, Bu, itu harga kaosnya pas.”

“Ayo lah, Mas?”

Ya allah bu, maaf buk ini harga pas.”

“Masak nggak boleh enam puluh ribu, Mas?” pembeli itu ngeyel.

“Allahumma shalli alaa sayyidina muhammad,” teriak Udin tiba-tiba. Dalam tradisi NU, bacaan yang sama diteriakkan di ujung acara semisal tahlilan dan lainnya untuk kemudian forum bubar.

“Waduh, Mas, kalau ini namanya mengusir secara halus.”

“Hehehe, maaf, Buk.”

“Ya udah lah, Mas. Kaosnya jadi tak beli tujuh puluh ribu ya. Dibungkus.”

“Siap, Buk,” kata Udin sambil bersemangat. (Muhlisin)

Sumber: NU Online

Humor Santri: Konfercab Ketiga PCINU Turki Gunakan Sistem Ahwa



Makassar,
Pelatihan Penanggulangan HIV AIDS yang diselenggarakan Pengurus Pusat Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama dibuka Rais Syuriyah PWNU Sulsel Anregurutta KH Sanusi Baco di Hotel Makassar Golden, ini akan berlangsung 30 Juni-3 Juli.

Gurutta Sanusi Baco dalam arahannya, sangat mengapresiasiasi kegiatan ini. Menurut dia, setidaknya ada dua manfaat; pertama, semua yang hadir akan mendapatkan pahala dikarenakan kedatangannya diniatkan sebagai menuntut ilmu.

Kedua, tambah dia, terdapat manfaat dari aspek kemasyarakatan, yakni menjalin silaturrahim satu sama lain.

Menurut Gurutta Sanusi dua hal yang mengancam manusia yakni makanan dan seks. Makanan bisa menjadi ancaman bagi manusia dari segi kesehatan dan moral. “Seseorang koruptor hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang disimbolkan sumber makanan,” katanya.

Sedangkan seks, kata Gurutta, dalam Al Qur’an sangat jelas larangan bagi manusia untuk menjauhi zina. Dengan demikian, seks menjadi ancaman bagi manusia ketika disalahgunakan, sebagai contoh penularan virus HIV & AIDS yang salah satunya disebabkan adanya seks bebas.

“Maka di sinilah peran NU secara kelembagaan dan jamaah dalam pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS untuk berperan serta untuk sama-sama mencegahnya,” tegasnya.

Sementara penaggung jawab kegiatan tersebut, Sri Rahayu Kegiatan yang diikuti utusan Pengurus NU dan Badan Otonom se-Sulawesi Selatan tersebut dilakukan sebagai tanggung jawab moral NU kepada masyarakat serta sosialisasi hasil Bahtsul Masail tentang penanggulangan HIV dan AIDS. (Andi M Idris/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

Pesantren Besar, Nama Kampung Terbawa

Jakarta, NU Online
Para kiai pesantren tidak ingin besar sendirian. Kalau pesantren mereka kian dikenal masyarakat, mereka tidak pernah melupakan kampung di mana pesantren berada. Mereka selalu menyebut pesantren mereka dengan menyebut nama kampung setempat.
Continue reading Pesantren Besar, Nama Kampung Terbawa

Selepas KKN, Mahasiswa IAI Al-Khoziny Gelar Tasyakuran dan Istighotsah

Sidoarjo,
Puluhan mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Al-Khoziny Buduran Sidoarjo, Jawa Timur, menggelar tasyakuran dan istighotsah bersama di halaman balai desa Cangkring Krembung Sidoarjo, Selasa (17/11) malam. Tasyakuran tersebut dalam rangka memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas program kuliah kerja nyata (KKN) yang telah dilaksanakan sejak tanggal 31 Juli hingga 2 September 2015 lalu di kecamatan Krembung Sidoarjo.

Continue reading Selepas KKN, Mahasiswa IAI Al-Khoziny Gelar Tasyakuran dan Istighotsah

Usai Lebaran, Mendes Imbau Masyarakat Tak Lakukan Urbanisasi

Jakarta, Momentum mudik lebaran biasanya akan diiringi dengan membludaknya arus urbanisasi usai lebaran. Banyak para pemudik yang membawa kerabatnya untuk mencari pekerjaan di kota. Menanggapi fenomena yang biasa terjadi setiap tahun tersebut, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar mengimbau kepada masyarakat desa untuk tidak ikut berbondong-bondong ke kota.
Continue reading Usai Lebaran, Mendes Imbau Masyarakat Tak Lakukan Urbanisasi

Khofifah Terkejut Sejarah Tak Catat Jasa Banyak Kiai

Jombang, Mengapa sangat jarang ditemukan jejak dan kiprah para pendahulu? Sebab utama adalah tidak banyak yang menulis rekam jejak mereka. Karenanya, sudah saatnya untuk didorong agar generasi muda bisa menceritakan sumbangsih para tokoh masa lalu dalam bentuk tulisan.
Continue reading Khofifah Terkejut Sejarah Tak Catat Jasa Banyak Kiai

NU Temayang Kerja Bakti dan Syiarkan Islam di Desa Terpencil

Bojonegoro, NU Online
Bulan Ramadhan tidak disia-siakan pengurus Majlis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Temayang. Bersama badan otonom (Banom) mengadakan bakti ramadan di daerah terpencil, Dusun Kedungsumber Desa Papringan selama delapan hari.
Continue reading NU Temayang Kerja Bakti dan Syiarkan Islam di Desa Terpencil

Humor Santri: Jomblo dan Sunah Rasul


Joko dan Kamto adalah dua santri yang sudah bersahabat lama sejak keduanya nyantri di Solo. Setiap hari mereka biasa runtang-runtung bersama.
Namun, setelah Joko menikah, ia semakin jarang pergi keluar. Setiap ditanya Kamto, ada saja alasan dari Joko untuk menolak ajakan keluar.
“Jok, ayo wedangan di HIK samping pondok,” ajak Kamto melalui pesan singkatnya kepada Joko.
“Wah, kamu kaya ndak tahu aja, Kang. Ini kan malam Jumat. Waktunya sunah rasul,” jawab Joko via HP jadulnya.
“Yo wes…” jawab Kamto.
Esoknya, Kamto tak menyerah untuk mengajak sahabatnya itu cangkrukan. Lagi-lagi Joko tak mau.
“Kalau kemarin, malam Jumat, aku maklum. Lha, sekarang malam Sabtu, je…” kata Kamto.
“Lha, kalau malam Jum’at itu kan sunah, Kang. Tapi lainnya itu ‘wajib’. Makanya kamu cepetan nikah. Hehe,” jawab Joko.
Kamto tidak membalasnya, hanya bisa mbatin. (Ajie Najmuddin)

Sumber: NU Online

Humor Santri: Habis UAS, STISNU Nusantara Ziarahi Wali-wali Banten


Pacitan,

Koordinator Nasional Gerakan Ayo Mondok, KH Luqman Harits Dimyathi menyatakan, pesantren turut bertanggung jawab pada praktik keagamaan yang dilakukan oleh masyarakat. Pesantren sebagai pewaris ajaran para ulama diakui sebagai pihak yang diserahi tanggung jawab dalam kehidupan beragama di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikannya pada acara pengajian umum Bakti Santri Ikatan Pelajar Pacitan Pondok Tremas (IPPAPONMAS) bersama dengan masyarakat Desa Jatimalang, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Selasa malam (19/1).

Katib Syuriyah PBNU itu mengatakan, pesantren memiliki tugas mengajak masyarakat untuk menjalankan praktik keagamaan yang benar yang sesuai dengan ajaran Ahlusunnah wal Jamaah. Ini sesuai dengan karakter pesantren sebagai risalah rahmatan lil alamin.

“Para kiai, pengasuh pesantren, oleh Allah SWT nanti akan dimintai pertanggungjawaban, sejauh mana pesantren mampu menjaga pengikut Ahlusunnah wal Jamaah dari keterperosokan akhlak dan perilaku keagamaan yang ekstrem,” tuturnya.

Oleh sebab itu, pengasuh Pesantren Tremas Pacitan ini mengajak masyarakat dalam melakukan praktik keagamaan agar tidak jauh dari cara beragama dan bermuamalah seperti yang diajarkan oleh para kiai di pesantren. Bila di tengah masyarakat dijumpai persoalan seputar masalah keagamaan, masyarakat dapat meminta penjelasan kepada para santri atau pada kiai di lingkungan pesantren.

“Mari kita jadikan para kiai, pengasuh pesantren sebagai imam dalam praktik beragama kita,” jelasnya.

Melalui gerakan Nasional Ayo Mondok, Kiai Luqman juga mendorong masyarakat untuk menjadikan pesantren sebagai pilihan utama dalam menuntut ilmu. “Minimal satu dari putra-putri kita untuk dikirim belajar ke pesantren. Pesantren mana saja, semuanya baik. agar sanad keilmuan dan praktik beragama kita tidak terputus dan terus bersambung hingga Rasulullah SAW,” pungkasnya.

Para santri Pondok Tremas yang berasal dari Kabupaten Pacitan tiap tahun rutin menggelar kegiatan Bakti Santri IPPAPONMAS di tengah masyarakat. Sebagai upaya mendekatkan dan mengenalkan ajaran nilai-nilai kepesantrenan pada masyarakat.

Berbagai kegiatan dilakukan pada Bakti Santri ini, seperti Dakwah bil Hal, Pengajian umum, Semaan Al-Quran, Lomba-lomba, Kerja Bakti membersihkan lingkungan dan Pentas seni bersama masyarakat. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Sumber: NU Online

Sensus Agama Penting untuk Petakan Data Keagamaan

Jakarta, NU Online
Sensus keagamaan saat ini  penting dilakukan mengingat dinamika kehidupan beragama masyarakat semakin tinggi. Kemenag perlu memiliki peta penganut agama, rumah ibadah, organisasi kemasyarakatan keagamaan, tokoh agama, ulama dan lembaga keagamaan lainnya. Hasil sensus tersebut bisa dijadikan bahan  menyusun kebijakan bagi  pimpinan.  Continue reading Sensus Agama Penting untuk Petakan Data Keagamaan

Purwaji Pimpin GP Ansor Riau

Pekanbaru,
Konferensi Wilayah V Gerakan Pemuda Ansor Riau, secara secara aklamasi, menetapkan Purwaji sebagai ketua periode 2015-2019. Kegiatan yang diikuti 7 perwakilan Pengurus Cabang tersebut berlangsung di Wisma Jalur, Pekanbaru, pada Jumat dan Sabtu, 30 31 Oktober 2015.
Continue reading Purwaji Pimpin GP Ansor Riau

Humor Santri: Waktu Indonesia NU


Suatu kali Prof Machasin yang saat itu jadi Rais Syuriyah mendapat undangan rapat PBNU. Sesuai jadwal, dosen yang birokrat ini datang tepat waktu: 14.00 waktu Indonesia Barat (WIB).Begitu masuk ruang rapat, ia celingukan. Toleh sana, toleh sini. Setengah kaget, karena hampir seluruh kursi masih kosong. Prof Machasin pun menunggu cukup lama.

“Ini bagaimana. Katanya jam dua. Ini kan sudah jam tiga!?” tanyanya kepada peserta rapat yang sudah hadir.

Sahabatnya itu tertawa, “Hahaha…”

“Kok ketawa?” Prof Machasin heran.

“Sampean orang NU baru ya? Haha…”

Prof Machasin cuma nyengir, sambil membetulkan kopiahnya yang makin miring.

Pejabat Kemenag yang rajin ini rupanya belum paham betul bahwa di NU—entah sejak kapan—ada kaidah tak tertulis: waktu Indonesia terbagi menjadi empat (bukan tiga), yakni WIT, WITA, WIB, dan WI-NU. Selisih masing-masing minimal satu jam!
(Mahbib)

Sumber: NU Online

Humor Santri: Tiongkok Desak Saudi dan Iran “Tenang dan Menahan Diri”



Makassar,
Pelatihan Penanggulangan HIV AIDS yang diselenggarakan Pengurus Pusat Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama dibuka Rais Syuriyah PWNU Sulsel Anregurutta KH Sanusi Baco di Hotel Makassar Golden, ini akan berlangsung 30 Juni-3 Juli.

Gurutta Sanusi Baco dalam arahannya, sangat mengapresiasiasi kegiatan ini. Menurut dia, setidaknya ada dua manfaat; pertama, semua yang hadir akan mendapatkan pahala dikarenakan kedatangannya diniatkan sebagai menuntut ilmu.

Kedua, tambah dia, terdapat manfaat dari aspek kemasyarakatan, yakni menjalin silaturrahim satu sama lain.

Menurut Gurutta Sanusi dua hal yang mengancam manusia yakni makanan dan seks. Makanan bisa menjadi ancaman bagi manusia dari segi kesehatan dan moral. “Seseorang koruptor hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang disimbolkan sumber makanan,” katanya.

Sedangkan seks, kata Gurutta, dalam Al Qur’an sangat jelas larangan bagi manusia untuk menjauhi zina. Dengan demikian, seks menjadi ancaman bagi manusia ketika disalahgunakan, sebagai contoh penularan virus HIV & AIDS yang salah satunya disebabkan adanya seks bebas.

“Maka di sinilah peran NU secara kelembagaan dan jamaah dalam pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS untuk berperan serta untuk sama-sama mencegahnya,” tegasnya.

Sementara penaggung jawab kegiatan tersebut, Sri Rahayu Kegiatan yang diikuti utusan Pengurus NU dan Badan Otonom se-Sulawesi Selatan tersebut dilakukan sebagai tanggung jawab moral NU kepada masyarakat serta sosialisasi hasil Bahtsul Masail tentang penanggulangan HIV dan AIDS. (Andi M Idris/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online