PWNU Gelar Istighosah, Maulid dan Peringatan Harlah NU ke 87

Warga NU Banten menggelar Istighotsah kubro di halaman kantor baru PWNU Banten, Rabu (30/1) siang. Sedikitnya 4000 warga NU memadati lokasi. Sementara transportasi mereka berjajar rapi di mulut gang.

Upacara Istighotsah kali itu diadakan untuk memperingati Nahdlatul Ulama yang genap berusia 87 tahun menurut kalender Masehi. Selain itu, Istighotsah itu merupakan bagian dari perayaan maulid Nabi Muhamad SAW.

Dengan iringan rebana, mereka melantunkan shalawat kepada Nabi Muhamad SAW. Mereka tidak lupa membaca doa untuk para pendiri NU, perintis NU Banten, dan para ulama. Sebagian dari mereka mengenakan busana Muslimat NU dan seragam silat Pagar Nusa.

“Hari ini merupakan momentum bersejarah khusus bagi NU Banten. Karena, warga NU Banten memperoleh tiga keistimewaan sekaligus di hari Istighotsah ini,” kata KH. Masykur Mahsyar, Ketua PWNU Banten saat sambutan peresmian kantor baru PWNU Banten, Rabu (30/1) siang.

Kiai Masykur menyatakan, Istighotsah kali itu teramat istimewa. Pertama, Istighotsah dimaksud untuk memperingati maulid Rasulullah SAW. Kedua, rangkaian tahlil dan zikir diadakan dalam rangka memperingati harlah ke-87 NU. Ketiga, upacara zikir tersebut menjadi bentuk rasa syukur atas peresmian kantor baru PWNU Banten.

Dalam sambutannya, Kiai Masykur menambahkan warga NU Banten memiliki komitmen tinggi kepada organisasi mereka. Karena, panitia hanya mengundang 3000 ribu orang. Padahal, hadirin sendiri mencapai lebih dari 4000 orang.

Ketua PWNU Banten menambahkan, warga NU harus merasa turut memiliki kantor baru PWNU Banten. Dengan itu, mereka akan merasa nyaman seperti di rumah sendiri dalam merawat dan mengadakan kegiatan ke-NUan. Siapa pun pengurus PWNU-nya, hal itu akan terus berlaku.

Belum lagi, Istighotsah itu bertambah istimewa karena dihadiri pula oleh KH Said Aqil Siroj, ketua umum PBNU dan Hj Ratu Atut Chosiyah, Gubernur Banten, tandas Ketua PWNU Banten.

Sumber: NU Online

Incoming search terms: