Cara Menggunakan Repo Packman di OpenSUSE 13.1, 13.2 dan Leap 42.x

Bagi yang belum tahu, selain repositori resmi dari openSUSE, komunitas openSUSE juga mempunyai repositori lain (tidak resmi) bernama Packman yang dikembangkan oleh pegiatnya diseluruh dunia. Packman sendiri mewadahi banyak aplikasi dan pustaka yang tidak dapat disediakan secara cuma-cuma oleh openSUSE karena benturan lisensi, hak paten dan beberapa hal lain.

Secara umum Packman terdiri dari 4 sub repositori, yaitu:

  1. Essentials, berisi codec audio dan video player
  2. Multimedia, berisi lebih banyak aplikasi multimedia
  3. Extra, berisi banyak aplikasi terkait jaringan
  4. Games, tentunya berisi game yang mendukung Linux, khususnya openSUSE

Cara Memasangnya?

Continue reading Cara Menggunakan Repo Packman di OpenSUSE 13.1, 13.2 dan Leap 42.x

Mau jadi pembicara di openSUSE.Asia Summit 2016? Sekarang saatnya!

Panitia openSUSE.Asia Summit 2016 membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin menjadi pembicara atau membuat workshop pada openSUSE.Asia Summit 2016 di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta 30 Sept – 2 Okt 2016. Call For Paper ini dibuka mulai tanggal 22 Juni 2016 sampai dengan 3 Agustus 2016. Materi yang terpilih akan diumumkan pada tanggal 17 Agustus 2016.

Ada beberapa bentuk presentasi/workshop yang dapat anda lakukan, silakan pilih sesuai keinginan anda: Continue reading Mau jadi pembicara di openSUSE.Asia Summit 2016? Sekarang saatnya!

OpenSUSE Leap Namanya!

OpenSUSE 42 yang kami kabarkan kemarin sudah mempunyai nama. Namanya OpenSUSE Leap!

Berikut kutipan pengumumannya

Hi all,
Drum roll please.

First we would like to thank everyone who participated in the naming
discussion [1][2] for the input and for entrusting the board to bring
the process to a conclusion. After due deliberations and consulting
with the release and maintenance teams we have decided the name and
version of the next release should be

openSUSE Leap 42.x

We felt that Leap, with reference to motion, i.e. how the distribution
moves forward, provides a nice contrast to Tumbleweed. It also
represents that we are taking a leap to get there.
It does not cast is into a mold that would set the precedence of
openSUSE <plant_name> which we think would have encouraged a regular
debate as new <plant_names> were considered for each product or
release to go with the theme.
Finally it leaves the door open for plenty of options should there be
other efforts to create an openSUSE release based on Factory snapshots
at some point in the future.

As far as the version number is concerned we concluded that 42 is a
great starting point due to the historical reference in the project.
It’s quirky and we felt it suits us well. We deliberated other options
such as starting at 1.x or some other arbitrary number such as 22 but
we preferred 42. Additionally 42 has already gotten some notoriety and
thus we might as well stick with it. In the end we all know the number
is more or less arbitrary and the important point is that it increases
going forward 😉

.x is used to indicate the service pack of SLE from which the sources originate.
We expect the first release to be 42.1 because we intend to have the
release aligned and sharing code with SLE 12 SP1.
The major version will increase alongside the major version of the
shared SLE sources, therefore a SLE 13 SP2 servicepack based release
would be named openSUSE Leap 43.2

Thanks again to everyone for helping out. Special thanks to Rainer
Fiebig, a new contributor who after seeing a news article about
‘openSUSE 42’ joined our mailinglist and proposed this new name for
our new baby.

The openSUSE Board

Tidak ada OpenSUSE 13.3, Yang Ada OpenSUSE 42!

OpenSUSE sedang menyiapkan rilis mayor terbaru. Mereka tidak akan menyebutnya OpenSUSE 13.3, tapi OpenSUSE 42. Sangat mudah ditebak apa maksud dari OpenSUSE melakukan hal ini. Iya, karena versi 42 nanti akan menjadi rilis pertama openSUSE yang meninggalkan basis core sebelumnya.

