PAMEKASAN – Ulama Madura sepakat bahwa ikut Negara Islam Irak dan Syiria (ISIS) terbilang haram. Sebab, ISIS cenderung hanya menebar teror dan kekerasan. Jauh dari spirit perdamaian dalam Islam.

Keyakinan dan mantapnya semangat kekerasan ISIS, tak jarang menjebak orang-orang yang anti padanya. Kekerasan ISIS, kadang menjadi magnet untuk menggenjot kekerasan pada diri orang yang tidak menyenanginya.

Untuk itu, Ketua PCNU Pamekasan KH Abdul Ghoffar mengimbau, agar masyarakat tidak terpantik untuk berlaku keras juga pada orang-orang yang dicurigai pengikut ISIS. Kekerasan, tidak boleh disikapi dengan kekerasan juga.

“Yang kami khawatirkan, spirit kekerasan ISIS ini menawarkan semangat kekerasan juga dari orang yang tidak suka pada ISIS,” terangnya saat dihubungi NU Online, Ahad (10/8).

Kiai Ghoffar menegaskan, siapa pun yang anti pada ISIS tetapi berlaku kasar pada pengikutnya, tanpa disadari sudah terjebak pada perangkap ISIS. Bagi Kiai Ghoffar, ISIS berdiri tidak lepas dari kepentingan politik orang-orang yang benci pada Islam.

“Kalau mencermati gerakan ISIS yang cepat menyebar luas, disertai dana dan senjata yang lengkap, tentu kita harus curiga pada negara anti-Islam semacam Israel dan Amerika Serikat. Simpelnya, ISIS dihadirkan guna menghancurkan spirit Islam yang menjunjung tinggi kedamaian dan perdamaian,” terangnya.

Jika ada seseorang yang dicurigai pengikut ISIS, Kiai Ghoffar menekankan agar masyarakat tidak berlaku keras. Manakala sang pengikut ISIS tersebut dirasa bakal melakukan tindak kekerasan, masyarakat harus segera melapor ke aparat kepolisian.

“Dan aparat kepolisian jangan langsung main tangkap dan menahannya tanpa bukti kuat. Apalagi sampai pakai kekerasan. Khawatir yang dilaporkan sebagai pengikut ISIS itu, terkena fitnah oleh orang yang tidak menyukainya,” ujar pengasuh Pesantren Riyadus Sholihin, Pamekasan tersebut.

Untuk menilai seseorang sebagai pengikut ISIS, kata Kiai Ghoffar, bisa dicermati dari gelagat dan perubahan pola hidupnya. Bisa dilihat dari pengakuan atau simbol-simbol ISIS yang digunakan.

“Yang pasti, pengikut ISIS ini manusia. Jadi, sikapi secara hukum setiap perbuatan yang dilakukannya,” tukas Kiai Ghoffar.

Sumber: NU Online