JAKARTA,  Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara hari ini, Senin (29/2/2016) meresmikan proyek Palapa Ring. Peresmian tersebut dimulai dengan penandatanganan perjanjian kerjasama Paket Barat yang bernilai Rp 1,28 triliun.Sementara, Paket Tengah dan Timur masih harus menunggu. Paket Tengah sedang dalam proses pengurusan administrasi, sedangkan Paket Timur menanti kesiapan teknis berupa pembangunan jalur Trans Papua.

Paket Barat tersebut akan ditangani oleh pemenang tender, yaitu konsorsium Moratel – Ketrosden Triasmita. Sedangkan Paket Tengah senilai Rp 1,4 triliun akan dikerjakan oleh konsorsium Pandawa yang terdiri dari PT LEN (51 persen), PT Teknologi Riset Global Investama (34 persen), PT Sufia Technologies (5 persen), PT Bina Nusantara Perkasa (5 persen), dan PT Multi Kontrol Nusantara (5 persen).

“Kita tandatangani Paket Barat duluan karena Paket Tengah masih dalam pengurusan administrasi,” ujar Rudiantara dalam acara penandatanganan perjanjian kerjasama proyek Palapa Ring, di Gedung Kementerian Keuangan.

“Kalau Paket Timur masih menunggu soal engineering, jadi saat Kementerian Pekerjaan Umum nanti bikin jalan Trans Papua otomatis sekalian bangun ducting. Ini berkaitan dengan jalur-jalur inland yang akan dilalui di Papua,” imbuhnya.

Palapa Ring adalah usaha pemerintah membangun infrastruktur kabel serat optik yang menjangkau berbagai daerah terpencil di Indonesia. Harapannya proyek ini bisa membantu mewujudkan cita-cita ekonomi digital.

Palapa Ring Paket Barat akan menjangkau wilayah Riau dan Kepulauan Riau hingga Pulau Natuna dengan kabel serat optik sepanjang 2.000 km. Sedangkan Paket Tengah menjangkau Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, sampai Kepulauan Sangihe-Talaud dengan kabel sepanjang 2.700 km.

Ring terpanjang adalah Paket Timur yang meliputi Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat dan Papua dengan total kabel serat optik sepanjang 6.300 km. Kendati paket ini masih dalam tahap pra kualifikasi, pemerintah menarget untuk mencapai penandatanganan kerjasama pada September 2016.

Langkah awal proyek tersebut akan dijalankan menggunakan dana masing-masing konsorsium dan akan diganti dengan dana Universal Service Obligation (USO) mulai 2019 mendatang, yaitu setelah Palapa Ring mulai beroperasi.

Selain penandatangan paket proyek, dalam acara tersebut juga ditandatangani perjanjian penjaminan proyek antara PT Palapa Ring Barat dengan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) sebagai penyedia penjaminan dari pemerintah. Kemudian perjanjian Regres antara PT PII dengan Kemenkominfo sebagai penanggung jawab kerjasama.

Sumber: KOMPAS Tekno