Jakarta – Partai Kebangkitan Bangsa hari ini membentuk Gerakan Muda-Mudi Ahlussunnah Wal Jama’ah. Pembentukan ini ditandai dengan apel bersama di tugu Proklamasi, Jakarta, Ahad, 18 Maret 2012.

Ketua Dewan Tanfidz PKB Muhaimin Iskandar mengatakan, fungsi Aswaja melebihi peran partai. “Islama ala Ahlussunnah Wal Jama’ah bersifat inklusif,” kata Muhaimin dalam sambutannya. Menurut dia, Aswaja mencerminkan wajah Indonesia. “Ini yang menjadi Ini yang menjadi warisan leluhur Wali Songo, ulama-ulama, pendiri Nahdlatul Ulama dan pendiri bangsa negara Indonesia.”

Gerakan Aswaja, kata dia, akan mengupayakan ketenangan dan kedamaian negara. Aswaja juga akan mengupayakan harmonisasi dan stabilitas kehidupan masyarakat. Acara deklarasi dihadiri lebih dari 2 ribu anggota Aswaja. Taman Proklamasi dipenuhi anggota yang berada di bawah payung Laskar Aswaja.

Ketua Aswaja Marwan Ja’far secara terpisah mengatakan, Aswaja bakal dibentuk di tingkat pusat dan daerah. Ia mengatakan, Aswaja bukan merupakan organisasi sayap PKB. Melainkan berdiri sendiri. “Memang anggotanya kebanyakan orang NU dan PKB,” kata Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa di DPR ini.

Marwan mengatakan, yang terpenting dari Aswaja ini adalah mengikis radikalisasi berbasis agama yang kian marak. “Salah satu paham Aswaja itu kan toleransi,” katanya. Selain itu, Gerakan Muda-Mudi Aswaja ini juga bakal mengembangkan kegiatan ekonomi kader Nahdlatul Ulama. Misalnya, pemberian modal untuk membuka warung.

Sumber: Tempo