LPBINU Akan Public Hearing dengan DPR Atas Persoalan Asap

Jakarta, NU Online
Bencana asap yang melanda kawasan Sumatra dalam beberapa minggu belakangan menjadikan banyak aktivitas masyarakat terhenti, gangguan kesehatan dan risiko lainnya. Kondisi yang terus berulang dari tahun ke tahun dan parahnya asap yang melanda daerah tersebut pada tahun ini mendorong Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) untuk melakukan public hearing dengan DPR.

“Kami akan melakukan public hearing dengan DPR dan pada Selasa mendatang kami akan menggelar diskusi dengan berbagai pihak yang terkait dengan bencana asap, termasuk pelaku industri perkebunan yang selama ini dituduh sebagai biang kebakaran hutan,” kata Sekretaris LPBINU Yayah Ruhyati dalam diskusi Tasfirul Afkar yang digelar setiap ba’da Jum’atan di perpustakaan PBNU.

Iswar Abidin, dari LPBINU menambahkan. LPBINU sebagai representasi PBNU dalam urusan bencana dan perubahan iklim akan mendorong adanya perubahan kebijakan sekaligus aksi kongkrit di masyarakat seperti aksi membuat biopori di pesantren dan masjid.

Ia menjelaskan, tantangan perubahan iklim pada 75-100 tahun mendatang semakin berat. Berdasarkan ramalan para ahli, diperkirakan pada periode tersebut, tingkat kekeringan di pulau Jawa akan meningkat sekitar 30 persen, yang prosesnya sudah dimulai saat ini, sementara di daerah Aceh, iklimnya akan semakin basah. 

“Jika  saat ini tidak dilakukan antisipasi, maka ramalan tersebut akan menjadi nyata,” tandasnya. 

Ali Yusuf, ketua LPBI yang dihubungi NU Online menambahkan, selama ini, sumberdaya yang ada dikerahkan untuk memadamkan api sementara masyarakat yang terkena dampak kurang mendapat mendapat perhatian seperti mereka yang terkena ISPA. 

“Kami akan bertemu dengan DPR agar mereka menekan pemerintah untuk memperhatikan masyarakat yang terkena dampak,” tandasnya.

Terkait dengan kekeringan yang melanda sebagian wilayah Indonesia, PBNU telah menyerukan adanya shalat istisqo untuk memohon kepada Allah agar diturunkan hujan. (Mukafi Niam)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: