Ilustration

Forum Strategis NU Digelar lagi di Rengasdengklok

BEKASI – Tim Kaderisasi PBNU kembali menggelar pertemuan Forum Strategis NU di Pusdiklat NU Rengasdengklok Karawang, Jum’at-Ahad (12-14/9) kemarin. Kegiatan dihadiri 30 kader NU dari beberapa perguruan tinggi terkemuka seperti UI, ITB, IPB, UGM, ITS dan UIN Surabaya yang telah bergiat di berbagai profesi dan birokrasi.

“Kita perlu membaca tantangan NU beberapa tahun yang akan datang terutama dalam rangka menyambut satu abad NU, 2026. Kita perlu memetakan problem dan mempersiapkan generasi baru,” kata H Adnan Anwar, salah satu instruktur kaderisasi PBNU usai kegiatan Ahad sore.

Dikatakan, saat ini persebaran warga NU sudah semakin merata di berbagai daerah di Indonesia, serta di desa dan kota. Hasil riset Alvara Research Center yang dipresetasikan kembali dalam forum itu menyebutkan, sedikitnya 58,8 persen warga di 10 kota besar di Indonesia mengidentifikasi diri sebagai bagian dari keluarga besar NU.

Menurut Wakil Sekjen PBNU itu, kegiatan bertema “Memperkuat Peran Strategis NU Menyongsong Satu Abad” dilaksanaka dalam rangka membahas tantangan bangsa dan NU ke depan di berbagai bidang.

“Kita mempersiapkan NU sebaga center of excellence. Kita membahas bagaimana SDM NU menjawab tantangan di bidang ekonomi, IT, infrastruktur, energi dan pengelolaan sumber daya alam,” katanya.

Ditambahkan, forum strategis NU itu juga membahas tantangan liberalisme dan fundamentalisme. Isu radikalisme di kampus-kampus besar menjadi pembahasan serius para kader NU lulusan perguruan tinggi terkemuka itu.

Forum juga membahas kerangka besar kaderisasi NU dan peningkatan sumberdaya manusia NU, termasuk dengan menghadirkan kader NU yang menjadi salah satu direktur di Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan.

Forum Strategis NU itu merupakan bagian dari skema kaderisasi PBNU, selain Pelatihan Kader Penggerak (PKP) yang diperuntukkan bagi para pengurus NU. Menurut Adnan, forum strategis berikutnya akhir bulan ini akan lebih spesifik membahas soal perbankan dan SDM NU di sektor ekonomi strategis dengan peserta yang berbeda dari dua forum sebelumnya.

Penanggungjawab Kaderisasi PBNU KH As’ad Said Ali mengatakan, Forum Strategis NU tidak bersifat ekslusif tetapi merupakan langkah PBNU mengorganisir NU dari bawah.

“Alhamdulillah sudah ada kesadaran dari para kader NU yang beada di luar untuk memperkuat NU. Forum ini tidak bertujuan politik. Kita yakin kalau kita semakin kuat maka politik akan datang sendiri,” kata Wakil Ketua Umum PBNU itu.

Sumber: NU Online

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: