JAKARTA — Berdirinya Laskar Ahlussunnah Wal Jama’ah (Laskar Aswaja) ternyata mendapat apresoasi dari para ulama. Setidaknya, organisasi baru binaan politisi muda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Ja”far itu mendapat dukungan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Sekjen PBNU Marsudi Suhud, menyatakan bahwa kelahiran Laskar Aswaja itu layak didukung oleh kalangan nahdliyin. Alasannya, karena ada kesamaan antara NU dan Laskar Aswaja. “Yakni sama-sama menganut nilai-nilai dan paradigma ahlussunnah wal jama’ah yang berpijak pada prinsip tawasuth (moderat), tasamuh (toleran), taadul (keadilan), dan tawazun (keseimbangan),” ucap Marsudi melalui layanan BlackBerry Messenger, Selasa (20/3).

Ia tak menampik bahwa anggota Laskar Aswaja juga warga NU. Diharapkan visi yang sama antara Nahdliyin dan Laskar Aswaja, membuat keduanya bisa bersinergi.

“Sinergi itu demi membentengi ideologi Aswaja yang akhir-akhir ini mulai dirongrong oleh kelompok-kelompok baru yang kalau ngomong terlalu keras, tindakannya keras dan sepak terjangnya sangat meresahkan masyarakat,” tandasnya.

Diingatkannya pula bahwa penggunaan istilah laskar bukan berarti menghalalkan tindak kekerasan dan anarki. Sebab, Laskar Aswaja tetapharus santun dan memberi pesan maupun kesan damai kepada semua pihak. “Laskar itu bukan tukang ngrobohin pagar,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Laskar Aswaja dideklarasikan pertama kali Minggu (18/3) lalu di Tugu Proklamasi. Anggotanya mencapai 2500 orang.

Sejumlah pentolan NU dan PKB hadir dalam acara deklarasi itu, termasuk Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar. Marwan Ja”far duduk sebagai Ketua Dewan Pembina Laskar Aswaja.

Sumber: JPNN