JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menerima program kunjungan ke Indoesia 13 delegasi tokoh agama dan perdamaian Afganistan di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (17/9) pagi. Kunjungan tersebut dalam rangka pencarian solusi perdamaian di Afganistan.

Ke-13 ulama Afganistan disambut Rais Syuriyah PBNU KH Saifuddin Amtsir dan Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali, dan sejumlah pengurus PBNU lainnya. “Terima kasih atas kunjungannya. Anggaplah Indonesia seperti negara sendiri, sebagaimana waktu saya berkunjung ke Afganistan, juga merasa seperti negara sendiri,” kata As’ad.

PBNU belum lama ini pernah mengupayakan rekonsliasi damai di Tanah Afganistan bekerja sama dengan NECDO (Noor Educational & Capacity Development Organization). Selain As’ad Said Ali dan KH Saifuddin Amtsir, pihak PBNU juga diwakili dua Wasekjen PBNU Abdul Mun’im DZ dan Adnan Anwar. Dalam kesempatan tersebut, NU juga membangun Islamic Centre untuk masyarakat Afganistan yang juga mendapat dukungan dari Kementerian Agama RI.

Kunjungan serupa ulama Afganistan juga terjadi pada 2010 di Jakarta. Saat itu, pertemuan dengan NU menghasilkan sembilan poin dalam konteks perdamaian dan rekonsiliasi rakyat Afganistan yang hingga kini masih terpuruk dalam situasi perang.

Pertemuan kedua belah pihak berlangsung dengan dialog dan saling tukar informasi tentang pengalaman keberagamaan di masing-masing negara. “Kami sangat berterima kasih kepada Nahdlatul Ulama atas dukunganya selama ini,” ujar Maulana Nasar Ahmad mewakili rombongan.

Menurut Maulana Nasar Ahmad, bantuan ulama-ulama dunia, termasuk Indonesia, sangat dibutuhkan, demi membangun masa depan damai negaranya yang lebih dari 30 tahun dilanda peperangan. Ia mengatakan, Afganistan saat ini memiliki banyak musuh dari berbagai sisi.

Menurut jadwal, bersama para kiai NU, rombongan delegasi yang mendarat di Jakarta Senin kemarin ini akan berada di Indonesia hingga 21 September 2013. Mereka akan mengunjungi sejumlah tempat penting, antara lain Museum Nahdlatul Ulama dan kantor PWNU Jawa Timur di Surabaya; sebuah pesantren, kampus, dan Candi Prambanan di Yogyakarta; serta beberapa museum di Jakarta.

Hadir pula dalam pertemuan ini, mantan Ketua Gerakan Pemuda Ansor Cholid Mawardi dan sejarawan Anhar Gonggong. Keduanya menjadi narasumber tentang sejarah pergerakan nasional di Tanah Air yang dibidani para ulama. Sumber: NU Online