Konfigurasi MySQL untuk Trafik Tinggi

Secara default MySQL hadir dengan konfigurasi yang sudah cukup mumpuni melayani request database puluhan orang, apalagi kalau cuma sekedar melayani testing environment oleh sang Developer saja. Namun jika pengguna aplikasi anda ini ratusan atau bahkan ribuan, anda harus melakukan tuning ulang untuk server bertrafik tinggi.

Untuk melakukan konfigurasi tersebut, silakan buka file my.cnf pada direktori /etc/mysql/my.cnf (jika anda menggunakan linux) atau C:\xampp\mysql\bin\my.ini.

Silakan pakai dan ubah konfigurasi yang saya rekomendasikan berikut: Continue reading Konfigurasi MySQL untuk Trafik Tinggi

Alternatif dari YQL

YQL atau Yahoo! Query Language adalah bahasa query mirip SQL (SQL-like) yang dibuat oleh engineer-engineer Yahoo! sebagai bagian dari jaringan develoment dan pengembangan produknya. Tujuan awal dari YQL ini untuk digunakan dalam mengolah dan memanipulasi data yang didapat dari API-nya ke sebuah interface berbasis web. Pertama kali YQL diperkirakan diperkenalkan dan digunakan resmi di situs Mashups.

YQL sendiri diluncurkan Oktober 2008 yang lalu berikut dengan akses ke Yahoo API-nya. Pada Februari 2009, Yahoo menambahkan kemampuan YQL bersanding dengan Google Reader, Guardian dan NYT (New York Times). Beberapa API dari YQL masih membutuhkan registrasi dan API key dari Yahoo, dan ini yang membuat sebagian developer tak serta merta menggunakan SQL-like ini. Continue reading Alternatif dari YQL

Replikasi Master to Master MySQL

Persiapan

Untuk dapat mencoba melakukan replikasi master to master mysql ini, silakan persiapkan (minimal) 2 server mysql siap pakai, contoh dengan IP 10.2.9.1 dan 10.2.9.2.

Langkah Replikasi Master to Master MySQL

1. Sesuaikan konfigurasi masing-masing server MySQL sebagai master. Ubah pada tiap file /etc/my.cnf.

Untuk master server 1 misalnya: Continue reading Replikasi Master to Master MySQL

Installing MongoDB Under Linux

The UNIX-based operating systems are extremely popular choices at the moment for hosting services, including web services, mail services, and, of course, database services. In this chapter, we’ll walk you through how to get MongoDB running on a popular Linux distribution: Ubuntu.

To make things simple (or perhaps more complicated, depending on your point of view), you have two ways of installing MongoDB under Ubuntu: you can install the packages automatically through socalled repositories, or you can install it manually. The next couple sections will walk you through both options.

Installing MongoDB Through the Repositories

Repositories are basically online directories filled with software. Every package contains information about the version number, prerequisites, and possible incompatibilities. This information is useful when you need to install a software package that requires another piece of software to be installed first because the prerequisites can be installed at the same time.

The default repositories available in Ubuntu (and other Debian-based distributions) contain MongoDB, but they may be out-of-date versions of the software. Therefore, let’s tell aptitude (the software you use to install software from repositories) to look at a custom repository. To do this, you need to add the following line to your repository-list (/etc/apt/sources.list): Continue reading Installing MongoDB Under Linux

Belajar JAVA: Pemrograman JAVA dengan Database MongoDB

Pendahuluan

Menyambung seri belajar MongoDB yang dulu dan melengkapi tutorial tentang JAVA dalam web ini. Kali ini kita akan belajar membuat program berbasis bahasa pemrograman JAVA dengan database MongoDB. Sebaiknya anda sudah membaca tutorial-tutorial sebelumnya tentang Apa itu MongoDB dan bagaimana Instalasinya (lihat pada Tulisan terkait dibawah post ini).

Yang perlu anda ingat dari MongoDB:

  • MongoDB secara otomatis akan membuatkan Database, Collection, Document, beserta field di dalamnya jika Anda belum pernah membuatnya. Dengan demikian Anda tidak perlu membuat batch SQL yang begitu panjang untuk persiapan membuat database.
  • Setiap document yang dibuat dalam MongoDB akan selalu memiliki index id yang unik. Hal ini secara global dapat mempercepat proses pencarian data.
  • MongoDB lebih mudah diimplementasikan dalam database berukuran besar yang terpisah dalam banyak server. Berbeda dengan RDBMS yang cukup sulit dalam melakukan konfigurasinya.
  • MongoDB tetap dapat membuat record yang berelasi terhadap record lainnya.

Instalasi MongoDB di Windows

  • Unduh file MongoDB dari http://www.mongodb.org/downloads/ pilih versi Windows,
  • Ekstrak file Zip tersebut pada direktori C:\ dan ubah namanyanya menjadi C:\mongodb
  • Buat direktori data untuk MongoDB di C:\data\db (harus seperti ini)
  • Jalankan daemon MongoDB mongod.exe yang berada di C:\mongodb\bin\

Pemrograman Aplikasi Continue reading Belajar JAVA: Pemrograman JAVA dengan Database MongoDB

Belajar MongoDB: Instalasi Database MongoDB

Pendahuluan

Tutorial singkat ini akan membahas instalasi database MongoDB untuk bahasa PHP pada berbagai sistem operasi, seperti *NIX, Windows, Linux dan lainnya. Untuk dapat mengikuti tutorial ini, selayaknya anda harus mengenal apa itu PHP dan apa itu MongoDB. Semua ekstension MongoDB untuk PHP dapat anda ikuti pengembangannya dan dapat anda unduh dari:

http://github.com/mongodb/

dan Continue reading Belajar MongoDB: Instalasi Database MongoDB

Belajar MongoDB: Sekilas tentang MongoDB

MongoDB merupakan salah satu jenis database, lebih tepatnya masuk dalam kategori Document-oriented Database. MongoDB dikembangkan sejak Oktober 2007 oleh 10Gen, dirilis publik sejak Februari 2009 dan dilepas dengan lisensi GNU AGPL 3.0 dan Apache License untuk drivernya.

Logo MongoDB

MongoDB sendiri ditulis dengan bahasa C++ dan telah tersedia untuk berbagai jenis bahasa pemrograman. Fitur utama dari mongoDB antara lain: Continue reading Belajar MongoDB: Sekilas tentang MongoDB

Menyimpan sebuah array ke suatu kolom tabel di database MySQL dg PHP

Snippet kecil PHP-MySQL ini sengaja saya sekadar sebagai referensi bagi yang sedang mencari-cari bagaimana cara menyimpan array ke dalam suatu field didatabase MySQL. Kalau anda pernah coba-coba menyimpan array tanpa melakukan pemrosesan terlebih dulu, maka di field anda hanya terisi dengan kata ‘Array’ dan otomatis tidak bisa dimanfaatkan.

Untuk menyimpan sebuah array ke suatu kolom tabel didatabase MySQL dengan PHP dapat anda lakukan dengan melakukan serialisasi array. Serialisasi array ini dapat anda lakukan dengan mudah di PHP karena telah ada fungsi serialize() dan unserialize(). Continue reading Menyimpan sebuah array ke suatu kolom tabel di database MySQL dg PHP