Lubuk Alung, NU Online
Empat pilar kebangsaan Indonesia, masing-masing Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) disosialisasikan di Pesantren Bustanul Yaqin Pungguangkasiak Lubuk ALung Kabupaten Padangpariaman.

Sosialisasi empat pilar kebangsaan tersebut menghadirkan narasumber Hj. Emma Yohana (Anggota DPD RI), Drs.Damsuar (Wakil Bupati Padangpariaman), Indra J Piliang (politisi) dan Kepala Kamenag Kabupaten Padangpariaman.

Pimpinan Pesantren Bustanul Yaqin Rahmat Tuanku Sulaiman, Rabu (21/3), di Lubuk Alung menyebutkan, sosialisasi empat pilar kebangsaan tersebut diadakan Sabtu (24/3) di Pesantren Bustanul Yaqin Pungguangkasiak diikuti pimpinan pesantren di Kabupaten Padangpariaman, para tuanku dan utusan organisasi kemasyarakatan.

Ditargetkan peserta jumlah 100 orang. “Sosialisasi ini bertujuan untuk lebih memantapkan pemahaman empat pilar kebangsaan Indonesia. Akhir-akhir ini pemahaman terhadap empat pilar kebangsaan tersebut makin menipis di tengah masyarakat. Sehingga mengakibatkan terjadinya gerakan-gerakan yang mengancam kestabilan dan ketentraman kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Rahmat mantan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Padangpariaman ini.

Menurut Rahmat, memahami empat pilar kebangsaan tersebut penting. Bagi Islam mencintai dan menjaga kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara adalah kewajiban. Tak heran para ulama Nahdlatul Ulama mengeluarkan fatwa resolusi jihad mempertahankan Republik Indonesia pada tahun 1945 dari serangan Sekutu. Resolusi jihad tersebutlah membakar semangat juang rakyat Surabaya hingga terkenal dengan pertempuran 10 Nopember 1945. Peristiwa inilah yang dijadikan hari Pahlawan oleh bangsa Indonesia.

“Peristiwa tersebut menunjukkan pentingnya pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan dan agama. Jangan sampai kehidupan berbangsa dibenturkan dengan keyakinan agama. Jika dibenturkan, inilah terjadinya gerakan-gerakan yang mengancam NKRI,” tambah Rahmat.

Dikatakan Rahmat, sosialisasi empat pilar kebangsaan terselenggara atas kerjasama MPR RI, Forum Peduli Masyarakat Sumbar dan Pesantren Bustanul Yaqin Pungguangkasiak.