Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menjalin kerjasama dengan Sinar Mas melalui produk kartu seluler prabayar bernama Kartu Ummat dan minyak goreng bernama Bintang 9. Kerjasama ini ditandatangani oleh KH Said Aqil Siroj dan G Sulistiyanto, managing director Sinar Mas disaksikan oleh Menteri PDT Helmy Faishal Zaini dan Franky Oesman Widjaja, salah satu founder Sinar Mas, di gedung PBNU, Senin (5/3).

Kartu Ummat yang merupakan kerjasama PBNU dengan PT Smartfren Telecom Tbk (Smartfren), anak perusahaan Sinar Mas, dirancang agar bermanfaat maksimal dalam bersilaturrahmi. Dengan kartu ummat, warga NU bisa menikmati layanan gratis telepon ke sesame pemakai kartu Ummat.

Sulistiyanto mengatakan, setiap pengisian pulsa, secara otomatis akan ikut menyumbangkan zakat 2.5 persen, tanpa mengurangi isi pulsa yang dibeli. Kelebihan lain dari kartu Ummat adalah kartu prabayar berbasis CDMA EVDO Rev B Fase 2 yang mampu mengakses internet dengan kecepatan hingga 14.7 Mbps serta bebas biaya untuk mengakses jejaring social Facebook dan Twitter.

Selain karakteristik diatas, kartu Ummat nantinya akan mudah dikenali sebagai alat telekomunikasi warga NU karena menggunakan angka prefix 0889XXXXXXX. Saat ini telah dialokasikan sebanyak 30 juta nomor untuk prefix ini. Untuk operator lain, hanya berbiaya 10 rupiah per detik. Didalam kartu tersebut nantinya juga akan diisi konten seperti tausiyah dan kumpulan doa serta menjadi jejaring untuk memasarkan produk hasil kreasi warga NU.

Bersamaan dengan Kartu Ummat, juga diluncurkan produk minyak goring hasil kerjasama PBNU dengan PT Smart Tbk, yang juga anak perusahaan Sinar Mas, dengan nama Bintang 9. Disamping terbuat dari bahan pilihan, Bintang 9 juga merupakan satu-satunya minyak goreng yang dalam kemasannya tercetak tausiyah. Terdapat tiga ukuran kemasan, yaitu 1, 2 dan 5 kilogram yang dijual setara dengan harga minyak goreng kemasan lainnya. Salah satu tausiyah yang sempat NU Online lihat adalah “Sesungguhnya Allah dan Rasulnya telah mengharamkan jual beli khamar (arak), bangkai, babi dan patung-patung” HR Bukhari dan Muslim, dari Jabir bin Abdullah.

Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud menjelaskan, untuk mempromosikan kedua produk ini, nantinya akan dibuat Pasar Rakyat di PCNU dan pesantren, yang didalamnya juga ada kegiatan dakwah dan seni budayanya. Setiap pasar rakyat akan berlangsung selama 5-6 hari. Acara pertama akan berlangsung di Bekasi pada akhir Maret ini yang lalu bersambung kea rah barat dan timur.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam sambutannya mengatakan, NU telah lama bekerjasama dengan kelompok Sinar Mas, tetapi kerjasama kali ini lebih kongkret. “Ini merupakan upaya untuk bekerjasama agar rizki tidak berputar-putar dikalangan orang kaya saja, tetapi bisa merata,” katanya.

Ia menegaskan bahwa NU adalah ormas Islam yang menjunjung nilai-nilai toleransi dan moderasi. Semua fihak yang menjadi bagian dari anak bangsa harus bersama-sama turut mensejahterakan rakyat. “Tak ada aku atau engkau, yang ada adalah kita,” tandasnya.

Ia juga mendukung langkah Sinar Mas dalam penanaman sawit untuk menghidupkan lahan yang terlantar karena memakmurkan bumi merupakan bagian dari perintah agama.