OpenSUSE tiap kali rilisnya memang tidak banyak berubah, masih menggunakan core dan konsep yang sama, kecuali produk rolling-release-nya, Tumbleweed. OpenSUSE 42 akan memuat perubahan besar dari sisi core dan userbase, sehingga menyebutnya sebagai kelanjutan versi sebelumnya menjadi tidak tepat karena perubahannya sangat besar.

Oh iya, angka 42 konon disepakati oleh para pengembang OpenSUSE karena inspirasi yang didapat dari buku The Hitchhickers Guide to The Galaxy oleh Douglas Adam. 42 berarti jawaban untuk apa itu hidup, alam raya dan semuanya.

Seperti diungkapkan dalam blog resminya, om Doglas DeMaio mengungkapkan bahwa OpenSUSE 42 akan tetap dibangun dengan Open Build Service dengan waktu pengembangan seperti layaknya versi stable kemarin. Versi finalnya akan dirilis pada saat penyelenggaraan SUSECon nanti di Amsterdam tanggal 2 – 6 November 2015.

OpenSUSE 42 akan jadi salah satu rilis dengan konsep LTS, jadi bisa dipakai bertahun-tahun.

Sumber: news.opensuse.org

OpenSUSE Tumbleweed Jadikan KDE Plasma 5.3 Sebagai Default Desktop

OpenSUSE mengumumkan hari ini tanggal 16 Mei 2015 bahwa KDE Plasma 5.3 akan menjadi desktop environment default pada OpenSUSE Tumbleweed. KDE Plasma 5.3 itu akan dilengkapi pula oleh KDE Application Suite versi 15.04.1.

Seperti kita tahu, Tumbleweed adalah salah satu varian OpenSUSE yang menggunakan konsep rilis bergulir (rolling-release). Jadi tidak heran, jika Tumbleweed bisa menikmati banyak software baru dibanding dengan varian openSUSE yang lain. Contohnya saat ini,ketika KDE Plasma 5.3 sudah dianggap cukup stable, maka Tumbleweed adalah varian pertama dari openSUSE yang menjadi default desktopnya. Continue reading OpenSUSE Tumbleweed Jadikan KDE Plasma 5.3 Sebagai Default Desktop

Smeegol Linux – OpenSUSE dengan cita rasa MeeGo dirilis

Diantara banyak distribusi linux besar, mungkin SUSE atau OpenSUSE-lah yang jarang diberitakan memiliki turunan distribusi. Beberapa tahun lalu beberapa distro berbasis SuSE linux pernah hadir, namun telah mati sekarang. Memang secara kasat mata sekarang hampir tidak ada fork atau turunan dari SUSE (mohon dikoreksi kalau keliru), namun varian internal dari beberapa developer atau sekadar hasil remastering via SuSE Studio juga cukup banyak.

Kemarin, tim pengembang OpenSUSE dengan desktop MeeGO mengumumkan rilis turunan (mungkin bukan turunan) dari OpenSUSE, yaitu Smeegol Linux. Smeegol Linux adalah distribusi linux berbasis openSUSE yang menawarkan desktop MeeGO sebagai basisnya. Saat ini (baru saja kemarin) telah tersedia untuk diunduh dari mirror OpenSUSE terdekat. Continue reading Smeegol Linux – OpenSUSE dengan cita rasa MeeGo dirilis

OpenSUSE 13.1 Akan Jadi Versi LTS

Kabar baik bagi pecinta dan pengguna OpenSUSE, OpenSUSE 13.1 akan menjadi salah satu versi LTS (long term support) yang resmi dikeluarkan oleh OpenSUSE.

Kabar saya kutip dari OStatic:

Several distributions continue to support some their releases with bug fixes and updates after a set maintenance period. Some call it Long Term Support but the openSUSE folks call it Evergreen. Wolfgang Rosenauer, systems engineer and software developer, yesterday announced “that openSUSE 13.1 will be the next Evergreen release.” Continue reading OpenSUSE 13.1 Akan Jadi Versi LTS

How to Install KDE 4.10.2 on OpenSUSE

KDE 4.10.2 arrived this week and is already available for Arch LinuxKubuntu (13.04 in main repo and 12.10 through backport PPA), Chakra and the rest. This monthly udpdate brings quite a lot of bug fixes (more than 100), some notable bugs related to Kmail. You can check the entire list here.

So how to get KDE 4.10.2 for your openSUSE box?

If you are running 12.3 you can add the 4.10 repository (make sure to remove other KDE repositories): Continue reading How to Install KDE 4.10.2 on OpenSUSE

openSUSE Conference 2013 Akan diselenggarakan di Thessaloniki

JERMAN – OpenSUSE Project melalui om Henne Vogelsang, mengumumkan bahwa berita openSUSE Conference 2013 (oSC13) di Thessaloniki, Yunani. Acara ini akan diselenggarakan bulan Juli 2013.

Leader openSUSE mengundang segenap developer openSUSE untuk turut berpartisipasi disana. Beberapa hal sudah menunggu untuk dikerjakan, seperti reorganisasi, desain ulang logo, web dan jadwal rilis.
Continue reading openSUSE Conference 2013 Akan diselenggarakan di Thessaloniki

openSUSE on ARM

Sementara Ubuntu sudah benar-benar merilis produk khususnya untuk prosesor ARM, openSUSE baru benar-benar memulai langkah serius menggarap edisi khusus openSUSE untuk prosesor ARM. Proyek yang dinamai openSUSE on ARM ini baru saja dirilis awal bulan Oktober 2012 ini.

openSUSE on ARM Conference, Held in Prague, Ceko

OpenSUSE on ARM sendiri tidak ditujukan (setidaknya untuk saat ini) khusus untuk merk tertentu (seperti Raspberry Pi) tapi dikembangkan secara umum untuk prosesor AM dengan kemampuan OMAP3/OMAP4, seperti ArmandaX Marvell, Freescale i.MX51 ARM SoCs. Continue reading openSUSE on ARM

Novell Meluncurkan Toko Aplikasi Linux: SUSE Gallery

Novell meluncurkan solusi barunya pagi pengguna Linux, khususnya SUSE Linux dan OpenSUSE yang dibidanginya. Solusi berupa toko aplikasi Linux ini diberi nama “SUSE Gallery”. Dengan SUSE Gallery, semua partner dan pengguna akhir dapat menjelajah dan mengunduh software-software SUSE Linux yang telah disaring berdasarkan kebutuhan bisnis dan kebutuhan spesifik lainnya. Solusi baru Novell ini sekaligus menghadapkan Novell head-to-head dengan VMWare dan Red Hat yang telah membuat solusi serupa.

Saya dengar dari The VAR Guy, Novell meluncurkannya tepat pada tanggal 27 Juli 2010 kemarin. SUSE Gallery sendiri menurut hasil review The VAR Guy telah menyediakan lebih dari 415.000 aplikasi. Semoga sukses dah om Novell

Akhirnya, OpenSUSE 12.2 ARM Release Candidate dirilis

Setelah memantau perkembangan desas-desus keinginan komunitas openSUSE untuk memiliki sebuah edisi khusus prosesor ARM sejak 11 bulan lalu, kini openSUSE 12.2 ARM resmi dirilis, walaupun masih dalam versi rilis candidate.

OpenSUSE 12.2 ARM ini mendukung hardware berbasis prosesor ARM-7, termasuk hardware yang mendukung OMAP3 maupun OMAP4 Systems-on-a-chip (SoC), ArmadaXP 510 milik Marvell, Freescale i.MX51 dll.

