Jakarta, NU Online
Rakornas LKKNU (Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama) dan Muslimat NU, digelar di Kantor BKKBN, Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Kamis (15/3).

Rakornas kali ini dibuka oleh Arief Mudatsir Mandan, Ketua Umum LKK NU. Dalam sambutannya, Arief mengatakan, “LKKNU dan Muslimat NU sejak lama terlibat aktif dalam menggerakkan program KB. Kedua organisasi ini dirasa efektif karena sangat mengakar di masyarakat.”

Sebagai langkah lanjutan dari kerjasama pihak BKKBN dengan Muslimat NU Oktober 2011 lalu, rakornas ini mengevaluasi dan merevitalisasi program KB.

Isu pokok yang dibahas dalam rakornas adalah laju pesat jumlah penduduk Indonesia yang di luar kendali. Jumlah penduduk di tahun 2010 semestinya hanya mencapai 243 juta. Tetapi, sensus 2010 mendata bahwa jumlah penduduk mencapai 237,6 juta jiwa. Kini, jumlah penduduk di Indonesia mencapai 241 juta orang.

Karenanya, LKK NU, Muslimat NU, dan BKKBN perlu bergerak cepat dan tepat dalam menyikapi persoalan kependudukan.

“Kita sedang membentuk konsolidasi internal dengan menghadirkan utusan daerah kita yang tersebar di 33 wilayah,” ungkap M. Yunus Razak, Direktur Pelaksana LKKNU saat ditemui NU Online di Kantor BKKBN, Kamis (15/3).

Rakornas berlangsung sejak pukul 8.30 hingga 21.00 malam. Rangkaian acara berisi arahan, kebijakan dan strategi operasional, dan maksimalisasi program kependudukan dan program KB Nasional 2012.

Sejumlah 174 peserta utusan daerah yang tersebar di seluruh wilayah nusantara, tampak hadir dalam rangkaian acara. Mereka cukup aktif mengikuti rapat dan menuangkan gagasan dalam bidang yang selama ini mereka galakkan. Sejak pukul 13.00, LKK NU dan Muslimat NU mengambil gedung tersendiri untuk mengevaluasi dan merumuskan strategi lapangan.