Jakarta – Microsoft Devices merilis Nokia 130. Ponsel candy bar ini cuma dipatok 19 euro atau sekitar Rp 300 ribu. Untuk perusahaan sebesar Microsoft, buat apa mereka susah-susah membuat ponsel murah?

Dilihat dari sisi apapun, jelas Nokia 130 ditujukan untuk pasar negara berkembang. Walaupun banyak yang mengatakan, smartphone sudah mulai menggeser feature phone, tapi di sisi lain masih diperkirakan ada satu miliar orang yang belum memiliki perangkat mobile.

“Ini adalah kesempatan besar bagi Microsoft untuk memperkenalkan orang-orang, terutama di pasar negara berkembang, untuk pengalaman mobile pertama mereka,” jelas juru bicara Microsoft dalam sebuah pernyataan kepada The Verge, Rabu (13/8/2014).

Dia menambahkan, di pasar negara berkembang, ponsel bukan laptop, bisa menjadi perangkat komputasi utama seseorang untuk mengakses internet.

Pernyataan ini terbukti dengan Nokia 105. Microsoft mengklaim menjual rata-rata 1 juta unit per minggu ponsel dengan harga USD 30. Itu lebih dari 50 juta handset per tahun di pasar negara berkembang di mana Microsoft menghadapi persaingan yang ketat dari Samsung, termasuk ponsel China lainnya.

Secara spesifik, Nokia 130 memiliki layar 1,8 inch QQGA (160×128 pixel), keypad tradisional alphanumeric, serta LED di bagian belakangnya.

Meski modelnya terbilang jadul, ponsel untuk segmen low-end ini bisa mendukung microSD sampai 32 GB, memutar MP3, video dan dilengkapi FM radio.

via detikINET