Harga yang mahal membuat ponsel pintar keluaran Apple hanya bisa dinikmati oleh masyarakat menengah ke atas. Padahal banyak orang ingin menggunakan produk ciptaan Steve Jobs ini. Itulah mengapa kini banyak ditemukan ponsel super copy dan refurbished yang dijual di pasaran, hanya untuk menarik para pembeli dengan kocek tipis.

Kedua istilah tersebut mungkin sudah tidak asing di telinga kamu. Keduanya digunakan untuk memberikan gambaran tentang kondisi iPhone yang bukan bawaan resmi Apple.

iPhone super copy biasanya dibuat sangat mirip dengan iPhone resmi. Ponsel ini merupakan ponsel Android yang sengaja diciptakan dengan bentuk serupa iPhone. Hanya saja jika jeli, kamu akan menemukan beberapa perbedaan mendasar seperti sistem operasi hingga fitur yang terdapat di dalamnya.

Sumber gambar: salepromos.com

Berbeda dengan super copy, iPhone refurbished adalah iPhone yang diperbarui. Sebenarnya tidak hanya iPhone yang bisa diperbarui seperti ini, beberapa alat elektronik lainnya seperti PlayStation juga memiliki produk refurbished yang dijual di pasaran.

Produk iPhone refurbished sendiri bisa kamu temukan dengan harga yang jauh lebih murah, namun tetap lebih mahal dari super copy. Ponsel keluaran lama adalah salah satu incaran para produsen produk refurbished. Itulah mengapa kamu masih bisa dengan mudah menemukan produk iPhone 4S atau 5s terbaru meskipun Apple sudah tidak mengeluarkannya lagi secara resmi.

Nah, kali ini saya akan membahas tentang ponsel refurbished. Apakah ponsel ini aman untuk digunakan, atau apakah ponsel ini bersifat ilegal? Yuk, simak ulasan berikut ini:

Mengenal iPhone Refurbished

Seperti yang sudah saya jelaskan sekilas di atas, iPhone refurbished merupakan barang yang pernah rusak sebelumnya. Barang ini diberikan kembali kepada Apple dan diperbaiki. Selanjutnya, setelah barang tersebut kembali berfungsi, Apple menjualnya ke pasaran melalui para produsen resmi. Itulah ponsel dengan seri-seri lama yang kamu temui di pasaran.

Misalnya, suatu saat kamu mengalami masalah dengan layanan koneksi di ponselmu. Kamu tidak bisa menggunakan paket internet meskipun sudah menggunakan layanan berkualitas seperti Telkomsel. Alhasil pulsa Telkomsel di ponselmu kerap terpotong tanpa kamu melakukan panggilan telepon.

Kamu sudah kembali melakukan pengisian ulang pulsa Telkomsel, namun tetap saja terpotong tanpa alasan yang jelas. Bahkan sudah melakukan pengisian ulang secara online, tetap saja saldo di ponselmu terpotong dengan sendirinya.

Sebenarnya saya pernah mengalami hal seperti itu. Saat itu untung saya menggunakan layanan transaksi pulsa Telkomsel dari Traveloka. Hanya bermodalkan aplikasi di ponsel lainnya, saya bisa membeli sejumlah nominal untuk iPhone saya dengan harga yang murah. Kamu bisa lihat di sini untuk mengecek harga yang ditawarkan layanan mobile ini.

Selanjutnya, saya menyerah dan membawa ponsel tersebut ke pihak Apple untuk dicek. Selanjutnya saya mendapatkan unit yang baru sebagai pengganti ponsel rusak saya tersebut.

Nah, bisa jadi ponsel saya yang rusak tersebut adalah salah satu ponsel refurbished yang dijual di pasaran. Hanya saja, saya yakin, ponsel tersebut tentu sudah diperbaiki terlebih dahulu sebelum dijual.

Ciri-ciri iPhone Refurbished

Hal utama yang menjadi pembeda iPhone ini dengan iPhone terbaru yang resmi adalah harga yang mengikutinya. Harga iPhone refurbished tentu jauh lebih murah dibandingkan harga iPhone terbaru dengan seri serupa.

Sebagai gambaran, jika kamu menemukan iPhone 6 dengan harga Rp4 juta dalam kondisi baru, bisa jadi iPhone tersebut adalah produk refurbished. Pasalnya harga iPhone 6 yang resmi dijual di pasaran masih seharga Rp6 juta.

Ciri lainnya yang paling menonjol dari ponsel ini adalah kotaknya. iPhone terbaru dari Apple tentu akan dikemas dalam kotak dengan tampilan gambar iPhone tersebut di bagian luar. Selain itu, iPhone resmi akan dicantumkan tulisan ‘Apple Certified’. Namun, pada iPhone refurbished, kamu akan menemukan kotak putih polos tanpa gambar iPhone di bagian luar.

Garansi Refurbished

Apple juga mengeluarkan produk resmi refurbished  yang bisa kamu beli pada beberapa gerai online resmi yang bekerjasama dengan Apple. Produk tersebut tentu memiliki garansi selama 1 tahun.

Namun, jika kamu membeli ponsel tersebut di toko penjualan di Indonesia, bisa jadi kamu hanya mendapatkan garansi toko selama satu bulan, atau bahkan tidak mendapatkan garansi sama sekali. Itulah mengapa kamu perlu memperhatikan dengan benar siapa penjual dan lokasi toko untuk mencegah kerugian yang mungkin terjadi.