KH Sya’roni Ahmadi: Berdakwahlah Seperti Sunan Kalijaga

DEMAK – Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sya’roni Ahmad dari Kudus merasa prihatin dengan munculnya berbagai kelompok Islam garis keras dan radikal. Ia meminta para ulama, kiai dan umaro untuk selalu waspada namun tetap arif dan bijaksana.

Demikian disampaikan KH Sya’roni Ahmad saat menyampaikan mauidhotul hasanah di hadapan ulama, kiai dan umaro sekabupaten Demak dalam rangka pertemuan rutin antara ulama umaro yang diselenggarakan oleh forum komunikasi ulama umaro se Kabupaten Demak di pendopo kabupaaten Demak, Ahad (18/11) lalu.

“Akhir akhir ini ada beberapa orang atau kelompok yang mengatasnamakan mubaligh maupun ulama yang dalam menyampaikan da’wahnya selalu memaksakan pendapatnya agar dianut dan diterima dan ini sangat memprihatinkan bagi umat Islam itu sendiri,” kantanya.

Kiai Sya;roni mengimbau agar para ulama meniru cara dakwah Wali Songo. Ia menyontohkan,Sunan Kalijaga yang selalu menggunakan cara budaya adat yang mudah dan bisa diterima oleh umat itu secara halus dan tidak adanya unsur kekerasan sesuai dengan cara yang dilakukan para Nabi.

“Sunan kali jaga itu punya gong sekaten (syahadatain), beliau berdakwah atau mulai pagelaran wayang kalau gong sudah berbunyi, la gong dipukul kalau semua yang hadir sudah bersahadad,” tambah kiai Sya’roni.

Bupati Demak H Dachirin Sa’id dalam sambutannya memaparkan program pemkab Demak dalam membangun sikap dan mental masyarakat Demak. Diantaranya menjalin kerjasama dan saling dukung antara pemerintah, ulama, kiai dan tokoh masyarakat Demak.

“Masyarakat Demak berniat membangun umat dan mental masyarakatnya dan itu butuh dukungan dan kerja sama para alim, tokoh, kiai dan umaro se kabupaten Demak,” demikian pinta Dachirin dihadapan 600-an ulama dan umaro di pendopo kemaren

Dachirin juga menyampaikan bahwasannya dalam menindaklanjuti program semacam itu juga dilakukan di tingkat kecamatan yang melibatkan kiai desa.

“Silaturrahmi ini akan kami lanjutkan di tingkat kecamatan kalau tahun kemaren hanya sekali dalam setahun maka tahun depan kita lakukan dua kali dalam setahun,” paparnya. Sumber: NU Online

Incoming search terms:

Leave a Reply