Pelajar Way Kanan Senang Hadiri Riungan Kebangsaan Gusdurian

Way Kanan, NU Online
Gusdurian Lampung bekerja sama dengan pihak yang mempunyai persepsi sama mengenai kebangsaan dan kemanusiaan menggelar “Riungan (kumpulan) Kebangsaan” bertema “Mensinergikan Keberagaman Menumbuhkan Kemanusiaan” di aula Dekranasda, Blambangan Umpu, Way Kanan, Senin (27/7).

Berkaitan dengan itu, sejumlah pelajar mengaku senang bisa diundang mengikuti kegiatan tersebut. Fitriyani, pelajar SMKN1 Blambangan Umpu mengaku toleransi beragama yang ia kenal saat ini buruk. Ledek-meledek antarpenganut agama atau keyakinan acapkali terjadi di sekolahnya.

“Toleransi beragama antarpelajar sepengetahuan saya masih kurang, yang muslim suka mengejek cara beribadah nonmuslim, dan sebaliknya, nonmuslim suka mengejek yang muslim,” ujar dia pada kegiatan berisi diskusi kebangsaan bertema “Masih Perlukah Indonesia Dengan Pancasila?” serta donor darah itu pula.

Oleh sebab itu, ia mengaku senang bisa diundang menghadiri kegiatan yang merupakan sinergi dan energi cinta untuk bangsa dari Gusdurian Lampung, Alumni BPUN Way Kanan 2015, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Pemuda Katolik, Gerakan Pemuda Ansor, Peradah, Yayasan Shuffah Blambangan Umpu, Palang Merah Indonesia (PMI), Barisan Ansor Serbaguna (Banser), TP PKK dan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) tersebut.

“Setelah menghadiri acara ini, kami sadar jika selama ini kurang menghargai perbedaan antar agama. Kami sangat senang bisa hadir di acara ini, karena akhirnya bisa mengerti pandangan mengenai keberagaman, Pancasila dan Indonesia dari para pembicara dari lintas agama,” ujarnya.

Diskusi kebangsaan menghadirkan pembicara I Gede Klipz Darmaja dari Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) Lampung, lalu Andreas Sugiman dari Pemuda Katolik Way Kanan, Ketua PC Lakpesdam Supri Iswan. Kegiatan dimoderatori oleh Ponita Dewi, Duta Genre (Generasi Berencana) Indonesia 2013 yang juga presenter salah satu televisi di Lampung.

Hadir dalam kegiatan itu Ketua Dewan Pendidikan Way Kanan Farida Aryani, Ketua Yayasan Shuffah Blambangan Umpu Khairul Huda, Sekretaris PD Muhammadiyah M Thohir, Ketua Pergunu Ali Tahan Uji, alumni Sanlat BPUN Way Kanan 2015 dan Kasatkorcab Banser Alex Almukmin beserta jajaran, OSIS dari SMKN1 Blambangan Umpu dan SMAN2 Blambangan Umpu, alumni Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) Baradatu, sejumlah anggota Darma Wanita Persatuan Way Kanan.

“Pancasila mulai terkikis. Di era 1900, kami masih bisa bersilaturahmi jika ada penganut agama lain merayakan hari besar dan mencicipi kuliner yang tidak bertententangan dengan akidah masing-masing. Karena itu, menjadi kewajiban kita bersama untuk mengenalkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi kita,” ujar I Gede Klipz Darmaja.

Riungan Kebangsaan digagas Gatot Arifianto, penggiat Gusdurian Lampung yang juga Ketua PC Way Kanan, bertujuan mempererat tali silaturahmi anak bangsa dalam meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa, membangkitkan spirit kebangsaan, kepedulian dan gotong royong, menghargai dan menghidupkan kembali nilai kearifan budaya lokal, mengobarkan semangat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mMeningkatkan spirit menjaga kelestarian lingkungan hidup selaras dan harmonis, ujar Agung Rahadi Hidayat dari PAC GP Ansor Kecamatan Way Tuba menambahkan.

“Gusdurian, Gerakan Pemuda Ansor dan seluruh pihak-pihak yang bekerjasama menghaturkan terimakasih untuk partisipasi diberikan semua pihak atas suksesnya acara tersebut,” kata Agung lagi. (Tedi Heriyanto/Mahbib)

Foto: Fitriyani, Pelajar SMKN1 Blambangan Umpu

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: