Blog Emka

Portal linux, pemrograman sistem informasi, computer security & santri

PKB

PKB: Sikap PKS Langgar Komitmen Koalisi

JAKARTA – Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Helmy Faishal Zaini yang juga kader PKB mengatakan, sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menentang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak konsekuen.

“Kalau PKB sebagai anggota koalisi tentu harus komitmen apa yang menjadi keputusan kolektif dalam koalisi,” kata Helmy usai memberikan kata sambutan dalam acara Pembukaan Kongres VII Hikmahbudhi yang digelar di gedung Sasana Amal Bhakti, Kementrian Agama, Jakarta Pusat, Jumat (23/3/2012).

Menurut Helmy, keputusan pemerintah menaikkan harga BBM sudah melakukan banyak pertimbangan secara matang dan sudah dilihat dari berbagai segi. Memang ini keputusan pahit yang diambil pemerintah, namun memberikan dampak yang baik di kemudian hari.

“Secara jangka panjang kan lebih banyak mudharatnya kalau tidak diambil kebijakan ini,” jelas Helmy.

Helmy menegaskan, jika memang PKS tidak sependapat dengan kenaikan harga BBM yang sedianya akan diputuskan 1 April mendatang, sebaiknya PKS berbicara dengan koalisi di dalam.
“Kalau tidak setuju Jangan bermain dua kaki,” tutur Helmy.

2 Comments

  1. irawan

    Memang jika sudah menaikkan harga BBM kehidupan masyarakat akanlebih baik kelak, terus terang PKB setelah ditinggal oleh GUS DUR, seperti tidak punya pendirian, terlihat sekali bagaikan PPP jaman ORBA dulu, masak partai seperti ini apaakan dijadikan tumpuan bagi umat Islam terutama kaum Nadliyin yang basis-nya para umat islam yang kebanyakan hidup masih kekurangan, Suara PKB di pemerintahan kebanyakan tidak pro-rakyat, hanya untuk kepuasan penguasa demi kedudukan di kabinet, oleh sebab itu saya berharap agar PKB segara merubah citra yang sudah dibuat Muhaimin kembali ke semula “Maju Tak Gentar Membela yang Benar” jangan termakan oleh APBN jebol padahal sebagian di alokasikan ke Lumpur Lapindo, ini bodoh, dongok apa pura-pura dongok

    • admin

      yap, saya setuju elite-elite PKB kembali ke jalur dimana dulu pernah berjaya. sejarah partai ini dimulai secara mendadak sebagai Partai Pemerintah/Presiden, kemudian menjadi oposisi sejenak di masa Megawati dan berkoalisi di era SBY 1 dan 2. Yang harus dikerjakan oleh pengurus kali ini adalah mengumpulkan kembali mutiara-mutiara yang dulu terserak akibat konflik tahun 2001, 2004, 2008. Para alim ulama dan kyai harus kembali merebut tongkat kendali, jangan hanya kabur dan naik gunung lagi.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Theme by Anders Norén

%d bloggers like this: