Pengajian Isra’ Mi’raj di Ponpes Minhajul Muslim Sleman

Sleman, NU Online
Jama’ah Pengajian dan Pendidikan Islam (JPPI) pondok pesantren Minhajul Muslim menyelenggarakan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw. 1433 H. pada Jum’at, (22/06). Acara yang diikuti oleh kurang lebih 50 peserta itu terdiri dari santri pesantren Minhajul Muslim sendiri dan para mahasiswa yang bertempat tinggal di wisma-wisma sekitar pondok.

Acara yang diformat dalam bentuk sarasehan ini dilangsungkan pada pukul 19.30 dan diakhiri pukul 22.00. Namun sebelum acara dimulai, hadirin dihibur dengan shalawat yang dibawakan oleh el-Nabil Minhajul Muslim, grup hadrah pesantren Minhajul Muslim sendiri.

Dalam acara yang bertempat di aula utama JPPI pesantren Minhajul Muslim, Komplek Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga B-8 Yogyakarta ini, juga tanpak hadir Gus Miftahul Umam, Pengasuh pesantren Minhajul Muslim. Terkait dengan tujuan dilaksanakannya acara, Latiful Absorihin, ketua panitia penyelenggara menyampaikan bahwa acara ini dilangsungkan untuk memberikan pemahaman tentang adanya sejarah besar yang memberikan pengaruh besar, yaitu shalat 5 waktu.

Sebagai pembicara, dalam acara Isra’ Mi’raj yang mengangkat tema “Isra’ Mi’raj Sebagai Refleksi Membangun Moralitas Umat Menuju Insan Kamil yang Berkualitas” ini hadir Dr. H. Marzuki, M.Ag. Dalam kesempatan ini, dosen jurusan Pendidikan Agama Islam Universitas Negeri Yogyakarta ini menyampaikan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj merupakan ujian keimanan bagi umat Islam, dari dulu hingga kini.

“Burroq yang dalam satu versi dikatakan bertubuh kuda dengan wajah seorang perempuan, menjadi sorotan dari non Muslim. Juga Masjidil Aqsha yang pada kenyataannya waktu itu masih belum dibangun. Masjidil Aqsha baru dibangun tahun 710. Sedangkan peristiwa Isra’ Mi’raj pada tahun 621,” papar Beliau.

Incoming search terms: