Blog Emka

Portal linux, pemrograman sistem informasi, computer security & santri

Ke-NU-an

KH Musthofa Aqil Siradj: Kiai Harus Pulang, Ngajar Ngaji!

JAKARTA – Kiai sebagai pemegang amanah ilmu syariat harus kembali kepada tugasnya yang mendasar. Praktik mengajar santri dengan kitab-kitab para ulama menjadi keharusan yang tidak bisa ditawar. Dari sana pelbagai macam kebaikan hadir.

Demikian dikatakan Katib Syuriyah PBNU KH Mustofa Aqil Siroj dalam doa penutup peluncuran perdana Pondok Pesantren Al-Tsaqofah di jalan M Kahfi 1 nomor 22, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Ahad (28/7) malam.

Ia mengingatkan sedikitnya 1000 orang yang hadir pada pesan orang tuanya alm KH Aqil Siroj kepada anak-anaknya dan kepada masyarakat pada umumnya. Dalam kesempatan itu ia menugarahkan pesan orang tuanya buat Kang Said.

“Pulanglah. Mengajar ngaji,” kata KH Mustofa Aqil Siroj sebelum membacakan doa penutup di panggung, Ahad (28/7) malam.

Kitab kuning merupakan satu paket dengan pesantren, lanjut KH Mustofa Aqil Siroj di kediaman KH Said Aqil Siroj yang kerap disapa Kang Said, di bilangan Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (29/7) dini hari.

Kitab kuning, sambung KH Mustofa Aqil, mengandung banyak keberkahan. Semua keberkahan itu akan kembali bagi pengajar, pelajar kitab kuning, dan masyarakat sekitarnya.

“Pesantren ini dapat menjadi ruang Kang Said untuk kepentingan aktivitas mengajar kitab kuning,” katanya kepada NU Online di halaman parkir kediaman Kang Said.

Sumber: NU Online

2 Comments

  1. jujun juntara ks

    Seharusnya Kyai kembali ke habitat aslinya yaitu pengayom umat dalam dunia ilmu syar’i, khawatir masih bnyak umat menanti kyai sejati yg bisa memberikan ilmu syar’i, akhir2 ini tidak sedikit orang tidak tahu membaca Al-qur’an apalgi mengartikannya

    • Panah Biru

      saya setuju mas jujun, Kyai harus kembali ke posisi semula sebagai teladan dan guru yang sesungguhnya bagi ummat. Kalaulah berpolitik, biarlah berpolitik sebatas memperjuangkan keterpinggiran pesantren dan masyarakat Islam tradisional yang terdesak budaya modern.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Theme by Anders Norén

%d bloggers like this: