Israel – Keberadaan Photoshop memang sangat membantu penggiat foto, baik yang amatir maupun pro. Namun di lain sisi, software ini juga mengundang pertentangan terutama saat memasuki ranah hiburan.

Majalah fashion dan biro iklan diketahui sering mendapat kritik karena terlalu memanipulasi modelnya dengan memakai Photoshop. Inilah yang juga terjadi di Israel, yang memicu pihak berwenang di sana melarang pemakaian Photoshop di foto model tanpa adanya pemberitahuan.

Dilansir dari Cnet, Kamis (22/3/2012), hal ini dimaksudkan untuk mengurangi angka gangguan makan (eating disorder) yang banyak terjadi di negara berkembang. Photoshop memang kerap dipakai untuk membuat model terlihat lebih kurus dibandingkan aslinya.

Selain melarang pihak publisher, penguasa juga melarang model-model yang terlalu kurus untuk muncul di iklan lokal. “Kami ingin mematahkan ilusi bahwa model yang kami lihat itu asli,” ujar Liad Gil-Har selaku salah satu pihak pembuat hukum pelarangan tersebut.

Jadi di sana, setiap photo shoot yang dilakukan dan akan dipakai untuk market Israel, seorang model harus memperlihatkan laporan medis. Laporan medis ini tidak boleh ‘berusia’ lebih dari 3 bulan dan harus menyatakan bahwa mereka tidak menderita malnutrisi.

Akan tetapi hukum itu bukan tanpa celah. Salah satu kritik yang datang mengatakan bahwa pihak penguasa seharusnya berfokus pada kesehatan sang model alih-alih berat badan.

Sumber: detikINET