Peradah Beri Ansor dan Gusdurian Penghargaan Keberagaman

Way Kanan, Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) Way Kanan Provinsi Lampung, di Blambangan Umpu, Rabu (28/10) memberikan penghargaan keberagaman untuk Gerakan Pemuda Ansor setempat dan pegiat Gusdurian Lampung Gatot Arifianto pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-87.

“Di mata kami, GP Ansor Way Kanan yang dipimpin aktivis Gusdurian sahabat Gatot Arifianto adalah organisasi yang berpartisipasi aktif menerapkan cara-cara mulia dalam menjaga, memelihara dan mengembangkan harmoni di tengah-tengah keberagaman suku dan agama di bumi Ramik Ragom (beragam) ini,” ujar Ketua DPK Peradah Way Kanan I Gede Klipz Darmaja.

PC GP Ansor beberapa kali menggelar kegiatan untuk mengawal dan menjaga keberagaman, salah satunya, “Riungan Kebangsaan dan Donor Darah” bertemakan “Mensinergikan Keberagaman Menumbuhkan Kemanusiaan” pada Senin, 27 Juni 2015.

Kegiatan tersebut digelar dengan menggandeng sejumlah elemen, seperti alumni BPUN Way Kanan 2015, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Pemuda Katolik, Peradah, Yayasan Shuffah Blambangan Umpu, Palang Merah Indonesia (PMI), TP PKK dan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) setempat.

“Terima kasih tak terhingga dari kami umat Hindu di Way Kanan dilibatkan dalam acara seperti itu. Kami memberi apresiasi atas kegiatan mulia tersebut. Mudah-mudahan kegiatan seperti ‘Riungan Kebangsaan’ terus-menerus dilakukan oleh rekan-rekan dari Nahdlatul Ulama di Way Kanan dan Gusdurian karena merupakan perwujudan dari nilai-nilai Pancasila sesungguhnya. Upaya tersebut merupakan ruh diperlukan untuk menghargai nilai-nilai keberagaman,” tuturnya.

Menurut Gede Klipz lagi, nilai-nilai dan aksi konkret tersebut juga terdapat dalam Kitab Suci Weda yang disebut dengan Tat Twam Asi. “Konsep Tat Twam Asi mengajarkan kepada kami bahwa antara anda dan saya adalah sama,” papar Klipz.

Piagam Penghargaan Keberagaman dari Peradah diberikan itu bernomor 014/DPK PERADAH WK/X/2015 dan 015/DPK PERADAH WK/X/2015. Diserahkan Gede Klipz didampingi Sekretaris I Made Subrate kepada GP Ansor Way Kanan melalui Ketua PCNU Way Kanan KH Nur Huda didampingi Gatot Arifianto dan Bendahara Ansor Abdullah Candra Kurniawan pada acara “Bakti Sosial Donor Darah memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 87 dan Deklarasi Anti Golput” digelar GP Ansor, KPU, Panwaslu, Alumni BPUN dan Gusdurian Lampung bertema “Menjaga. Mengawal. Merayakan Keberagaman”.

“Kami berdoa dan berharap Ansor dan Gusdurian di Lampung konsisten mengawal konstitusi,” ujar Gede Klipz.

Masyarakat Bali, demikian Gatot Arifianto menambahkan, memiliki falsafah ‘eda seranganga caé clocohan: benangang’, artinya jangan membuat alur yang serong: turutlah arah yang tepat. Nasihat agar siapa pun tak membiasakan berbuat salah atau menyimpang dari norma-norma berlaku.

Pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu lalu menambahkan, penghargaan dari Peradah bisa dimaknai penilaian atas upaya dilakukan Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan yang tidak saja berteriak-teriak ‘NKRI Harga Mati’ dan ‘Pancasila Jaya’, namun juga mewujudkannya dalam perbuatan melalui sejumlah event menggandeng organisasi lintas iman, suatu hal sesuai norma dan konstitusi.

“Upaya Peradah memberi Ansor penghargaan juga suatu perilaku mulia dalam mengamini Bhineka Tunggal Ika. Nasionalisme membutuhkan kenyataan dihasilkan dari perbuatan, bukan perkataan belaka,” ujar alumni Civic Education For Future Indonesian Leaders (CEFIL) itu pula.

Gatot menambahkan, falsafah Lampung mengajarkan ‘mabulat khupa iyuk, malukhus khupa sepuk’, ‘bulat seperti bambu peniup api, lurus seperti jalannya panah’. Artinya sikap mental seia-sekata (persatuan dan kesatuan) antarwarga sepatutnya memang dimiliki demi mencukupi kepentingan bersama suatu lingkungan, komunitas atau negara.

“Peringatan Sumpah Pemuda hari ini dan mendatang tidak perlu diamini dengan atau sebagai momentum melulu. Nasionalisme hari ini dan mendatang lebih membutuhkan sikap dan tindakan untuk merealisasikannya, tidak sekedar seremoni,” pungkas Gatot. (Refki Darmawan/Mahbib)

Keterangan Foto: (dari kiri ke kanan) Sekretaris DPK Peradah I Made Subrate, Ketua DPK Peradah I Gede Klipz Darmaja, Ketua PCNU Way Kanan KH Nur Huda, Ketua GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto, Bendahara GP Ansor Abdullah Candra Kurniawan saat penyerahaan Piagam Penghargaan Keberagaman dari Peradah untuk GP Ansor.

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: