Jakarta, NU Online
Direktorat Pendidikan Madrasah Kementerian Agama tengah menyiapkan pelaksanaan Ujian Nasional 2012 bagi siswa madrasah baik negeri maupun swasta se-Indonesia. Diharapkan angka kelulusan siswa madrasah pada tahun ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

“Persiapan kami untuk pelaksanaan UN tahun ini sudah 90 persen, kalau tahun lalu angka kelulusan madrasah mencapai 94 persen kita harapkan tahun ini lebih baik,” kata Direktur Pendidikan Madrasah Prof Dr. Dedi Djubaedi usai membuka workshop tenaga kependidikan madrasah di Jakarta, Rabu (7/3).

Melihat kondisi madrasah saat ini, tambah Dedi, pihaknya merasa optimis angka kelulusan madrasah khususnya tsanawiyah bisa mencapai lebih dari 94 persen. “Semua tergantung motivasi, serta kepala madrasah dan guru yang bertanggung jawab mengantarkan anak didiknya lulus dengan baik,” katanya.

Selain itu, persiapan UN juga dilakukan di madrasah yang sedang mengalami masalah, seperti terkendala bencana alam. “Seperti madrasah di Cianjur akibat terkena putting beliung dan di Padang yang kebakaran, semua kita benahi,” kata Dedi seraya menambahkan, sebagai bagian dari penyelenggara UN, Kementerian Agama melakukan persiapan, termasuk juga ijazah dan sebagainya.

Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi Kidup Supriyadi menambahkan, lebih dari satu juta siswa madrasah negeri dan swasta meliputi siswa Madrasah Ibtidaiyah (setara Sekolah Dasar), Madrasah Tsanawiyah (SMP) dan Madrasah Aliyah (SMA) akan mengikuti ujian nasional 2012. Tujuan UN ini untuk menilai pencapaian komtensi lulusan secara nasional.

Adapun jadwal UN 2012 bagi siswa Madrasah Aliyah mulai 16 April sampai 19 April, dan ujian susulan diselenggarakan 23-26 April 2012. UN bagi siswa Madrasah Tsanawiyah dilaksanakan 23-26 April dan ujian susulan pada 30 April sampai 4 Mei 2012. Sedangkan UN bagi siswa Madrasah Ibtidaiyah dilaksanakan 7-9 Mei dan ujian susulan pada 14-16 Mei 2012.

“Kita sudah sosialisasi UN ke daerah-daerah, di madrasah-madrasah sudah melaksanakan bimbingan belajar supaya prestasi siswa madrasah lebih meningkat lagi,” kata Kidup seraya menambahkan persiapan UN juga dikordinasikan dengan Kementerian Pendidikan Nasional.

Terkait pelaksanaan workshop tenaga kependidikan madrasah, Direktur Madrasah Dedi Djubaedi mengatakan, acara ini untuk sebagai motivasi meningkatkan kinerja, karena dengan anggaran yang besar harus diikuti semangat kerja kebersamaan dan tanggung jawab yang baik.

“Untuk menyamakan visi misi berikrar bersama-sama menyukseskan program di direktorat madraah, kita ingin menunjukkan dengan kebersamaan lebih efektif dikerjakan, kesetaraan tidak ada batas komunikasi,” jelas mantan Rektor IAIN Ambon yang juga Guru Besar Ilmu Tasawuf ini.