Dukungan Hardware dan Devais

Mengutip berita rilis dari opensuse.org:

This RC1 release is focused on ARMv7 which encompasses the Cortex-A processor profile from the Cambridge, UK based chip designer. Due to the current nature of the existing ARM landscape it doesn’t mean that all devices that use a v7 SoC are supported though. As such openSUSE took the engineering decision to focus on a subset of devices to minimize the time it takes to bring the distribution up on the architecture. The supported SoC vendors for this release are Texas Instruments’ OMAP3 & OMAP4, Marvell ArmadaXP 510 and Freescale I.MX51; the supported devices running with these SoCs are the Beagleboard, Beagleboard-xM, Pandaboard, Pandaboard-ES and the EfikaMX smarttop/smartbook. There is also an image for the VersatileExpress which is suitable for use in Qemu as well as a generic root file system tarball that users and developers may use to help bring up unsupported devices. The images are available from the download section, the .xz archive files contain the full image (filesystem + kernel + initrd) and the .tar.bz do NOT contain a filesystem (kernel + initrd only).

Download

Pre-built images for ARM boards are available here: http://download.opensuse.org/repositories/openSUSE:/Factory:/ARM/images/

Keterangan versi:
– beagle : for beagleboard, BeagleBoard-xM
– efika : for Efika MX
– panda : for pandaboard, pandaboard ES
– cubox : for SolidRun CuBox (work in progress)

Download file berakhiran .raw.xz untuk dicoba.

Instalasi

Untuk instalasi, silakan buka terminal dan tulis perintah:

xzcat <image>.raw.xz | dd bs=4M of=/dev/sdX; sync

jangan lupa ganti, /dev/sdX dengan nama devais anda (misal: /dev/sdb). Hati-hati!

openSUSE 12.2 dirlis!

Setelah mengalami delay lebih dari 2 bulan, akhirnya komunitas openSUSE resmi merilis openSUSE versi 12.2. Versi terbaru dari openSUSE ini hadir dengan sejumlah pembaruan besar seperti penggunaan kernel linux 3.4, GNOME 3.4.2, KDE 4.8.4 dan GRUB 2.

openSUSE 12.2 juga diklaim lebih cepat dalam booting up karena pemakaian systemd versi 44 dan sejumlah patch yang dilakukan oleh developer. GRUB 2 juga resmi dipakai pada versi 12.2 kali ini dengan perpindahan dari gfxboot ke plymouth untuk animasi bootingnya. (sesuatu yang barangkali telat bagi sebuah distro besar). Continue reading openSUSE 12.2 dirlis!

SUSE Merilis Distro Linux khusus OpenStack

SUSE baru saja mengumumkan strategi barunya dipasar cloud computing dengan memperkenalkan produk SUSE Cloud, produk yang berbasis OpenStack. Seperti kita ketahui, OpenStack adalah salah satu pelopor cloud computing dengan skema IaaS (Infrastructure as a Service) sama seperti yang ditempuh oleh Amazon EC2.

Menurut SUSE, SUSE Cloud 1.0 terdiri dari 3 komponen, dimana semuanya berbasis rilis Essex milik OpenStack dan SUSE Linux Enterprise Server (SLES) 11 SP2. SUSE Cloud 1.0 dilengkapi dengan Cloud Administration Server yang menjadi pusat manajemen seluruh instance cloud yang ada, seluruh Cloud Control Node. Continue reading SUSE Merilis Distro Linux khusus OpenStack

openSUSE 11.3 is here! Download Now!

The long wait is over; some eight months after the release of the previous stable version, openSUSE 11.3 is now officially available: “The openSUSE project is pleased to announce the release of the latest incarnation of openSUSE, with support for 32-bit and 64-bit systems. openSUSE 11.3 is packed with new features and updates including SpiderOak to synchronize your files across the Internet for free, Rosegarden for free editing of your audio files, improved indexing with Tracker, and updates to Mozilla Firefox and Thunderbird. Among these many new features, openSUSE also provides support for netbooks and the Btrfs file system support. Users can expect to see improved hardware support with the 2.6.34 Linux kernel and updated graphics drivers. And support for the next generation of interactive computing for touchscreens like the HP TouchSmart.Continue reading openSUSE 11.3 is here! Download Now!