Tahun 2013 adalah tahun politik bagi semua partai, tak terkecuali PKB. Selain harus mempersiapkan para Calegnya untuk berlaga di Pemilihan Umum 2014, PKB juga harus disibukkan dengan agenda Muktamar. Ya, menurut hasil putusan Muktamar Luar Biasa Ancol tahun 2008 yang lalu, kepengurusan DPP yang sekarang akan berakhir sekitar Juli tahun ini. Menggelar Muktamar setahun sebelum [...]
Konflik PKB Ibarat Badai Dalam Secangkir Kopi
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membutuhkan kepemimpinan elit yang betul-betul mampu menggalang solidaritas. Hal tersebut dikatakan pengamat politik AS Hikam menanggapi banyaknya versi di tubuh partai yang turut andil membesarkan nama Alm. Gus Dur.
Ia mengatakan, sosok Muhaimin Iskandar sebagai salah satu pemimpin partai diharapkan dapat membersihkan PKB dari elemen-elemen kekeluargaan yang ada. Menurutnya, PKB bisa mengambil contoh dari PKS dan PPP sebagai partai yang bisa memisahkan diri sebagai partai keluarga. Hal itu masih bisa dilakukan jika ingin membuat PKB sebagai partai yang lebih modern.
“Selama masih ada konflik keluarga PKB sulit besar,” ujar Hikam saat dihubungi Rakyat Merdeka Online di Jakarta (Jum’at, 24/12).
Ia menambahkan, konflik yang ada di tubuh PKB ibarat badai di dalam secangkir kopi. Artinya, lanjut Hikam, sebuah goncangan dan tekanan yang besar namun hanya terjadi di tempat yang kecil.
Incoming search terms:
- Apakah ada hubungan keluraga antara muhaimin iskandar dan yeni wahid?
- badai dalam secangkir
- konflik kepemimpinan pkb
- lily wahid vs gus dur
Tags: AS Hikam, Lily Wahid, Muhaimin Iskandar, Muktamar III PKB, PKB, PKB Gus Dur, Yenny Wahid







December 26th, 2010 at 5:09 am
Saya tidak sepakat dengan peristilahan dari Bung Hikam di atas. Yang benar adalah badai di dalam segelas arak. Para elit PKB mabuk keegoisan, mabuk merasa benar sendiri….. Saya ketua PKB di tingkat Kecamatan merasakan benar dampak pertarungan keegoisan tersebut.
December 26th, 2010 at 12:26 pm
nggak usah terpengaruh sama orang. kita dukung gerakan islah, mulai dari ranting-ranting dan bersinergi terus dengan NU di daerah masing-masing…