Bali, NU Online
Menghadapi hari raya nyepi yang jatuh pada Jumat (23/3), warga NU di Bali telah sepakat akan tetap menjunjung tinggi sikap saling menghargai. Komitmen ini ditunjukkan dengan tidak akan mengganggu dan mempersilakan umat Hindu leluasa menjalakan ritual Nyepi dengan khidmat.

“Sejauh ini NU masih kondusif dan tetap akan saling menghargai,” kata Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Bali Mulyono kepada NU Online, Kamis (22/3).

PWNU Bali telah berpartisipasi dalam kesepakatan dengan sejumlah elemen masyarakat untuk menciptakan suasana Nyepi tetap kondusif. PWNU Bali telah mengikuti rapat yang dihadiri oleh sejumlah elemen, seperti Majlis Ulama Indonesia, Muhammadiyah, Farum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), termasuk umat dari lintas agama semisal Hindu, Budha, Kristen, dan Konghucu.

Mulyono menyatakan, warga NU di Bali sudah berkomitmen tidak akan menjalankan aktifitas yang dapat mengusik ketenangan umat Hindu dalam beribadah. Terkait dengan sholat Jumat, telah beredar himbauan untuk melaksanakannya di masjid terdekat dengan tidak mengendarai kendaraan bermotor. Pelaksanaan shalat Jumat juga tidak diperkenankan menggunakan pengeras suara luar.

PWNU berharap, lanjutnya, kedua ibadah, yakni Nyepi dan shalat Jumat sama-sama berlangsung dengan baik. Masing-masing saling menghargai tanpa ada yang merugikan salah satu pihak.

“Warga NU lebih mengedepankan kemanusiaan tetapi juga tidak meninggalkan kewajiban. Itu yang kita perjuangkan,” tegas Mulyono.