Istighosah, Jangan Ditinggalkan

Jakarta, NU Online

Istighotsah adalah salah satu cara para hamba Allah untuk memohon pertolongan dari Sang Pencipta Semesta Alam. Bagi kalangan Nahdliyin Istighotsah merupakan tradisi yang telah berlangsung turun-temurun selama beberapa generasi. Karenanya, kepada seluruh warga Nahdliyin diharapkan untuk tidak meninggalkan Istighotsah.

“Meski Hujan badai melanda Jakarta sore tadi, namun di sini kita tetap melaksanakan istighotsah ini sebagai wujud pengakuan kelemahan kita di hadapan Allah. Meski kemacetan merepotkan kita di mana-mana, namun istighotsah senantiasa kita gelar sebagai wujud kecintaan kita kepada amalan-amalan Nahdliyin,” tutur Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD-PBNU) KH Zakky Mubarok di hadapan ratusan peserta yang memadati halaman Gedung PBNU Jl. Kramat Raya 164 Jakarta, Rabu (26/10) malam.

Dalam acara Istighotsah rutin tersebut, Kyai Zakky -sapaan akrab KH Zakky Mubarok, menjelaskan kepada jamaah, hal terpenting dalam melaksanakan istighotsah adalah kebersihan hati dan keikhlasan mengakui segala dosa-dosa di hadapan Allah SWT.

“Tidaklah perlu manusia berharap akan mendapatkan pujian dari orang lain dalam menjalankan kebajikan. Janganlah manusia menyuruh-nyuruh manusia lainnya untuk berbuat kebaukan, hanya karena ia ingin mendapat penghargaan dari manusia lain,” tandas Kyai asal Cirebon ini.

Lebih lanjut Kyai Zakky menuturkan, para ulama sufi senantiasa memberikan ajaran-ajaran mereka dengan tindakan. Para ulama sufi sangat berhemat dalam mengumbar omongan-omongan, meski itu adalah perintah kebenaran.

“Semisal memerintahkan orang untuk sholat tahajjud atau berpuasa, pada ulama sufi tidak lantas menyuruh-nyuruh orang dengan suara lantang. Cukuplah mereka senantiasa berpuasa dan menjalankan sholat malam, maka murid-muridnya akan mengikuti dan menyebarkan kebajikan sang sufi,” terang Zakky.

Karena itulah, Kiai yang juga dosen Universitas Indonesia itu berharap, warga Nahdliyin tidak meninggalkan tradisi mereka, meski membutuhkan perjuangan untuk menjaga tradisi kebaikan, seperti istighotsah.

“Dengan kita senantiasa beristighotsah, berarti sudah otomatis kita mendakwahkan ajaran-ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang rahmatan lil’alamin ala warga Nahdliyin,” tandasnya.

Incoming search terms: