IPNU dan PII Jateng Sepakat Hidupkan Lagi Poros Pelajar

SEMARANG – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PII) Jawa Tengah Jawa Tengah akan menghidupkan lagi Poros Pelajar yang dulu pernah eksis di awal reformasi.

Tekad mereka, seluruh organisasi pelajar akan diajak untuk membangun aliansi dan menjadikan pelajar bersuara sama dalam menyikapi berbagai fenomena.

Komitmen itu disepakati dalam Audiensi dua organisasi pelajar Islam tersebut dalam kunjungan PW PII dan PW IPNU Jateng di kantor PWNU Jateng Jl Dr Cipto 180 Semarang, Senin (8/10) malam.

Dalam kesempatan itu Ketua PW PII Jateng Aji Aflakhi menyatakan, tujuan Audiensi adalah untuk menjalin silaturrahim yang kuat organisasi pelajar di Jawa tengah. Selain itu diharapkan pertemuan ini bisa ditindak lanjuti dengan membentuk sebuah forum yang bisa menjadi wadah untuk menjawab persoalan-persoalan pelajar.

“Tujuan kedatangan kami untuk menjalin silaturrahim, dan semoga Audiensi ini bisa membuahkan hasil maksimal, salah satunya membentuk forum organisasi pelajar untuk bersama-sama menjawab persoalan pelajar saat ini,” ujar mahasiswa Universitas Diponegoro angkatan 2010 ini.

Hal itu ditanggapi positif oleh ketua PW IPNU Jawa Tengah Muhaimin. Bersama unsur Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PW IPPNU), dia mengatakan, keberadaan organisasi pelajar di sekolah, yakni OSIS, belum bisa menjawab persoalan-persoalan pelajar saat ini. Oleh karena itu menurutnya, perlu ada instrumen lain yang bisa mewadahi para pelajar supaya bisa lebih terkontrol yakni dengan organisasi ekstra sekolah seperti PII dan IPNU.

“Pada tahun 2003 organisasi kepelajaran seperti PII, IPNU dan IPM pernah berdampingan membentuk wadah bernama poros pelajar, namun saat ini poros pelajar tersebut vakum karena tidak ada penerusnya,” ujar santri asal Wonosobo ini.

Dalam pertemuan kedua organisasi pelajar tersebut juga diadakan perkenalan dan sharing masalah masing-masing organisasi. Termasuk membicarakan sistem kaderisasi dan sistem pembinaan pelajar.

Pada Kamis (11/10) Rencananya PW PII Jateng akan kembali melakukan Audiensi ke PW Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Tengah.

Perlu Uswah
Baik Aji maupun Muhaimin sepakat, adanya masalah moral di kalangan pelajar karena banyak sebab. Tanpa bermaksud menyalahkan pihak lain, keduanya berpendapat bahwa rusaknya pelajar itu karena kurang mendapat uswah (contoh/teladan).

“Para pelajar hanya mendapat pengetahuan saja di sekolah. Para guru, kepala sekolah, para pemimpin dan bahkan orang tua, kurang atau bahkan tidak memberi contoh yang baik bagaimana menjadi manusia yang semestinya. Baik sebagai umat beragama maupun sebagai warga negara,” tutur keduanya saling menambahi.

Karena itu pihaknya menggagas gerakan keteladanan. Yakni para pelajar diajak aktif di organisasi pelajar, lalu digembleng menjadi pribadi yang mulia, lalu menjadi uswah bagi sesamanya. Jadi idola yang diikuti para pelajar lainnya.

Keaktifan di organisasi, lanjutnya, juga akan memfilter pelajar agar tidak terjerumus kepada pergaulan bebas dan perbuatan dosa. Sumber: NU Online

Leave a Reply