Jual Modul IOT (Internet of Things) GPRS – Orange Pi 2G IOT Termurah

Orange Pi 2G IoT adalah seri terbaru dari Orange Pi (pesaing Raspberry Pi) yang berfokus kepada kebutuhan Internet of Things (IOT). Apa yang membedakan seri ini dengan sebelumnya? Pembeda utamanya adalah adanya Slot SIM Card dan Module 2G (GPRS) secara langsung di board.

Jadi nggak usah ribet lagi, beli ini itu pasang modul ini itu, semua sudah jadi satu paket komplit dalam satu PCB Orange Pi 2G IOT. Continue reading Jual Modul IOT (Internet of Things) GPRS – Orange Pi 2G IOT Termurah

Raspberry Pi Kini Menggunakan Kernel 4.0!

Raspberry Pi kini resmi menggunakan keluarga kernel Linux 4.0. Itu artinya, Raspberry Pi menjadi salah satu dari devais berbasis ARM yang sudah menggunakan kernel 4.0 sebagai otaknya. Seluruh firmware raspi sedang dalam proses upgrade, termasuk versi OpenELEC dari Raspberry Pi.

Untuk mencoba-coba menggunakan kernel 4.0 ini, silakan lakukan proses upgrade dengan perintah:
[sourceocode]
sudo rpi-update
[/sourcecode]

Pastikan anda punya koneksi internet yang memadai sebelum melakukan upgrade.
Screenshot-1

Keutungan terbesar dari penggunaan Kernel 4.0 ini diantaranya adalah bertambahnya jumlah devais yang didukung oleh Raspberry Pi, seperti devais USB, modem, DVB dll.

Untuk berkontribusi, silakan kunjungi Githubnya disini: https://github.com/raspberrypi/linux

Sumber: Forum Raspberry Pi

Inilah “Lemon Pi”, Klonengan Raspberry Pi Yang Bisa Pakai Ubuntu 12.04 dan Android 5.0

Klonengan dari Raspberry Pi memang sudah banyak, ada banana-pi, orange-pi, blueberry dll. Kali ini hadir lagi satu devais klonengan raspberry pi yang mencoba peruntungan, namanya Lemon Pi.

Lemon Pi adalah produk yang saat ini sedang dikampanyekan lewat platform Indiegogo, sebuah platform untuk crowdsourcing (pendanaan gotong-royong online). Lemon Pi sendiri dibuat dan dikembangkan oleh perusahaan asal China, EMBEDSTUDIO.

Secara kasat mata dari foto-foto yang disajikan, tampilan Lemon Pi memang mirip dengan Raspberry Pi 2. Namun, ada perbedaan mencolok ketika kita melihat spesifikasi dari devais klonengan ini gan.

Lemon Pi dipersenjatai dengan prosesor Quad-core ARM A9r4 S500, GPU PowerVR SGX544 yang mendukung OpenGL, OpenCL dan OpenVG. Selain itu, Lemon Pi juga didukung dengan RAM 1GB DDR3, punya slot HDMI 1.4, dan punya slot micro SD.

Urusan konekvitas, Lemon Pi juga cukup lengkap. Ada 1 port ethernet 10/100M RJ45, 2 port USB 2.0, 1 port USB 3.0 dengan kemampuan OTG, 40 pin header yang kompatibel dengan milik raspberry pi, penerima inframerah, tombol reset dan tombol On/Off.

Harga dari Lemon Pi sendiri masih belum jelas pasca kampanye crowdsourcing di Indiegogo. Di Indiegogo, kita bisa membeli Lemon Pi seharga 30 Dollar (sekitar 400 ribuan).

Foto-foto Lemon Pi

Video Promosi dari Lemon Pi bisa kita tonton dari Youtube disini:

 

Raspberry Pi Model B+ Kini Hanya 25 Dollar

Raspberry Pi Foundation baru saja mengumumkan harga baru dari Raspberry Pi Model B+, harganya turun 10 dollar menjadi 25 Dollar saja!

Model B+ adalah versi Raspberry Pi yang tergolong sukses dipasaran karena mampu menghadirkan hardware yang cukup mumpuni untuk para pehobi elektronika diluar sana. Mungkin karena permintaan yang masih banyak, Raspberry Pi Foundation masih tetap memproduksi model B+ ini, bahkan dengan harga yang bisa turun menjadi 25 dollar saja. Continue reading Raspberry Pi Model B+ Kini Hanya 25 Dollar

Raspberry Pi Will Go to International Space Station

Raspberry Pi will be going to the International Space Station and get the best alumnium case in the world!

You can’t just take a Raspberry Pi up into space or aboard the International Space Station without meeting some very important requirements. First of all, it needs a case, but not something that you can pick up from eBay or Aliexpress. It needs something that’s large, made from aluminum and has extremely good cooling properties. In fact, this case is so special that only a limited number of them will be built. Continue reading Raspberry Pi Will Go to International Space Station

Ini loh, Komputer Mini Seharga 100 Ribuan!

Kamu pasti sudah tahu tentang Raspberry Pi, komputer mini seharga 35 dollar yang ngetrend dikalangan pehobi komputer dan maker dunia kan? Nah, kini ada lagi satu komputer super-mini yang dijual dengan harga 9 dollar saja!

Adalah C.H.I.P nama komputer super-mini ini. Saya sebut komputer mini, bukan development board seperti Arduino dkk karena C.H.I.P ini sudah dilengkapi dengan Wifi dan Bluetooth. Prosesornya sudah 1 GHz, RAM 512 MB dan Storage 4GB.

Sistem operasi yang dijalankan pada C.H.I.P ini juga bukan sebatas script seperti milik Arduino saja, tapi Linux Debian! Ya, Debian dengan versi ringan dan desktop environment khusus.

C.H.I.P sendiri saat ini sedang diperkenalkan via Kicstarter. Goal funding yang hanya 50.000 saja sekarang sudah terlampaui 4 kali lipat, mereka sudah mengantongi lebih dari 200.000 dollar!

Lihat saja perbandingan ukurannya dengan sejumlah benda dibawah:

Tertarik? Silakan join program kickstarter mereka. Dapatkan harga 9 dollar dengan Ongkir sekitar 20 dollar.

Ubuntu MATE Resmi Jadi Salah Satu Distro di Raspberry Pi 2

Ubuntu MATE ISO sekarang resmi dihadirkan pada website Raspberry Pi 2. Ubuntu MATE menjadi salah satu alternatif dari versi Debian untuk Raspberry Pi (Raspbian) yang menjadi distro utama.

Raspberry Pi 2 adalah suksesor dari versi sebelumnya dengan spesifikasi yang lebih tinggi. Kendati pesaing dan penirunya tergolong banyak, kesuksesan Raspberry Pi 2 masih belum terbendung. Berbondong-bondong para developer distro Linux mendukung development board yang baru hadir beberapa bulan kemarin itu.

Sekarang tidak kurang ada aplikasi dan distro-distro penting yang dibuat khusus oleh komunitas dan perusahaan yang menggarap penting pasar ini. Ada aplikasi Snappy Ubuntu Core, OPENElec, Pidora, RISC OSC, OSMC dan Raspbian sendiri.

Dalam pengumuman resminya di Web Ubuntu-MATE.org, “The image is functional and based on the regular Ubuntu armhf base, and not the new Snappy Core, which means that the installation procedure for applications is the same as that for the regular desktop version, ie using apt-get. We have done what we can to optimise the build for the Raspberry Pi 2, and one can comfortably use applications such as LibreOffice, which, in fact, is a joy to use. You’ll need a microSD card which is 4GB or greater to fit the image,”

Screenshoot Ubuntu MATE di Raspberry Pi 2:

Download

Silakan download dari sini: http://master.dl.sourceforge.net/project/ubuntu-mate/15.04/armhf/ubuntu-mate-15.04-desktop-armhf-raspberry-pi-2.img.bz2

UT3S, The First Quad-core ARM Powered TV-PC With Android & Ubuntu Dual Boot

Ugoos launched a $179 “UT3S” TV-PC that dual boots Android 4.4 and Ubuntu 14.10 on a 1.8GHz quad-core Cortex-A17 Rockchip RK3288, and supports 4Kx2K video.

Finding a media player or mini-PC that runs Android is easy, but finding one that ships with other species of Linux pre-installed is a bit trickier. Now Ugoos has released a TV-focused Ugoos UT3S mini-PC that can run either Android 4.4 or Ubuntu 14.10 in dual-boot mode.

Whereas Ugoos’s earlier Android-based UM2 stick-PC and UT2 mini-PC used the quad-core, Cortex-A9 Rockchip RK3188 SoC clocked to 1.6GHz, the UT3S moves up to the quad-core, Cortex-A17 RK3288 at 1.8GHz. The RK3288, which ships with ARM’s Mali-T764 GPU, is also found in new Android media players including the Tronsmart Orion R28.

Continue reading UT3S, The First Quad-core ARM Powered TV-PC With Android & Ubuntu Dual Boot

Raspberry Pi 2 Akhirnya Dirilis!

Raspberry Pi 2 adalah komputer PC mini yang dikeluarkan oleh Raspberry Pi Foundation asal Inggris. Hardware mungil ini adalah seri ke 2 dari produk serupa yang telah mereka rilis. RPi selama ini dikenal sebagai salah satu pioner dibidang pendidikan karena kehadiran hardware yang murah meriah dari mereka mampu merangsang dunia pendidikan (khususnya pendidikan berbasis TIK) menjadi lebih bergairah karena tidak perlu lagi risau akan kebutuhan hardware yang besar.

Ebben Upton, CEO Raspberry Pi Foundation mengumumkan bahwa Raspberry Pi 2 ini tetap akan dijual dengan harga 35 dollar saja. Walaupun dengan harga yang sama dengan versi B+ (yang baru saja dijual beberapa bulan yang lalu), namun RPi 2 ini mengalami pembaruan hardware yang lumayan seperti: Continue reading Raspberry Pi 2 Akhirnya Dirilis!

Raspberry Pi Luncurkan Model A+, Kini Dengan Harga 20 Dollar Saja

Kabar gembira bagi anda semua yang menggunakan Raspberry Pi dan tertarik dengan mikrokomputer, Raspberry Pi Foundation dengan bangga merilis produk baru yaitu Raspberry Pi Model A+.

Seperti konsep sebelumnya, model A+ bukan versi ketiga atau versi baru dari devais Raspberry Pi, akan tetapi hanya revisi dari model A yang populer sebelumnya. Harga dari Model A+ sekarang hanya 20 dollar ( sekitar 250 ribu rupiah) saja.

Spesifikasi Model A+ tidak jauh berbeda dengan Model A sebelumnya, tetap menggunakan prosesor BCM2835 dan 256MB RAM. Yang cukup berbeda adalah dari sisi ukuran, sekarang model A+ jauh lebih dari Model A, dari 86 mm menjadi 65 mm saja. Selain itu beberapa pengayaan yang patut dicatat antara lain:
– Lebih banyak pin GPIO, kini dengan 40 pin GPIO, dengan standar HAT
– Menggunakan slot MicroSD, tidak lagi SD Card
– Low noise audio circuit
– Less power consume

raspberry-pi-A+

Versi Terbaru Raspberry Pi dirilis, Raspberry Pi Model B+

Beberapa hari yang lalu, Raspberry Pi Foundation merilis hardware barunya, Raspberry Pi Model B+. Model terbaru ini merupakan versi revisi dari Model B, dengan beberapa penambahan dan perubahan letak. Dinamai dengan Model B+ karena sebagai model revisi, Model B+ tidak melakukan upgrade besar-besaran dari segi spesifikasi. Semua masih sama, masih menggunakan prosesor Broadcomb BCM2835 dan besar RAM 512MB.

Berikut adalah beberapa perubahan yang dilakukan oleh Raspberry Pi Foundation:
– GPIO pada Model B+ kini menjadi 40 pin,
– 4 Port USB 2.0,
– Soket SD Card yang diperbarui,
– Konsumsi daya yang lebih hemat, sekitar 0.5 – 1 Watt lebih hemat,
– Chip Audio yang diperbarui dengan anti-noise,
– Penggeseran tata letak beberapa port,

raspberry-b+

Saya masih belum bisa mereview lebih lanjut tentang model baru ini, saya rasa Model B+ lebih cocok digunakan untuk para Maker dan Geek yang punya project dengan mikroprosesor lain.

Jika mau beli, silakan dari Element14 Singapura

Back to School: Get a classroom (free hosting, self-hosted or commercial vendors)

It’s  Back to School 2011 !  We’ll be running back to school focused posts throughout the week of September 2nd, highlighting some good tips and suggestions for making the most out of your Moodle usage in 2011-2012.

Original post:
Back to School: Get a classroom (free hosting, self-hosted or commercial vendors)

Sukses, Raspberry-Pi jadi Controller Fermentasi

Komputer seukuran bungkus rokok, Raspberry-pi memang luar biasa. Kini salah satu inovator dari Amerika berhasil membuat Pengendali Proses Fermentasi dengan Raspberry-pi dan sejumlah perangkat arduino. Alat itu kemudian disebut BrewPi.

Menurut situs resminya, BrewPi.com, “BrewPi is an open source fermentation controller that runs on an Arduino (for now) and a Raspberry Pi. It can control your beer temperature with 0.1 degree precision, log temperature data in nice graphs and is fully configurable from a web interface. If you are not into brewing, but do like to thinker with electronics, give the article a read. I had to invent many little things that could be very helpful for other projects too. I can think of a lot of cool things you could that involve controlling an Arduino from a web browser.” Continue reading Sukses, Raspberry-Pi jadi Controller Fermentasi

History of Embedded Device Programming

For a long time, cell phone developers comprised a small sect of a slightly larger group of developers known as embedded device developers. Seen as a less “glamorous” sibling to desktop—and later web—development, embedded device development typically got the proverbial short end of the stick as far as hardware and operating system features, because embedded device manufacturers were notoriously stingy on feature support. Embedded device manufacturers typically needed to guard their hardware secrets closely, so they gave embedded device developers few libraries to call when trying to interact with a specific device.

Embedded devices differ from desktops in that an embedded device is typically a
“computer on a chip.” For example, consider your standard television remote control; it is
not really seen as an overwhelming achievement of technological complexity. When any
button is pressed, a chip interprets the signal in a way that has been programmed into the
device. This allows the device to know what to expect from the input device (key pad),
and how to respond to those commands (for example, turn on the television). This is a
simple form of embedded device programming. However, believe it or not, simple
devices such as these are definitely related to the roots of early cell phone devices and
development. Continue reading History of Embedded Device Programming

Chip IBM untuk Kecepatan 1 Tbps

Peneliti IBM telah mengembangkan sebuah prototipe chip optik yang dapat mentransfer data hingga 1 Tbps (1 Terabit per second). Angka ini setara dengan kecepatan download 500 film kualitas HD (high definition) dalam satu detik.

Chip yang dinamakan Holey Optochip, merupakan transceiver optik paralel yang terdiri dari dua pemancar penerima yang dirancang untuk menangani pengiriman data dalam jumlah besar.  Continue reading Chip IBM untuk Kecepatan 1 Tbps