Ilustration

Fakta Muktamar NU: Jatim 11 Kali, Luar Jawa baru 4 Kali

Dalam usianya yang sudah 91 tahun menurut kalender Hijriyah atau setara dengan 88 tahun menurut perhitungan kalender Masehi, NU telah menyelenggarakan muktamar sebanyak 32 kali. Banyak kejadian penting mengiringi perjalanan NU yang tergambar melalui penyelenggaraan tiap muktamar.

Secara keseluruhan, Jawa Timur sebagai basis NU menjadi tempat penyelenggaraan hajatan tertinggi NU ini sebanyak 11 kali, Jateng 8 kali, Jabar 4 kali, Jakarta 3 kali, Banten dan Yogyakarta masing-masing 1 kali. Sementara itu dalam kurun waktu yang panjang ini, hajatan di luar Jawa hanya empat kali.

Jika dilihat dari kota penyelenggara, Surabaya menduduki peringkat juara dengan 6 kali, diikuti dengan Jakarta (3), Solo (3), Semarang (2), dan Bandung (2), sementara yang lainnya hanya sekali.

Sampai dengan tahun 1940, muktamar secara rutin diselenggarakan tiap tahun dengan menggunakan penanggalan hijriyah. Beberapa diantaranya secara tepat waktu diselenggarakan antara 12-13 Rabiuts Tsani. Perang Asia Pasifik dan perang kemerdekaan Indonesia memaksa penyelenggaraan muktamar ditunda. Baru pada 1946 mulai digelar muktamar lagi, tetapi dengan jadual yang kurang teratur. Baru setelah Muktamar Semarang 1979 sampai sekarang, muktamar diselenggarakan tiap lima tahunan.

Berikut tempat penyelenggaraan muktamar dari tahun ke tahun

No Tempat Tanggal Tahun
1 Surabaya 13 Rabiul Awwal/12-13 Oktober 1345 H/1926 M
2 Surabaya 12 Rabiuts Tsani/9-11 Oktober 1346 H/1927 M
3 Surabaya 12 Rabiuts Tsani/28-30 September 1347 H/1928 M
4 Semarang 12 Rabiuts Tsani/17-20 September 1348 H/1929 M
5 Pekalongan 13 Rabiuts Tsani/7-10 September 1349 H/1930 M
6 Cirebon 12 Rabiuts Tsani/28 Agustus 1350 H/1931 M
7 Bandung 13 Rabiuts Tsani/9 Agustus 1351 H/1932 M
8 Jakarta 12 Muharram/7 Mei 1352 H/1933 M
9 Banyuwangi 6 Muharram/21-26 Mei 1353 H/1934 M
10 Solo 10 Muharram/13-19 April 1354 H/1935 M
11 Banjarmasin 19 Rabiul Awwal/8-12 Juli 1355 H/1936 M
12 Malang 12 Rabiuts Tsani/12-24 Juni 1356 H/1937 M
13 Menes Banten 13 Rabiuts Tsani/11-16 Juli 1357 H/1938 M
14 Magelang 14 Jumadil Ula/15-21 Juli 1358 H/1939 M
15 Surabaya 10 Dzulqp’dah/10-15 Desember 1359 H/1940 M
16 Purwokerto 22 Rabiul Akhir/26-29 Maret 1365 H/1946 M
17 Madiun 5 Rajab/24 Mei 1366 H/1947 M
18 Jakarta 13 Rajab/30 April-3 Mei 1369 H/1950 M
19 Palembang 19 Rajab/26 April-1 Mei 1370 H/1951 M
20 Surabaya 10 Muharram/8-13 September 1374 H/1954 M
21 Medan Rabiul Awwal/Desember 1376 H/1956 M
22 Jakarta 14 Jumadil Akhir/14-18 Desember 1379 H/1959 M
23 Solo 26 Rajab/25-29 Desember 1382 H/1962 M
24 Bandung 7 Rabiul Akhir/3-9 Juli 1388 H/1968 M
25 Surabaya 2 Dzulqo’adh/20-25 Desember 1391 H/1971 M
26 Semarang 10 Rajab/5-11 Juni 1399 H/1979 M
27 Situbondo 16 Rabiul Awwal/8-12 Deember 1405 H/1984 M
28 Yogyakarta 26 Rabiuts Tsani/25-28 November 1410 H/1989 M
29 Tasikmalaya 1 Rajab/24-29 Desember 1415 H/1994 M
30 Kediri 13 Sya’ban/21-26 November 1420 H/1999 M
31 Solo 15 Syawwal/ 28 Nov-2 Desember 1425 H/2004 M
32 Makassar 6 Rabiuts Tsani/22-27 Maret 1431 H/2010 M

Untuk muktamar ke-33, terdapat tiga usulan tempat, yaitu pesantren Tebuireng Jombang, Medan dan NTB. PBNU masih akan meninjau lokasi untuk menentukan mana tempat yang paling layak. Panitia kemudian akan menyampaikan dalam forum rapat gabungan syuriyah-tanfidziyah yang nantinya akan memutuskan lokasi muktamar.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: