Haflah Akhirussanah di Ponpes Tremas

PACITAN – Keluarga Besar Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan malam tadi (10/07) menyelenggarakan gawe tahunan, yakni acara Haflah Akhiruddirosah dan Wisuda Purna Belajar santri Madrasah Aliyah Mu’adalah tahun pelajaran 1433 H/2012 M.

Acara yang digelar di halaman Masjid Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan berlangsung sangat meriah. Turut hadir dalam acara sakral tersebut, KH Fuad Habib Dimyathi, KH Lukman Harist Dimyathi, KH Umar Tumbu dan puluhan alim ulama, pejabat, para santri dan para wali serta para alumni yang datang dari pelbagai daerah.

Pada acara wisuda tahun ini, Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan mewisuda 200 santrinya yang terdiri dari santri putra dan putri.

KH Fuad Habib dalam sambutanya dihadapan wali santri menyampaikan bahwa Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan selalu berusaha memberikan yang terbaik kepada santri dalam memberikan wawasan keilmuanya.

“Kami berusaha semaksimal mungkin untuk mengarahkan putra-putri bapak untuk menjadi anak yang soleh. Masa sekarang banyak orang yang pintar akan tetapi sedikit sekali orang yang benar, makanya do’a kami kepada para santri adalah menjadi anak yang benar, soleh yang berwawasan dan berkeilmuan”

Sambutan selanjutnya disampikan oleh KH Lukman Harist Dimyathi atau yang biasa disapa Gus Lukman, dalam sambutanya yang berapi-api tersebut beliau berpesan bahwa dunia sekarang ini adalah dunia tholabul ilmi tanpa batas, perlu terus belajar dengan diimbangi dengan ahlakul karimah.

“Alumni pondok tremas harus selalu menjaga ahlak dan aqidahnya, ketika berada dipondok ahlak para santri masih bisa kita atur akan tetapi di hadapan kalian yang akan lulus ini, virus-virus mengancam kalian, terutama santri Putri,” harapan Gus Lukman.

Selain berbesan tentang pentingnya terus belajar, Gus Lukman juga tahaddus binni’mah terkait telah diakuinya ijazah pesantren salafiah yang tergabung dalam pesantren Mu’adalah.

“Sampaikan kepada dunia, Pondok Tremas adalah milik dunia. Pendidikan di Pondok Tremas mulai dari TK sampai Ma’had Aly tetap al-muchafadlotu ‘alal qodiimis sholih wal akhdzu bil jadil ashlah. Sampaikan kepada dunia bahwa ijazah kami telah diakui oleh negara republik indonesia, kami berjuang tidak lain untuk anak-anak kami”.

Haflah Akhiruddirosah & Wisuda Purna Belajar tahun pelajaran 1433 H tersebut juga diisi dengan mauidzoh hasanah yang disampikan oleh KH Miftahul Akhyar, Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur. Sumber: NU Online

Leave a Reply