PKB Kab. Pinrang Gelar Diskusi Politik Dinasti

DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pinrang, melakukan sejumlah agenda dalam rangka mendorong rekruitmen politik berkualitas. Partai yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) ini menghelat diskusi publik di warung kopi Birleng kabupaten Pinrang, Senin malam (6/5/2015).
Diskusi yang menghadirkan Ketua DPW PKB Sulsel Azhar Arsyad dan Ketua KPU Pinrang Mansyur Hendrik ini mengetengahkan tema politik dinasti. Hal ini merespon dinamika politik dan juga terkait regulasi undang-undang pemilihan kepala daerah (pilkada).
Ketua PKB Pinrang, Alimuddin Budung, menyampaikan edukasi politik kepada masyarakat perlu diperkuat, sehingga menciptakan rekruitmen politik yang berkualitas. “Diskusi ini dalam rangka menciptakan pemilih yang kritis nantinya,” jelas Legislator PKB Pinrang ini.

Komisoner KPU Pinrang, Hendrik dalam diskusi yang berlangsung 120 menit ini menyampaikan pembatasan politik dinasti, diusulkan bagi calon yang memiliki hubungan ikatan perkawinan dan garis keturunan keatas, ke bawah dan ke samping.
“Kalau merujuk aturan tersebut, mereka yang mempunyai ikatan kekerabatan seperti itu, wajib mengundurkan diri sebagai calon. Namun hal ini hanya memberikan pembatasan sebab dapat mencalonkan kembali 5 tahun setelanya,” katanya.
Ketua PKB Sulsel, Azhar Arsyad menyampaikan undang-undang nomor 8 tahun 2015 terkait dinasti, tentu punya muatan yang baik, dan bukan dalam bentuk mengekang hak azasi manusia.
“Kami berpendapat undang-undang dinasti tidak terkait Hak asazi, tapi ini untuk membuat pilkada lebih sehat dan berkualitas,” jelas Azhar yang juga wakil ketua PB DDI ini.
Baginya, dinasti politik mudaharatnya bisa terjadi, karena dibeberapa tempat, kekuasaan ditunggangi untuk melanggengkan kekuasaan kepada keluarga.
“Pembatasan ini juga untuk membuka seleksi politik kepada orang-orang biasa namun punya kompetensi dan intergritas, dan dalam menegakkan kesetaraan bagi seluruh calon,” harap Azhar
Iapun berharap rakyat lebih berdaya dan terlibat penuh dalam proses seleksi kepemimpinan. Kualitas pemimpin daerah terpilih ditentukan oleh kualitas pelaksanaan tahapan Pilkada.
Kegiatan yang diagendakan secara reguler ini, diharapkan akan membuat terobosan untuk memperkuat posisi pemilih dan memperluas ruang keterlibatan warga dalam pelaksanaan pilkada.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah elemen mahasiswa seperti KNPI Pinrang, perwakilan PMII, KPMP, IPNU, perwakilan PDIP, serta anggota DPRD Pinrang, Mansyur dan Andi Pallawagau Kerrang.

Sumber: Tribun-Timur.com

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: