Muharram, Bupati Tanda Tangani Akta Cinta Bagi Yatim

Brebes,
Sebagai wujud cinta dan sayang kepada warga Brebes, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti menandatangani Akta Cinta di atas kain kanvas. Akta cinta yang dibuat warga tersebut, dikandung maksud untuk membuktikan ketulusan Bupati kepada warganya, terutama anak yatim piatu menuju Brebes yang lebih maju dan humanis.

Akta Cinta ditandatangani Bupati saat peringatan Tahun Baru Hijriyah dan Santunan Yatim Piatu Jamiyah Al Mutawwinin dan Al Mubarokah, di Dukuh  Karangmulya, Desa Benda Sirampog, Brebes, Sabtu malam (17/10).

Bupati menegaskan, kecintaan kepada anak yatim piatu terus diteguhkannya, apalagi anak yatim piatu menjadi kwajiban negara untuk memeliharanya. 

“Begitupun dengan Pemerintah Kabupaten Brebes, senantiasa memelihara anak yatim piatu,” tegasnya.

Melalui APBD, lanjut Idza, Pemkab Brebes mengalokasikan dana santunan untuk yatim piatu. Dirinya tiap tahun memberikan santunan kepada 200 anak di tiap-tiap kecamatan. Sedangkan untuk tahun 2016 akan ditingkatkan menjadi 300 anak tiap kecamatan. 

“Tahun 2016, sudah kami anggarkan untuk 5100 anak yatim,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyemangati para anak yatim untuk terus melanjutkan sekolah walau bagaimanapun keadaanya. Karena lewat pendidikan bisa meningkatkan derajat dan kemandirian. Jangan minder, tuntutlah terus ilmu sepanjang hayat masih dikandung badan. Pemkab Brebes telah menggulirkan Kartu Brebes Cerdas dan bantuan-bantuan lain sebagai bukti cinta kepada anak yatim agar bisa melanjutkan sekolah minimal 12 tahun atau lulus SMA. 

Ketua Panitia Hafidz Mahfudz menjelaskan, peringatan Muharaman bagi warga RT 2 RW IV ini merupakan agenda tahunan. Tahun ini merupakan yang kali ketujuh, dan anehnya anak yatim piatu yang diberi santunan terus bertambah. Termasuk para donator dan dermawan juga bertambah pula. “Malam ini, ada 70 anak yang disantuni,” jelasnya.

Selain santunan, anak yatim piatu tersebut juga mendapatkan perlengkapan alat tulis dan payung. Menurutnya, diberikannya alat tulis dan payung menjadi perlambang anak anak untuk terus giat belajar dalam keteduhan dan pengayoman dari orang tua pengganti mereka. 

“Mari kita beri kecintaan dan keteduhan anak yatim piatu, dimulai sejak Muharram ini sampai hari-hari berikutnya,” ucapnya.

Ceramah hikmah Muharraman disampaikan Wakil Ketua PCNU Kab Brebes H Sodikin Rachman. Dalam ceramahnya, dia memberi pencerahan tentang pendidikan anak sejak dini dan perhatian orang tua kepada anak-anaknya. Jangan sampai perkembangan zaman, meluluhlantakkan cita-cita mereka akibat pergaulan bebas, tidak terkontrol, konsumsi narkoba, menabrak kebudayaan dan adat istiadat yang adiluhung dan berbagai perilaku negatif lainnya. 

“Memperhatikan anak, bukan berarti mengekang hak anak, kreatif anak, tetapi justru kita memberi jalan terang menuju masa depan yang gemilang,” paparnya.

Perhatian kepada anak-anak, bisa diwujudkan dengan meningkatkan tali silaturahmi kepada seluruh keluarga besar. Termasuk dengan guru di sekolah, ustadz di madrasah sesama umat manusia dan mahluk lainnya untuk saling menyanyangi. “

Bila ada kedamaian, cinta kasihh, di lingkungan keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara dipastikan akan terwujud kondusifitas, kemakmuran, kemajuan di bawah ridho dan lindungan Allah SWT,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bendahara PCNU Brebes H Sufa Wijaya, Ketua PC Fatayat NU Brebes Mukminah Camat Tonjong Sumarno, Camat Sirampog Munaedi, Kepala Desa Benda Naghib Sodik, dan para kepala desa se Kecamatan Sirampog, serta undangan lainnya. (Wasdiun/Mukafi Niam)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: