Kemenpera Akan Bangun 80 Asrama Pesantren

Jombang, NU Online
Menteri Perumahan Rakyat (Menpera), Djan Faridz, mengatakan, pemerintah telah menyediakan anggaran untuk pembangunan asrama untuk santri pondok pesantren dan Perguruan Tinggi. Rencana pembangunan 80 asrama ini sudah disetujui oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono.

Demikian disampaikan Menpera saat menghadiri Wisuda Sarjana Sekolah Tinggi Islam Terpadu Urwatul Wutsqo (STIT-UW) Pondok Pesantren Bulurejo, Diwek, Jombang (23/6) kemarin.
Faridz mengatakan, pihaknya telah meyakinkan presiden SBY untuk bisa menambah anggaran guna membantu pembangunan asrama bagi kalangan santri.

“Saya sudah sampaikan dan yakinkan ke Bapak Presiden SBY untuk menambah anggaran bagi pesantren,” ujarnya.

Faridz yang juga ketua PWNU DKI Jakarta ini menambahkan, pesantren saat ini sangat membutuhkan bantuan untuk pembangunan asrama bagi santri. Menurutnya, jika pesantren tidak dibantu maka pelayanan bagi santri dinilai kurang memadai.

“Saya sudah keliling ke beberpa pesantren, dan saya ketahui, satu kamar 3×3 dihuni 30 santri bahkan terkadang tidak jarang santri yang tidurnya masih di emper masjid,” bebernya.

Pada tahun ini, Kemenpera akan membangun 80 asrama untuk pesantren dan perguruan Tinggi di seluruh Indonesia. Setiap asrama, dikatakannya, akan menampung tidak kurang dari 300 kamar.

“Termasuk Asrama yang ada di PP Urwatul Wutsqo sini, doakan bisa dibangun tahun ini,” tandasnya seraya mengatakan, setiap asrama anggaran yang disediakan pemerintah mulai dari Rp 15 Miliar hingga Rp 20 miliar.

Farid juga mengapresiasi posiitif STIT UW yang membantu pemerintah dalam dunia pendidikan. Apalagi dalam kuliah mahasiswanya tidak dipungut biaya SPP sama sekali.

Di samping dihadiri Kemenpera Djan Faridz, wisuda ke II STIT-UW juga dihadiri bupati Suyanto

“Saya bangga atas adanya STIT, yang bisa menjalankan pendidikan tanpa memungut biaya dari mahasiswanya. Padahal sebelumnya saya sempat ragu,” ujar Bupati dua periode ini di hadapan 217 wisudawan.

Incoming search terms: