Kudus, NU Online
Tiga buku yakni Pilpres Abal-abal Republik Amburadul, Perang-perangan Melawan Korupsi, dan Indonesiku Tergadai dibedah secara bersamaan di Gedung KNPI Kudus, Minggu (4/3). Kegiatan yang diselenggarakan PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kudus ini sebagai narasumber artis senior Pong Harjatmo dan salah satu penulis, Hatta Taliwang.

Bedah buku tersebut digelar di beberapa tempat dengan menggandeng berbagai institusi. Sebelumnya buku tersebut dibedah di Semarang, Demak, Pati, Jepara, dan terakhir di Kudus. Namun, dua narasumber tidak terpaku dengan isi buku dalam paparannya. Keduanya lebih banyak mengkritisi kebijakan dan kondisi Indonesia yang saat ini tidak kunjung menjadi negara maju meski memiliki sumber daya alam yang melimpah, seperti minyak, gas, dan tambang emas.

“Suatu bangsa kalau tidak mau merubah nasibnya sendiri, maka tidak akan pernah maju. Jangan cuma mengikuti falsafah ajaran nrimo ing pandum dan alon-alon waton kelakon, karena ini akan menjadikan Indonesia selamanya hanya menjadi negara berkembang,” ujar Pong Harjatmo.

Dalam acara tersebut Pong juga mengkritisi tentang banyaknya sumber daya alam (SDA) yang dimiliki bangsa Indonesia namun tidak diolah sendiri, melainkan diolah negara asing.

“Selain mengolah SDA sendiri, syarat lain agar Indonesia maju yaitu pemimpinnya harus jujur dan mementingkan rakyat, jangan hanya mengabdi pada partai dan penguasa,” lanjutnya.

Sedang Hatta Taliwang menyebut Indonesia kini sedang berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. “Kalau ada yang menyebut Indonesia sebagai negara sudah tergadai, menurut saya sebenarnya sudah terjual,” ungkapnya.

Karena itu, menurutnya, kader muda bangsa harus mengetahui berbagai persoalan bangsa agar bisa ikut memikirkan bagaimana solusi mengatasi masalah bangsanya.

“Kami datang ke sini dengan misi membawa pencerahan, supaya kader muda ini juga mengetahui persoalan bangsanya. Jadi ke depan mereka bisa ikut berperan dalam mengatasi persoalan yang ada,” tuturnya.