Lajnah Falakiyah PBNU Gelar Penyerasian Almanak NU 1436-1437 H

JAKARTA - Lajnah Falakiyah PBNU menggelar penyerasian berbagai metode hisab yang ada di lingkungan NU untuk penyusunan almanak NU tahun 1436-1437 Hijriyah. Kegiatan diselenggarakan di Gresik, Jawa Timur selama empat hari, Kamis-Ahad (9-12/5).

Dalam manual acara yang diterima NU Online, Penyerasian Almanak Tingkat Nasional Lajnah Falakiyah PBNU akan dibuka pada Kamis (9/5) malam sekitar pukul 19.00 WIB. Sementara para peserta penyerasian dari Jakarta dan daerah lain dijadwalkan sudah tiba di Gresik pada Kamis Pagi.

Pembukaan akan dihadiri oleh Rais Syuriyah PBNU KH Mas Subadar, Rais Syuriyah PCNU Gresik KH Mahfudz Ma’shum, Bupati Gresik H Sambari Halim, dan Dirjen Biman IslamKemenag RI H Abdul Jamil.

Sementara Kasubdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat H. Ahmad Izzuddin dan ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazali Masroeri akan mengikuti seluruh proses hisab penyerasian yang akan berlangsung di Hotel Sapta Nawa dan Putri Mijil Pendopo Alun-alun kabupaten Gresik.

Kegiatan penyerasian hisab ini juga berbarengan dengan dua peristiwa penting terkait bidang falak atau astronomi, yakni gerhana matahari pada Jum’at pagi dan Rukyat Awal Rajab 1434 pada Jum’at Sore. Para peserta hisab penyerasian akan mengikuti observasi gerhana dan rukyat awal bulan, masing-masing di Pelabuhan Gresik dan Balai Rukyat NU Bukit Condrodipo.

Terkait penyerasian metode hisab NU ini, dalam buku Pedoman Rukyat dan Hisab Nahdlatul Ulama yang diterbitkan pada 2006 disebutkan bahwa “Perbedaan hasil perhitungan, terutama pada stadium yang sulit ditoleransi secara ilmu pasti, merupakan permasalahan yang dihasilkan oleh perkembangan ilmu hisab itu sendiri.” Karena itu diperlukan adanya langkah penyerasian berbagai metode hisab yang ada.

Dalam buku pedoman dijelaskan, data awal atau rujukan utama yang digunakan dalam penyerasihan hisab ini asdalah kitab Al Khulashatul Wafiyah yang mempunyai tingkat akurasi data cukup tinggi.

Sementara rumus yang dipakai sebagai alat untuk memecahkan masalah atau mengatasi perbedaan hasil perhitungan adalah rumus-rumus spherical trigonometri (segitiga Bola) dengan penyelesaian matematis.

Khusus untuk menghitung irtifa’ul hilal (ketinggian hilal) hisab penyerasian ini mempertimbangkan posisi tempat (lintang tempat), deklinasi bulan dan sudut waktu bulan, kemudian dikoreksi dengan pembiasan sinar (refraksi), jari-jari bulan, parallaks dan kerendahan ufuk.

Sumber: NU Online

Incoming search terms: