JAKARTA – Terdapat perubahan besar dalam hal penghasil utama spam di dunia. Amerika Serikat, yang pada tahun 2010 berada di peringkat pertama, kini sama sekali tidak masuk dalam daftar. Kini peringkat pertama diduduki oleh India, yang tahun lalu berada di tempat kedua.

Brazil dan Indonesia ada di tempat kedua dan ketiga. Brazil sebelumnya berada di peringkat ke-5 dan Indonesia peringkat ke-16. Sementara itu, Rusia kini berada di peringkat ke-9. Namun secara regional tidak terlihat adanya perubahan yang signifikan. Asia, Amerika Latin dan Eropa Timur masih menjadi penghasil utama junk mail yang masuk ke inbox pengguna Internet.

“Tekanan dari komunitas TI dunia dan penegakan hukum di berbagai negara menunjukkan hasil yang baik dalam menekan jumlah spam. Namun secara keseluruhan, korespondensi yang tidak diinginkan menjadi lebih berbahaya dan kami perkirakan serangan terhadap kelompok pengguna tertentu akan semakin meluas,” ujar Darya Gudkova, Kepala Analisa Konten dan Penelitian Kaspersky Lab.

“Seperti terlihat di negara-negara berkembang, koneksi Internet yang bagus ditambah rendahnya pengetahuan komputer dan ketiadaan peraturan anti-spam sangat menarik bagi pemilik bot. Itulah sebabnya ancaman seperti ini membutuhkan respon yang komprehensif dengan memberi perhatian khusus pada pendidikan mengenai keamanan TI.”

Sumber: TribunNews