Yenny Wahid Siap Deklarasikan Partai Baru

English:
Eldest daughter of former Chairman of the Board of the National Awakening Party Syuro Abdurrahman Wahid or Gus Dur, Zannuba Arifah Chafsoh or Yenny Wahid will soon declare a new party.

Yenny Wahid promised a new party that seeks to promote ideas that Gus Dur is not fully absorbed by the CLA and community volunteers to all corners of Indonesia.

“If this political will pass the verification in Kemenkumham as political as the political parties participating in elections Electoral Commission (KPU), I was ready to jump into the remote-remote areas to fight for the party program and the mandate of the struggle of Gus Dur. I’m ready to jump into the villages for the greatness of the party and Gus Dur, “Yenny said in Jakarta, Sunday, April 10, 2011.

To be able to disseminate the ideas and ideals and greatness of Gus Dur, Yenny ask for all cadres of PKB is currently under the auspices of the results Congress III PKB PKB Surabaya had to work hard for the success of the new party will pass the verification.

“Furthermore, the tasks and work hard together to form the management at the branch level in the districts and subdistricts. So, whether political or not pass the verification, this depends on the hard work of regional managers, “said Yenny.

Yenny is currently the Chairman of the Conference III Surabaya PKB result is added, all the central manager, territory and regional governments must work hard for this race.

“Because, Gus Dur as a national and international leaders is not just because the descendants of the founder of KH Hasyim NU pioneers, but because of the ability of Gus Dur himself is working hard and learning from childhood. So, Gus Dur was great not because of race, but because of the ability and hard work for a living, “he said.

Yenny but refused to mention the name of the new party because there will digodok and “diistikhoroh” by the ulama NU and 33 board pangurus region (Regional Council) PKB.

Meanwhile, Executive Director Muhammad Qodari Indobarometer support what is promised by Yenny Wahid. In fact, he is optimistic, if Yenny Wahid and regional manager Gus Dur PKB was able to return and embrace all the votes are scattered over the years, its main voting among Nadhlatul Ulama (NU).

“I believe, under the leadership of Gus Dur PKB Yenny will become the largest party in the upcoming 2014 election. It was not an easy job. But, the capital of the spirit, passion and militancy are remarkable for Gus Dur is coupled with the hard work of all managers, God willing, the party will be great Gus Dur and the party that counts exist at the national level, “said Qodari.

Confidence, said Qodari, PKB in the 2009 election and the only roost in order to-7 after the Democrats, Golkar, PDIP, PKS, PAN and the PPP is a national political scandal for NU.

“Because, NU as a bag of Indonesia’s largest voice that reaches more than 33% of electoral votes, it did not choose the party led by Muhaimin Iskandar,” said Qodari.

Worse yet, he continued, under the CLA votes PAN supported by Muhammadiyah, which number only 10 percent compared to NU. “Nothing in the political history of Indonesia, the party vote in the voting NU Muhammadiyah,” he said.

————————————————————————-
Putri sulung mantan Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Zannuba Arifah Chafsoh atau Yenny Wahid akan segera mendeklarasikan partai baru.

Yenny Wahid berjanji, partai baru itu bertujuan untuk mensosialisasikan ide-ide Gus Dur yang belum sepenuhnya diserap oleh kader PKB maupun masyarakat ke seluruh pelosok Indonesia.

“Jika parpol ini nantinya lolos verifikasi di Kemenkumham sebagai parpol sebagai parpol peserta pemilu di Komisi Pemilihan Umum (KPU), saya siap terjun ke pelosok-pelosok daerah untuk memperjuangkan program partai dan amanat perjuangan Gus Dur. Saya siap terjun ke kampung-kampung demi kebesaran partai dan Gus Dur,” kata Yenny di Jakarta, Ahad 10 April 2011.

Untuk mampu mensosialisasikan ide-ide dan gagasan serta kebesaran Gus Dur, Yenny meminta agar seluruh kader PKB yang saat ini bernaung di bawah PKB hasil Muktamar III PKB Surabaya harus bekerja keras menyukseskan partai baru nanti untuk lolos verifikasi.

“Selanjutnya menjadi tugas dan kerja keras bersama untuk membentuk kepengurusan di tingkat cabang di kabupaten/kota dan kecamatan. Jadi, apakah lolos verifikasi parpol atau tidak, ini tergantung pada kerja keras pengurus wilayah,” kata Yenny.

Yenny yang saat ini menjadi Ketua Umum PKB hasil Muktamar III Surabaya itu menambahkan, semua pengurus pusat, wilayah dan daerah wajib bekerja keras untuk bangsa ini.

“Sebab, Gus Dur sebagai tokoh nasional dan internasional bukanlah semata karena keturunan pendiri NU KH Hasyim Asy’ari, melainkan karena kemampuan Gus Dur sendiri yang kerja keras dan belajar sejak kecil. Jadi, Gus Dur itu besar bukan karena keturunan, melainkan karena kemampuan dan kerja kerasnya selama hidup,” ujar dia.

Namun Yenny enggan menyebutkan nama partai baru karena masih akan digodok dan “diistikhoroh” oleh para ulama NU dan 33 dewan pangurus wilayah (DPW) PKB.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indobarometer Muhammad Qodari mendukung apa yang dijanjikan oleh Yenny Wahid. Bahkan dirinya optimistis, jika Yenny Wahid dan pengurus wilayah PKB Gus Dur itu mampu mengembalikan dan merangkul seluruh suara yang tercecer selama ini, utamanya suara kalangan Nadhlatul Ulama (NU).

“Saya meyakini, PKB Gus Dur dibawah kepemimpinan Yenny akan menjadi partai terbesar di pemilu 2014 mendatang. Itu bukan pekerjaan mudah. Tapi, dengan modal semangat, gairah dan militansi yang luar biasa untuk Gus Dur tersebut ditambah lagi dengan kerja keras seluruh pengurus, Insya Allah partai Gus Dur ini akan besar dan eksis menjadi partai yang diperhitungkan di tingkat nasional,” kata Qodari.

Keyakinan itu, kata Qodari, PKB dalam pemilu 2009 lalu yang hanya bertengger di urutan ke-7 setelah Demokrat, Golkar, PDIP, PKS, PAN dan PPP merupakan skandal politik nasional bagi warga NU.

“Sebab, NU sebagai kantong suara terbesar di Indonesia yang mencapai lebih dari 33 % suara pemilu, ternyata tidak memilih partai yang dipimpin oleh Muhaimin Iskandar tersebut,” kata Qodari.

Lebih parah lagi, lanjut dia, perolehan suara PKB di bawah PAN yang didukung oleh Muhammadiyah, dimana jumlahnya hanya 10 persen dibanding NU.” Tidak ada dalam sejarah politik Indonesia, suara partai NU itu di bawah suara Muhammadiyah,” kata dia.