Ilustration

Lagu Gubahan Mbah Wahab Diusulkan Jadi Lagu Wajib Madrasah Diniyah

KARANGANYAR – Ririn Setyowati Musyarofah, seorang ustadzah Madin Indonesia di Karanganyar mengusulkan kepada Kepala Madrasah untuk mengajarkan santri syair nasionalisme “Hubbul Wathan” karya KH Abdul Wahab Chasbullah. Musyarofah yakin, syair ini jauh lebih berguna daripada lagu-lagu dewasa yang dikomsumsi anak-anak masa kini.

“Awalnya kepala madrasah hanya berpesan mengajarkan saja, namun karena syair ini warisan penting yang harus diketahui dan tidak boleh dilupakan, maka diputuskan menjadi lagu wajib,” ujar Musyarofah kepada NU Online di desa Ngadirejo kecamatan Mojogedang, Karanganyar, Jum’at (19/9).

Syair ini layak dipilih karena sesuai dengan nama dan semangat yang diusung Madin Indonesia, menumbuhkan generasi yang cinta tanah air. “Dan syair ini karya pendiri NU untuk Indonesia,” Musyarofah menegaskan.

Generasi muda perlu melafalkan syair-syair bernilai positif. “Sekarang banyak sekali lagu-lagu dewasa yang didengar anak-anak di rumah. Sehingga, kerap mereka tanpa sadar menyanyikan lagu-lagu orang dewasa ketika mengikuti pembelajaran,” imbuhnya.

Dari situlah timbul keprihatinan kami. Kita berniat mengalihkan lagu-lagu mereka selama ini pada syair yang lebih bermakna dan mendidik.

“Alhamdulillah, sejak pertama syair hubbul wathon diajarkan santri merespon positif. Salah satunya terlihat saat santri sedang di rumah atau sedang bermain. Mereka melantunkan, Ya Lal Wathon/Ya Lal Wathon/Ya Lal Wathon/Hubbul Wathon minal iman. Ya memang baru dua bait itu yang dihafal karena baru tiga kali pertemuan,” kata Musyarofah.

Sumber: NU Online

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: