PBNU Desak Pembahasan RUU Jaminan Produk Halal Dihentikan

JAKARTA. Pembahasan Rancangan Undang Undang Jaminan Produk Halal (RUU JPH) saat ini terindikasi dipenuhi syahwat monopoli. Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) diduga berebut memonopoli terkait produk halal.

Menanggapi hal tersebut, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendesak agar pembahasan RUU Jaminan Produk Halal dihentikan sementara waktu. Menyusul, materi pembahasannya dinilai penuh syahwat monopoli pihak-pihak tertentu. Hal demikian harus dibenahi.

“Perspektif RUU JPH yang saat ini dibahas jelas sekali rakus dan otoriter. Kalau diteruskan sama saja dengan zaman orde baru,” tegas Ketua PBNU, Maksum Machfoedz dalam rilis yang diterima Tribunnews.com di Jakarta, Selasa (4/3).

Leave a Reply