Jakarta- Perusahaan penyedia solusi keamanan dan penyimpanan jaringan, Symantec meluncurkan sistem pendukung data terbaru untuk pasar Indonesia, Backup Exec 2012 dan NetBackup 7.5. Keduanya menjanjikan pendekatan baru dan modernisasi dalam pengelolaan data.

“Saat ini jumlah data terus tumbuh dan bertambah semakin banyak,” kata Regional Technical Director, Symantec Asia South Region, Raymond Goh saat memperkenalkan sistem Backup Symantec yang terbaru, di Jakarta, Kamis, 15 Maret 2012.

Data yang terus membesar itu memicu terjadinya ledakan data yang didorong oleh berkembangnya layanan komputasi awan, sistem yang tervirtualisasi serta masifnya penggunaan perangkat mobile.

Raymond mengungkapkan bahwa sepanjang 2011 lalu telah tercipta data sebesar 1,8 zettabita. Satu zettabita sama dengan 10 pangkat 21 bita.

Dengan situasi yang seperti itu, proses backup data tidak akan pernah selesai. Itu karena data yang terus bertambah, tidak pernah berhenti dan semakin membesar. Akibatnya aktivitas penyimpanan dan pendukung data meningkat sebanyak 52 persen setiap tahunnya.

Menyiasati ledakan data itu, Symantec menawarkan tiga cara agar pengelolaan data semakin efektif, tidak memakan tempat, dan menekan ongkos operasional perusahaan. “Yang pertama kali adalah pertumbuhan data harus dikontrol,” kata Raymond.

Yang selanjutnya adalah mengintegrasikan sistem pendukung data antara yang virtual dan fisik. Dengan cara ini, proses penyimpanan data tidak mengalami pengulangan dan mencegah dua data yang sama tersimpan.

Dengan dua cara tadi, sistem pendukung data menjadi lebih sederhana. “Sistem Backup cukup dilakukan dari satu alat,” katanya. Selama ini, kata dia, backup data masih dilakukan secara terpisah, antara data yang virtual dan fisik.

Menurut Raymond dengan menerapkan tiga strategi tersebut, mengontrol data, menyatukan platform, dan menyederhanakan sistem backup, maka diproyeksikan biaya operasional perusahaan bisa dipangkas hingga 80 persen selama lima tahun. “Selama ini biaya ikut meningkat seiring dengan manajemen data yang terus bertambah,” katanya.

Kedua sistem backup yang diluncurkan pada hari ini, Backup Exec 2012 dan NetBackup 7.5 telah dilengkapi berbagai fitur yang memenuhi ketiga strategi manajemen data tadi. Keduanya dirancang agar sistem tidak menyimpan data yang sama. “Sistem hanya mengirim data-data yang mengalami perubahan,” katanya.

Yang umumnya terjadi adalah, sistem akan mengirim data secara kumulatif setiap tahun, padahal banyak data yang sama, yang telah dikirimkan setahun sebelumnya, sehingga data menumpuk dan memenuhi sistem backup.

Raymond juga mengatakan sistem akan menyeleksi data-data lama yang sebenarnya sudah tidak diperlukan lagi. “Data-data yang tidak berguna untuk proses audit bisa dihilangkan,” katanya.

Kedua sistem pendukung menyasar segmen yang berbeda, Backup Exec 2012 lebih ditujukan untuk usaha kecil dan menengah, yang umumnya menggunakan sistem windows dengan antarmuka yang seragam. Adapun NetBackup 7.5 untuk bisnis berskala besar, yang umumnya mempunyai sistem yang kompleks.

Sumber: Tempo