JAKARTA – Kunjungan PBNU ke Pusat Pemerintahan Arab Saudi dua bulan mendatang tidak membahas isu pemekaran Masjid Nabawi yang mencakup pembongkaran makam Rasulullah. Menurut KH Malik Madani, pertemuan tersebut tidak berhubungan dengan rumor pembongkaran makam tersebut.

“Pemerintah Arab Saudi mengundang PBNU untuk bertandang ke pusat Pemerintahan Arab Saudi di Riyadh dalam rangka silaturahmi,” kata KH. Malik Madani, Katib Aam PBNU kepada NU Online, Kamis (1/11) siang.

Pemerintah Arab Saudi tengah menjalin keintiman dengan NU. Silaturahmi yang dirancang ini diarahkan untuk mengembangkan dunia Islam secara umum. Pemerintah Arab Saudi merasa penting untuk menggandeng NU sebagai partner strategis ke depan.

KH Malik Madani menuturkan bahwa keinginan Pemerintah Arab Saudi untuk menghadirkan PBNU ini sudah sejak beberapa bulan lalu. Suara itu disampaikan oleh Duta Besar Arab Saudi yang baru berdinas untuk Indonesia.

Pertemuan tersebut urung dilaksanakan. Dubes Arab Saudi meminta maaf kepada PBNU. Karena, Pemerintah Arab Saudi sedang repot mempersiapkan kebutuhan layak jamaah haji yang datang dari pelbagai belahan dunia, imbuh Katib Aam PBNU.

Pertemuan penting itu dijadwalkan terjadi pada bulan Shafar, dua bulan setelah bulan Zulhijjah kini. Menurut KH Malik, guru besar UIN Yogyakarta, dua bulan setelah melayani jamaah ibadah haji, Pemerintah Arab Saudi sudah memiliki waktu yang cukup untuk pertemuan dengan PBNU.

Pertemuan mendatang mungkin akan diikuti oleh sejumlah ketua PBNU dan beberapa pengurus Syuriyah PBNU, pungkas KH. Malik. Sumber: NU Online