Said Aqil: Kunci Kejayaan Indonesia

Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siraj kembali menegaskan pendapatnya, Indonesia tak akan pernah mengalami kebangkrutan, meski sejumlah permasalahan saat ini terus mendera.  Untuk kembali mengantarkan Indonesia meraih kejayaan, Kang Said, demikian Kiai Said biasa disapa, mengajak seluruh elemen bangsa bersikap optimis dan bertindak kompak.

Seruan itu disampaikan Kang Said saat menjadi pembicara dalam kegiatan buka puasa bersama alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya di Graha Niaga, Jalan Jendral Sudirman, Jakarta, Selasa, 16 Agustus 2011. Seruan itu disampaikan dengan meneladani sikap seluruh elemen bangsa saat diraihnya kemerdekaan tahun 1945 silam.

“Kemerdekaan dulu bisa diraih karena seluruh elemen bangsa kompak. Bung Karno didesak oleh golongan pemuda, ditambah seluruh rakyat yang kompak mendukung diproklamasikannya kemerdekaan,” ungkap Kang Said tegas.

Keberagaman latar belakang masyarakat Indonesia dianggap menjadi salah satu kunci untuk mengatasi permasalahan yang saat ini ada, dengan satu syarat Pemerintah bisa menghimpunnya secara baik. Ini dimaksudkan agar Pemerintah tidak memunculkan adanya ‘anak emas’ di antara keberagaman tersebut.

“Zaman Orde Baru dulu Golkar seolah-olah memiliki keistimewaan, mereka seperti anak emasnya pemerintahan, yang hasilnya tidak bagus. Pemerintah yang sekarang jangan seperti itu, gandeng semua elemen untuk bersama-sama ikut membangun bangsa,” tambah Kang Said tegas.

PBNU sendiri sebagai pengayom puluhan ribu Nahdliyin, salah satu elemen terbesar di Indonesia, dengan tegas menyatakan siap mendukung langkah-langkah Pemerintah dalam mengatasi sejumlah permasalahan.

Sikap tak pilih kasih, masih kata Kang Said, juga harus terus ditunjukkan Pemerintah. Manfaatnya tidak hanya akan menjadikan seluruh elemn bangsa kompak dan optimis, melainkan guna mencegah adanya kecemburuan yang bisa memicu terjadinya perpecahan.

“Contoh kasusnya di Inggris. Disana terjadi kekerasan karena adanya kecemburuan. Indonesia bisa saja seperti itu kalau Pemerintah sekarang tidak bisa adil,” tuntas Kang Said.