Sambut Muktamar NU ke-33 Kompetisi Film Pendek Dokumenter Digelar

Kompetisi Film Pendek Muktamar NU ke 33
Kompetisi Film Pendek Muktamar NU ke 33

JAKARTA – Jelang Muktamar NU ke-33 yang akan digelar di Jombang, 1-3 Agustus mendatang, panitia menggelar lomba film pendek dokumenter dengan total hadiah 45 juta rupiah.

Menurut Ketua Muktamar ke-33 NU H Imam Aziz acara lomba tersebut merupakan upaya penting untuk membangkitkan film di kalangan NU, terutama anak muda.

[callout bg=”#ffa01f” color=”#FFFFFF” padding=”25″]Formulir Pendaftaran Kompetisi Film Pendek Dokumenter Muktamar NU ke33[/callout]

“Ini membangkitkan nostalgia bagaimana organisasi NU, tidak hanya mengakomodasi, tapi mendorong dan menjadi pelaku gerak budaya di indonesia,” katanya pada peluncuran dengan tajuk “Peluncuran Kompetisi Film Pendek Dokumenter dan 100 Hari Wafat Alex Komang” di gedung PBNU, Jakarta, (27/5).

Ia menjelaskan, pada muktamar ke-33 nanti, NU mengemban tema yang berat, yaitu meneguhkan Islam Nusantara untuk peradaban Indonesia dan dunia.

Islam Nusantara, menurut dia, adalah islam yang melakukan “ekstraksi”, mengambil saripati dan kemudian disesuaikan dengan keadaan di mana dia tumbuh. Islam di Aceh, Sunda, Jawa, Kalimantan, Tidore memiliki warnanya sendiri.

Menurut dia, saat ini NU belum mampu melakukan koneksi intens ke budaya-budaya itu secara maksimal. Karenanya dengan mengapresiasi film ini, adalah peran NU yang merasa berkawijaban mempertahankan dan menyebarluaskan hal itu.

Dalam kesempatan yang sama, ketua panitia bidang film Dimas Jayasrana menjelaskan, film dokumenter menjadi pilihan panitia karena genre film dokumenter ini kita nilai sebagai film yang tanpa tedeng aling-aling, murni, dan menyajikan fakta-fakta. “Dengan event ini, Nahdlatul Ulama diharapkan menjadi salah satu komunitas yang ikut mendorong film dokumenter untuk masyarakat luas. Dokumenter ini penting karena menyajikan fakta, tapi sering diabaikan,” tambah Dimas.

Terkait peserta, Dimas menjelaskan lintas batas agama, madzhab, gender dan golongan apapun. “Kompetisi ini dibuka untuk umum, untuk anak muda yang berusia 15-35 tahun,” tegasnya.

Penjurian kompetisi ini akan dilakukan di Jakarta oleh empat dewan juri, yaitu Bebi Hasibuan (penulis skenario, Jakarta), Bowo Leksono (Pegiat Film Purbalingga), Nurman Hakim (Sutradara, Jakarta), dan Aman Sugandi (Wakil Ketua Lesbumi Jawa Timur).

Kompetisi film pendek dokumenter ini mengajukan lima tema yang dapat dipilih oleh para peserta kompetisi. Pertama, khazanah pesantren, khazanah Indonesia. Kedua, guru ngajiku keren. Ketiga, yang muda yang tenggang rasa. Keempat, orang biasa yang istimewa, dan kelima, perjuangan perempuan.

Karya peserta paling lambat diterima oleh panitia tanggal 10 Juli 2015. Pemenang akan diumumkan tanggal 1 Agustus di media yang ditunjuk oleh panitia.

Hosting Unlimited Indonesia

Sumber arrahmah.co.id

%d bloggers like this: