Thailand tampaknya baru saja mengalami serangan hacking ke ATM Bank untuk pertama kali. Dikutip dari TheHackerNews.com, sekelompok hacker asal Eropa Timur berhasil menggasak sekita 12 Juta Baht, sekitar 350.000 US dollar atau setara dengan 4,6 Miliar Rupiah.

Aksi hacking ini menyasar sekitar 21 ATM di Bangkok dan 5 provinsi lainnya dari bank yang sama. Bank Sentral Thailand (BoT) telah resmi mengeluarkan warning kepada seluruh bank komersial seluruh Thailand untuk waspada menghadapi kemungkinan terburuk pada 10.000 ribu lebih mesin ATM yang berpotensi digasak di negeri itu.

thaibank

Warning resmi yang dikeluarkan oleh Bank sentral Thailand ini dirilis pasca aksi Bank Tabungan Pemerintah (Government Savings Bank/GSB Thailand) yang mematikan lebih dari 3000 mesin ATMnya diseluruh antero negeri gajah putih pasca aksi pencurian oleh hacker itu diinvestigasi oleh kepolisian.

GSB Thailand menemukan fakta bahwa aksi pencurian lewat aksi hacking ini berlangsung mulai tanggal 1 agustus selama sepekan sampai tanggal 8 Agustus 2016 di 21 mesin ATM lintas provinsi di kota-kota besar, Bangkok, Phuket, Chumphon, Prachuap Khiri Khan, Petchaburi, dan Surat Thani.

Teknik

Teknik yang diperkirakan digunakan oleh para hacker tersebut tergolong berani. Setidaknya ada akses fisik ke ATM. Setidaknya mereka hadir di 21 mesin ATM dengan memasukkan kartu dan menunggu jaringan mereka diluar negeri beraksi, mengeluarkan 40.000 Baht tiap transaksi. Sampai terkumpul sekitar 12.29 juta Baht.

Penyelidikan dari kamera CCTV yang ada disimpulkan bahwa ada sekumpulan tersangka dari warga negara asing yang beraksi ditiap mesin ATM yang memaksa mesin ATM mengeluarkan uang tunai tidak seharusnya. Dalam konferensi pers yang digelar oleh Direktur dari Bank GSB disebutkan bahwa aksi tersebut murni hanya berpengaruh pada mesin ATM, tidak menyentuh dana tabungan dari para nasabah bank mereka.

Polisi Thailand menduga ada sekitar 25 warga negara dari Eropa Timur yang beraksi. Kemungkinan besar, mereka juga sindikat yang juga menggasak 2.17 juta dolar dari ATM di Taiwan beberapa bulan yang lalu. Red