SIDOARJO – Penerapan kurikulum 2013 secara serentak sudah dimulai pada tahun pelajaran 2014-2015. Salah satu perubahan kurikulum 2013 ialah pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Hal ini berpengaruh terhadap bentuk evaluasi pembelajarannya.

Untuk memfasilitasi guru SD/MI, Lemabaga Pendidikan Ma’arif NU Jawa Timur menyelenggarakan pelatihan sehari aplikasi penilaian kurikulum 2013, Ahad (7/9) di gedung Pusdiklat LP Ma’arif NU Jawa Timur Waru, Sidoarjo. Peserta yang berjumlah 56 orang berasal dari guru tingkat SD/MI di lingkungan Ma’arif NU Jawa Timur.

“Pelatihan aplikasi penilaian ini merupakan tindak lanjut workshop dan pelatihan kurikulum 2013 tahun lalu,” kata Amin Hasan Wakil Sekretaris PW LP Ma’arif NU Jawa Timur bidang pendidikan dan pelatihan.

Amin menambahkan pelatihan ini mempunyai target membantu guru-guru supaya mudah dalam melaksanakan penilaian terhadap peserta didik sesuai dengan kurikulum 2013.

“Ini (penilaian) sangat mudah karena sudah dibuat dengan program aplikasi berbasis excel dan macro dan sesuai dengan rubrik penilaian yang ada di kurikulum 2013,” kata Abdullah Sani, salah satu narasumber yang juga pencipta program aplikasi penilaian kurikulum 2013 di depan peserta pelatihan. “Sekali lagi ini sangat gampang pang pang.”

Abdullah Sani yang juga wakil ketua PW LP Ma’arif NU Jawa Timur berharap, pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi guru di lingkungan Maarif NU semakin meningkat dalam menerapkan model pembelajaran kurikulum 2013. Secara berkelanjutan, penilaian otentik yang dilakukan terhadap peserta didiknya juga sesuai dengan semangat diterapkannnya kurikulum 2013.

“Yaitu bagaimana menilai sikap spritual, sikap sosial, ketrampilan dan pengetahuan anak yang semuanya berbentuk uraian tidak lagi angka-angka,” lanjut pakar kurikulum 2013 ini.

Sesuai jadwal, tim sekretariat Pusdikklat LP Maarif Jawa timur mulai bulan Maret sampai September, pelatihan aplikasi penilaian sudah memasuki angkatan yang keempat. Angkatan pertama (1-2/3) diikuti 45 orang peserta, angkatan kedua (8-9/3) dengan 40 peserta dan angkatan ketiga (5/9) diikuti sebanyak 60 orang. Hari ini (7/9) adalah angkatan keempat dengan 56 orang peserta. “Sudah ada beberapa angkatan lagi yang akan mengikuti pelatihan ini sampai bulan Oktober,” kata Nur Kholis Kepala Sekretariat Pusdiklat LP Maarif NU Jawa Timur.

Sumber: NU Online